Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Bingung Cari Hampers Lebaran? Produk UMKM Berau Ini Gak Kalah Mewah dan Bikin Bangga!

Beraupost • Senin, 16 Maret 2026 | 14:50 WIB

PRODUK: Ketua Dekranasda Berau, Edy Suswanto, mengajak masyarakat membeli produk UMKM Berau, baik sebagai bingkisan hampers, buah tangan, kunjungan, ataupun oleh-oleh saat mudik. (SENO/BP)
PRODUK: Ketua Dekranasda Berau, Edy Suswanto, mengajak masyarakat membeli produk UMKM Berau, baik sebagai bingkisan hampers, buah tangan, kunjungan, ataupun oleh-oleh saat mudik. (SENO/BP)

BERAU POST - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kabupaten Berau, Edy Suswanto, mengajak masyarakat memanfaatkan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal sebagai bingkisan saat momen Lebaran.

Ajakan tersebut ditujukan baik kepada warga yang akan mudik ke luar daerah, maupun masyarakat yang saling berkunjung selama perayaan hari raya.

Menurut Edy, produk-produk UMKM Berau memiliki kualitas yang tidak kalah menarik dan layak dijadikan oleh-oleh khas daerah.

Beberapa di antaranya bahkan sudah cukup dikenal oleh masyarakat sebagai produk unggulan, seperti Cokelat Berau, Kalampuri, hingga Terasi Berau.

Ia menilai, ketika masyarakat yang merantau dari Berau membawa oleh-oleh khas daerah ke tempat tujuan, hal itu tidak hanya memberikan kesan positif bagi penerimanya, tetapi juga berdampak langsung pada perputaran ekonomi lokal.

“Ketika pemudik membawa oleh-oleh khas Berau, tentu tidak mengecewakan dan kami merasa terbantu,” ujarnya belum lama ini.

Menurutnya, langkah sederhana seperti membeli produk lokal dapat menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelaku UMKM.

Apalagi banyak perantau maupun warga yang tinggal di Berau turut berkontribusi dalam menghidupkan ekonomi masyarakat melalui pembelian produk tersebut.

“Perantau di Berau juga ikut menghidupkan ekonomi masyarakat dengan membeli produk lokal,” katanya.

Edy juga menyoroti tren pemberian hampers atau bingkisan menjelang Lebaran yang kini semakin populer.

Ia menilai kebiasaan tersebut bisa dimanfaatkan untuk memperkenalkan berbagai produk UMKM Berau dalam satu paket menarik.

“Kebiasaan memberikan hampers bisa diisi beragam produk lokal dalam satu wadah,” tuturnya.

Dalam satu paket hampers menurutnya, masyarakat dapat menggabungkan berbagai jenis produk, mulai dari makanan khas hingga kerajinan tangan atau kriya yang memiliki nilai seni.

Beberapa kerajinan khas Berau bahkan dinilai sangat cocok dijadikan isi hampers, seperti set teko atau tea pot berbahan kayu ulin yang memiliki karakter unik dan daya tarik tersendiri.

Selain itu, produk kerajinan anyaman juga dapat dimanfaatkan sebagai wadah sekaligus isi dari bingkisan tersebut.

“Kerajinan seperti tea pot dari kayu ulin atau anyaman juga bisa jadi hantaran hampers,” jelasnya.

Ia berharap kebiasaan menggunakan produk lokal sebagai bingkisan Lebaran dapat terus dikembangkan secara bertahap di tengah masyarakat.

Dengan demikian, pelaku UMKM di Berau dapat terus bertahan dan berkembang melalui dukungan dari masyarakatnya sendiri.

“Harapannya kebiasaan ini bisa terus dihidupkan agar UMKM kita tetap tumbuh dan berkembang,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua Ikatawan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kabupaten Berau, Ida Nursanti, mendukung, pernyataan Ketua Dekranasda Berau soal ajakan melariskan produk UMKM Berau.

Diakunya, beberapa anggota IWAPI Berau juga berasal dari pengusaha produk UMKM, baik panganan hingga kerajinan.

Misalnya saja, terdapat produk pangan amplang yang berbeda dari pasaran, di mana memiliki isian hingga produk abon ikan yang merupakan optimalisasi sumber daya alam di Berau, sebagai kawasan pesisir sentra perikanan laut.

“Temen-temen kami di IWAPI sebenarnya terdiri dari berbagai jenis usaha, termasuk produk-produk lokalan Berau,” terangnya.

Kalau masyarakat ingin yang tak biasa, beberapa pengusaha binaan IWAPI Bedau juga ada yang berniaga di sektor kerajinan olahan.

Misalnya pengusaha di Bidukbiduk yang memproduksi beragam kerajinan dari limbah batok kelapa.

“Mba Nova di Bidukbiduk itu mengolah limbah kelapa batok, menjadi wadah, gantungan, atau nomor rumah. Jadi dari bahan baku yang tidak ada nilainya menjadi bernilai,” paparnya.

Dengan dorongan membeli produk lokal, Ida berharap hal tersebut juga turut meningkatkan perekonomian masyarakat.

Pengusaha-pengusaha lokal tentu tidak bergerak sendiri, mereka memiliki pegawai yang juga sebagian memberdayakan wanita-wanita hebat di sela waktu luangnya.

“Mereka berusaha Berdikari, tetapi juga berjalan bersama masyarakat, kalau membiasakan membeli produk lokal bisa tertanam, kita bisa sama-sama menggerakan ekonomi sesama masyarakat,” pungkasnya. (sen/sam)

Editor : Nurismi
#Dekranasda Berau #hampers lebaran #UMKM Berau