Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Waduh! Banyak Bus Mudik Ternyata Gak Layak Jalan Kondisi Ban Tipis, Komponen Keselamatan Tak Standar

Beraupost • Jumat, 13 Maret 2026 | 14:10 WIB

CEK ARMADA: Beberapa kekurangan ditemukan Dishub Berau pada sejumlah bus angkutan mudik tahun ini. (DISHUB UNTUK BERAU POST)
CEK ARMADA: Beberapa kekurangan ditemukan Dishub Berau pada sejumlah bus angkutan mudik tahun ini. (DISHUB UNTUK BERAU POST)

BERAU POST – Sejumlah armada bus yang akan digunakan untuk angkutan mudik Lebaran di Kabupaten Berau ditemukan belum sepenuhnya memenuhi standar kelayakan jalan.

Temuan tersebut didapat dalam inspeksi keselamatan kendaraan atau ramp check yang dilakukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Dishub Berau, Rabu (11/3) lalu.

Kepala UPT PKB Berau, Hudan Firdausi, mengungkapkan, hasil pemeriksaan fisik terhadap armada bus menunjukkan masih ada kendaraan yang perlu segera dilakukan perbaikan sebelum digunakan mengangkut penumpang saat musim mudik.

Ia menyebutkan, beberapa komponen keselamatan yang diperiksa masih ditemukan dalam kondisi tidak berfungsi dengan baik.

“Dari hasil pemeriksaan, masih banyak kendaraan yang kekurangan stiker pemantul cahaya. Lampu utama juga tidak terbaca oleh alat pemeriksaan. Selain itu, lampu rem kanan tidak menyala dan lampu kabut sebelah kiri juga mati,” ujarnya.

Selain sistem pencahayaan, kondisi ban juga menjadi perhatian serius dalam pemeriksaan tersebut.

Menurutnya, beberapa ban kendaraan sudah berada di bawah batas aman penggunaan, sehingga berpotensi membahayakan keselamatan penumpang.

“Kondisi ban belakang juga mengkhawatirkan. Bagian dalam rusak, dan ban belakang luar kiri alurnya sudah tipis, tinggal kurang dari satu milimeter,” ujar Hudan.

Ia menegaskan, kondisi tersebut cukup berisiko terutama jika kendaraan digunakan untuk perjalanan jauh, terlebih pada jalur yang memiliki medan menanjak maupun turunan.

Meski begitu, pemeriksaan yang dilakukan kali ini bersifat ramp check atau pengecekan keselamatan secara langsung di lapangan, bukan uji KIR reguler.

Oleh karena itu, pihaknya hanya memberikan peringatan kepada pemilik armada agar segera melakukan perbaikan.

Prosedur yang diterapkan akan berbeda jika kendaraan tersebut sedang menjalani proses uji KIR resmi di UPT PKB.

Dalam uji KIR, setiap kendaraan yang ditemukan tidak memenuhi standar kelayakan akan diberikan surat perbaikan dan diwajibkan melakukan pembenahan sebelum dapat dinyatakan layak beroperasi.

“Kalau sedang uji KIR, kendaraan akan diberi surat perbaikan dan biasanya diberikan waktu sekitar dua minggu untuk diperbaiki sebelum dicek ulang,” terangnya.

Pemeriksaan kendaraan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan keselamatan transportasi menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat saat mudik Lebaran.

Pihaknya akan terus membuka layanan pengujian kendaraan bagi pemilik armada yang ingin memastikan kondisi kendaraannya memenuhi standar keselamatan.

Ia juga memastikan layanan pengujian tetap berjalan meskipun mendekati hari raya, termasuk pada hari Sabtu, guna mengakomodasi kebutuhan pemeriksaan kendaraan yang biasanya meningkat menjelang musim mudik.

“Untuk layanan pengujian, kami terus beroperasi, termasuk hari Sabtu, sehingga pemilik kendaraan tetap bisa melakukan pemeriksaan meski menjelang Lebaran,” bebernya.

Adapun Anggota Komisi II DPRD Berau, Sakirman, mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap standar keselamatan kendaraan menjelang arus mudik lebaran.

Ia meminta OPD terkait meningkatkan pemantauan terhadap armada transportasi yang digunakan masyarakat selama periode mudik.

Peningkatan mobilitas masyarakat pada masa menjelang lebaran ditegaskannya harus diimbangi dengan kesiapan armada, serta kedisiplinan para pengemudi maupun operator transportasi agar perjalanan berlangsung aman dan lancar.

“Keselamatan penumpang saat mudik harus benar-benar menjadi perhatian utama. Karena biasanya menjelang lebaran aktivitas kendaraan angkutan umum meningkat cukup tinggi,” ujarnya.

Apalagi, kendaraan seperti bus damri yang melayani rute antarkota dan provinsi, umumnya mulai mengalami lonjakan aktivitas pada sekitar H-7 Lebaran.

Kondisi tersebut kata dia, perlu diantisipasi melalui pengawasan dan pemeriksaan kelayakan armada.

Dirinya pun mengapresiasi langkah Dishub Berau yang setiap menjelang arus mudik melaksanakan pemeriksaan kesiapan armada melalui program ramp check.

Melalui kegiatan tersebut, kondisi kendaraan maupun kapal yang akan beroperasi dipastikan memenuhi standar keselamatan.

Dirinya meminta para pengemudi harus memastikan kendaraan yang dioperasikan berada dalam kondisi layak jalan serta memenuhi seluruh ketentuan keselamatan.

“Operator transportasi harus memastikan armada yang digunakan sudah layak beroperasi dan memenuhi standar keselamatan yang berlaku,” katanya.

Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik untuk turut menjaga keselamatan selama perjalanan.

Salah satunya dengan mematuhi aturan serta tidak memaksakan diri menggunakan transportasi yang melebihi kapasitas.

“Pemudik juga perlu disiplin mengikuti aturan dan arahan dari petugas. Jika semua pihak saling mendukung, perjalanan mudik bisa berlangsung lebih aman dan nyaman,” pungkasnya. (aja/sam)

Editor : Nurismi
#armada mudik #Ramp Check bus #Hasil #Dishub Berau