BERAU POST - Upaya memperkuat pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah fasilitas penunjang di Kecamatan Maratua, termasuk ketersediaan jaringan internet dan sarana operasional di Puskesmas serta Puskesmas Pembantu (Pustu).
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, Lamlay Sarie, menyampaikan, saat ini pihaknya tengah melakukan koordinasi dengan manajemen Puskesmas Maratua terkait kebutuhan fasilitas di sejumlah Pustu yang ada di wilayah tersebut.
Salah satu yang menjadi pembahasan adalah kemungkinan pengadaan layanan internet berbasis satelit Starlink, untuk menunjang pelayanan kesehatan.
Menurutnya, dukungan fasilitas teknologi menjadi kebutuhan penting, terutama bagi daerah kepulauan yang masih memiliki keterbatasan jaringan komunikasi.
Keberadaan internet dinilai sangat membantu tenaga kesehatan dalam menjalankan berbagai layanan, mulai dari pelaporan data kesehatan, administrasi pelayanan, hingga komunikasi medis.
Dijelaskan, pengadaan fasilitas tersebut akan dibicarakan lebih lanjut dengan manajemen Puskesmas Maratua agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
Selain itu, tidak menutup kemungkinan pendanaan bisa memanfaatkan sumber anggaran yang tersedia, termasuk dari program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), selama penggunaannya sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Rencana pengadaan Starlink maupun kelengkapan Pustu akan kami koordinasikan dengan Puskesmas Maratua. Siapa tahu ada peluang dukungan dari anggaran JKN, apalagi status Puskesmas di sana saat ini sudah cukup baik,” ujarnya, beberapa waktu lalu.
Ia menambahkan, selain membahas pengadaan fasilitas internet dan sarana penunjang lainnya, Dinkes juga berencana melakukan peninjauan langsung ke wilayah Maratua.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi operasional Puskesmas serta fasilitas kesehatan yang ada di lapangan.
Pihaknya pun dapat mengetahui secara lebih jelas kebutuhan yang harus diprioritaskan dalam peningkatan pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan.
Dengan begitu, perencanaan program maupun penganggaran ke depan dapat disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan.
“Nanti operasional Puskesmas akan kita cek langsung di lapangan, sehingga bisa diketahui kebutuhan yang diperlukan serta memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal,” jelasnya.
Menurutnya, perhatian terhadap fasilitas kesehatan di daerah kepulauan menjadi bagian dari upaya pemerataan layanan kesehatan bagi masyarakat Berau.
Wilayah seperti Maratua memiliki tantangan tersendiri karena kondisi geografis yang terpisah oleh laut dan jarak yang cukup jauh dari pusat layanan kesehatan di daratan utama.
Karena itu, selain peningkatan fasilitas pelayanan di Puskesmas dan Pustu, pemerintah daerah juga menyiapkan dukungan sarana transportasi medis.
Hal ini dianggap penting untuk menunjang layanan rujukan pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut di fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.
Pada tahun anggaran 2026, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran untuk pengadaan ambulans di Pulau Maratua.
Keberadaan ambulans tersebut diharapkan dapat mempercepat proses penanganan pasien, terutama dalam kondisi darurat.
Mobilitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah kepulauan diharapkan semakin meningkat.
Pemerintah daerah pun berharap berbagai dukungan sarana dan prasarana ini dapat membantu tenaga kesehatan memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada masyarakat.
“Untuk Pulau Maratua, pada 2026 ini juga telah disiapkan anggaran pengadaan ambulans. Fasilitas ini diharapkan dapat mendukung mobilitas pelayanan kesehatan serta memudahkan rujukan pasien,” pungkasnya.
Sementara Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, menekankan pentingnya pemerataan layanan kesehatan tidak hanya di perkotaan saja tetapi juga di kepulauan dan wilayah pedalaman.
Menurutnya, akses fasilitas kesehatan yang merata merupakan salah satu kunci untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mempercepat pembangunan daerah.
Dedy menegaskan, pemerintah daerah perlu memprioritaskan pembangunan dan perbaikan fasilitas kesehatan di wilayah terpencil.
Ia menilai keberadaan puskesmas yang lengkap dan sarana transportasi medis yang memadai akan sangat membantu masyarakat, terutama dalam penanganan pasien yang membutuhkan rujukan cepat.
“Pelayanan kesehatan harus dirasakan seluruh warga Berau, termasuk di pulau-pulau dan pedalaman. Tidak boleh ada masyarakat yang jauh dari akses pelayanan medis yang layak,” tegasnya.
Ia berharap langkah-langkah seperti pengadaan ambulans dan fasilitas penunjang lainnya di Maratua dapat menjadi contoh pemerataan pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Berau. (aja/sam)
Editor : Nurismi