BERAU POST - Upaya menghadirkan pusat terpadu bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Berau masih terus dilakukan.
Namun, di tengah keterbatasan anggaran daerah, rencana pembangunan UMKM Center belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat, meski kebutuhan akan fasilitas tersebut dinilai semakin mendesak.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) tetap berkomitmen mendorong program ini agar dapat terwujud dalam beberapa tahun ke depan.
Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, menjelaskan, pihaknya tidak berhenti mengupayakan pembangunan UMKM Center.
Usulan demi usulan telah diajukan, namun kondisi keuangan daerah menjadi faktor utama yang membuat realisasi program tersebut harus tertunda.
Meski begitu, pihaknya telah menyiapkan langkah alternatif dengan mengarahkan pembiayaan melalui bantuan keuangan dari pemerintah provinsi.
“Kita terus coba usulkan, namun kita mengetahui sendiri bagaimana kondisi keuangan saat ini. Jadi untuk 2027 kami coba lewat bantuan keuangan (Bankeu) provinsi,” ujarnya, kemarin (26/3).
Ia menegaskan, dari sisi perencanaan, pembangunan UMKM Center sebenarnya tidak lagi menghadapi kendala berarti.
Konsep hingga kesiapan teknis telah dipersiapkan dengan cukup matang.
Bahkan, dalam pembahasan bersama Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan (Bapelitbang), rencana tersebut kembali diperdalam untuk memastikan pelaksanaannya dapat berjalan lancar ketika anggaran tersedia.
“Semua sudah dibahas terkait UMKM Center ini secara perencanaan. UMKM Center ini sudah siap dari bahan hingga ide-idenya. Harapannya tidak ada kendala jika dikucurkan pada tahun 2027,” jelasnya.
Pun keberadaan UMKM Center memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan usaha lokal.
Fasilitas ini nantinya diharapkan menjadi wadah yang mampu menampung berbagai produk UMKM, sehingga lebih mudah dipasarkan dan dikenal oleh masyarakat luas.
Selain itu, pusat tersebut juga diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah.
“Mudah-mudahan dapat terwujud, apalagi UMKM Center memang kita butuhkan saat ini dalam upaya pemerintah untuk pengembangan UMKM,” tuturnya.
Ia juga menyoroti perubahan perilaku konsumen yang kini lebih menyukai konsep belanja praktis.
Masyarakat cenderung memilih lokasi yang menyediakan berbagai kebutuhan dalam satu tempat, dibandingkan harus mencari produk secara terpisah di lokasi berbeda.
Kondisi ini dinilai menjadi peluang bagi UMKM Center untuk berkembang sebagai pusat perbelanjaan produk lokal.
Eva menambahkan, keberadaan UMKM Center nantinya juga akan memberi manfaat bagi pelaku usaha yang berada di wilayah terpencil.
Produk-produk dari daerah yang jauh diharapkan tetap dapat terakomodasi dan memiliki tempat pemasaran yang jelas.
Untuk itu, ke depan akan disiapkan skema distribusi yang melibatkan kerja sama antar kecamatan.
“Jadi pelaku usaha dari wilayah yang jauh nantinya punya kejelasan terkait tempat pemasaran produknya. Nanti kita lihat lagi seperti apa teknis pengaturannya,” pungkasnya.
Sementara Bupati Berau, Sri Juniarsih, menegaskan, pembangunan UMKM Center tetap menjadi prioritas, meski masyarakat diharapkan bersabar menunggu prosesnya.
“Perlu kesabaran, karena setiap tahapan memang memerlukan waktu. Namun pembangunan ini pasti akan terlaksana,” ujarnya.
Kehadiran UMKM Center diharapkan kelak menjadi titik strategis bagi generasi muda serta pelaku ekonomi kreatif untuk mengembangkan usaha mereka di Berau.
Selain itu, pusat UMKM ini direncanakan menerapkan prinsip sapta pesona, dengan fokus pada aspek ketertiban, keamanan, dan kebersihan, sehingga lingkungan usaha nyaman bagi pengunjung dan pelaku usaha. (aja/sam)
Editor : Nurismi