Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Persiapan Bandara Kalimarau: Posko Lebaran Dibuka 13 Maret, Melibatkan TNI hingga Tenaga Medis

Beraupost • Kamis, 12 Maret 2026 | 11:30 WIB

LIBUR LEBARAN: Manajemen Bandara Kalimarau bersiap hadapi lonjakan penumpang saat arus mudik Lebaran 2026 dengan membentuk Posko Anglab 2026, hingga Perpanjangan Jam Operasional Bandara. (SENO/BP)
LIBUR LEBARAN: Manajemen Bandara Kalimarau bersiap hadapi lonjakan penumpang saat arus mudik Lebaran 2026 dengan membentuk Posko Anglab 2026, hingga Perpanjangan Jam Operasional Bandara. (SENO/BP)

BERAU POST – Manajemen Bandara Kalimarau mulai mematangkan berbagai persiapan untuk menghadapi lonjakan arus mudik Lebaran 2026.

Sejumlah langkah strategis disiapkan, guna memastikan pelayanan penerbangan tetap berjalan lancar di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat.

Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Kalimarau, Bandara Kalimarau, Patah Atabri, mengatakan, arus penumpang pada masa mudik tahun ini diprediksi meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Proyeksi tersebut didasarkan pada tren perjalanan masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Arus mudik tahun ini diprediksi meningkat sekitar 14 persen dibandingkan periode tahun lalu,” ujarnya Rabu (11/3).

Dengan kenaikan tersebut, pihak bandara memperkirakan jumlah penumpang pada hari-hari puncak keberangkatan dapat mencapai sekitar 1.000 orang per hari.

Meski demikian, angka pasti baru akan diketahui setelah periode angkutan Lebaran berlangsung.

Menurutnya, peningkatan proyeksi jumlah penumpang ini menjadi indikator meningkatnya mobilitas masyarakat, khususnya pengguna jasa transportasi udara dari dan menuju Kabupaten Berau.

“Pada hari-hari puncak, kemungkinan keberangkatan bisa mencapai sekitar 1.000 penumpang,” jelasnya.

Berdasarkan perkiraan sementara, puncak arus mudik Lebaran diprediksi terjadi pada 14 hingga 20 Maret. Sementara untuk arus balik diperkirakan berlangsung pada 25 hingga 29 Maret.

“Posko Lebaran 2026 sendiri kita buka mulai 13 Maret hingga 30 Maret,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, pengelola bandara akan membuka Posko Angkutan Lebaran (Angleb) 2026.

Posko ini akan melibatkan berbagai unsur instansi guna memastikan pelayanan, keamanan, serta kelancaran operasional penerbangan selama masa libur Lebaran.

“Posko angkutan Lebaran akan melibatkan tim gabungan dari berbagai instansi,” terangnya.

Tim gabungan yang dimaksud meliputi unsur pengelola bandara, TNI, Polri, tenaga kesehatan, maskapai penerbangan hingga petugas ground handling.

Kehadiran tim lintas instansi ini diharapkan mampu mempercepat koordinasi jika terjadi kendala di lapangan.

Selain itu, pihak bandara juga telah berkoordinasi dengan maskapai penerbangan terkait kemungkinan penambahan jadwal penerbangan untuk mengakomodasi lonjakan penumpang.

Salah satu tambahan penerbangan dijadwalkan oleh maskapai AirAsia pada 19 Maret 2026. Penambahan ini diharapkan dapat membantu mengurai kepadatan penumpang pada periode mudik.

“Penambahan penerbangan ini untuk mengakomodasi kebutuhan penumpang saat arus mudik,” katanya.

Tak hanya itu, manajemen bandara juga bersiaga terhadap kemungkinan gangguan operasional akibat faktor cuaca.

Jika terjadi keterlambatan penerbangan atau penumpukan penumpang, pihak bandara membuka peluang untuk memperpanjang jam operasional bandara.

Langkah tersebut dilakukan agar penerbangan yang mengalami keterlambatan tetap dapat dilayani, tanpa mengganggu jadwal penerbangan lainnya.

“Jika diperlukan, operasional bandara juga bisa diperpanjang untuk mengantisipasi penerbangan yang mengalami delay,” jelasnya.

Patah menegaskan, pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pengguna jasa penerbangan selama periode mudik dan arus balik Lebaran.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh pengguna jasa penerbangan,” tukasnya.

Sementara itu, salah seorang pekerja di Berau asal Semarang, Jawa Tengah, Latifah, menyambut baik berbagai persiapan yang dilakukan oleh pihak bandara.

Ia menilai kesiapan tersebut penting untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik.

“Keamanan dan kenyamanan tentu menjadi kebutuhan utama bagi penumpang,” ujarnya.

Latifah sendiri berencana pulang ke kampung halamannya di Semarang dalam waktu dekat untuk merayakan Lebaran bersama keluarga.

Ia berharap berbagai persiapan yang dilakukan pihak bandara dapat membuat perjalanan mudik berjalan lancar.

“Mudah-mudahan semua persiapan ini membuat perjalanan mudik lebih nyaman,” pungkasnya. (sen/sam)

Editor : Nurismi
#mudik #posko Lebaran #arus mudik lebaran #tenaga medis #bandara kalimarau