Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Jangan Cuma Andalkan Kabel Laut! Diskominfo Berau Desak Operator Perkuat Jaringan Alternatif di Maratua

Beraupost • Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:10 WIB

PEMERATAAN INTERNET: Diskomimfo Berau terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan penyedia layanan internet untuk memperkuat jaringan internet di Pulau Maratua.(SENO/BP)
PEMERATAAN INTERNET: Diskomimfo Berau terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan penyedia layanan internet untuk memperkuat jaringan internet di Pulau Maratua.(SENO/BP)

BERAU POST — Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) terus berupaya memperkuat pemerataan jaringan internet, khususnya di wilayah kepulauan seperti Kecamatan Maratua.

Langkah ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan jaringan yang selama ini masih bertumpu pada jalur fiber optik dari Tanjung Batu menuju Pulau Derawan hingga Maratua.

Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi, menjelaskan bahwa pemerataan akses internet di wilayah kepulauan memiliki tantangan tersendiri, baik dari sisi infrastruktur maupun kondisi geografis.

Salah satu tantangan yang dihadapi adalah ketergantungan terhadap satu jalur jaringan utama yang menghubungkan kawasan pesisir Berau dengan pulau-pulau di sekitarnya.

“Pemerataan jaringan internet memang banyak tantangannya, khususnya untuk wilayah Maratua,” ujarnya Jumat (13/3).

Ia menjelaskan, jaringan internet di wilayah tersebut saat ini sebagian masih mengandalkan jaringan fiber optik yang ditarik dari Tanjung Batu menuju Pulau Derawan dan kemudian diteruskan ke Maratua.

Kondisi ini membuat stabilitas jaringan sangat dipengaruhi kondisi jalur utama tersebut.

“Jaringan di Maratua masih ditopang fiber optik dari Tanjung Batu–Derawan–Maratua,” jelasnya.

Ketergantungan pada jalur tersebut lanjut Didi, menimbulkan kekhawatiran jika sewaktu-waktu terjadi gangguan pada jaringan utama.

Apabila terjadi kerusakan atau gangguan di titik awal jaringan, maka dampaknya bisa langsung dirasakan hingga wilayah Maratua.

“Kalau ada kendala di Tanjung Batu, dampaknya bisa sampai ke Maratua,” katanya.

Ia mengungkapkan bahwa gangguan pada jaringan tersebut bukan hal baru. Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, jalur fiber optik pernah mengalami gangguan akibat aktivitas manusia maupun faktor alam.

“Beberapa kali gangguan terjadi karena aktivitas manusia di jalur kabel,” ungkapnya.

Selain itu, faktor cuaca juga menjadi salah satu risiko yang dapat memengaruhi jaringan, terutama di wilayah pesisir dan laut yang rentan terhadap kondisi alam ekstrem.

“Cuaca ekstrem juga berpotensi memengaruhi jaringan,” tambahnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Diskominfo Berau terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan operator seluler guna memperkuat dukungan jaringan alternatif di wilayah kepulauan.

Pemerintah daerah berharap operator dapat memaksimalkan infrastruktur yang telah tersedia.

“Kami terus berkomunikasi dengan operator seluler agar jaringan yang ada dimanfaatkan secara maksimal,” ujarnya.

Salah satu upaya yang saat ini didorong adalah percepatan pengoperasian tower Base Transceiver Station (BTS) milik Telkomsel di wilayah tersebut.

Keberadaan BTS dinilai penting untuk mendukung jaringan internet yang lebih stabil dan tidak hanya bergantung pada satu jalur fiber optik.

“Kami sudah komunikasikan dengan Telkomsel agar BTS bisa segera dioperasikan,” katanya.

Dengan berfungsinya BTS tersebut secara optimal, diharapkan kualitas layanan internet di Maratua dapat meningkat sekaligus memperkuat ketahanan jaringan di wilayah kepulauan.

Didi menegaskan, ketersediaan internet yang stabil saat ini menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat.

Tidak hanya untuk komunikasi, tetapi juga mendukung berbagai sektor pembangunan daerah.

“Internet yang stabil sangat penting bagi masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, akses internet saat ini berperan besar dalam mendukung kegiatan pendidikan, aktivitas ekonomi masyarakat, hingga pengembangan sektor pariwisata yang menjadi salah satu potensi utama di Maratua.

“Mulai dari pendidikan, ekonomi hingga pariwisata semuanya membutuhkan internet,” jelasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Berau, Saga, berharap upaya peningkatan jaringan internet tersebut dapat segera direalisasikan.

Ia menilai penguatan infrastruktur digital menjadi salah satu kunci kemajuan wilayah kepulauan.

“Kami harap hal itu segera terwujud dan harus terus dikawal,” ujarnya.

Saga menilai keberadaan jaringan internet yang stabil akan membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat, baik dalam kegiatan ekonomi maupun akses terhadap informasi dan pendidikan.

“Sekarang semua berbasis internet,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa koneksi internet yang baik akan memberikan dampak positif terhadap perkembangan sektor pariwisata di Maratua yang selama ini menjadi salah satu destinasi unggulan Berau.

“Dengan internet stabil, ekonomi bisa bergerak, pendidikan lebih mudah, dan pariwisata semakin hidup,” tukasnya. (sen/sam)

Editor : Nurismi
#Pulau maratua #pariwisata #Diskominfo Berau #jaringan internet