BERAU POST – Meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah dalam sepekan terakhir antara Amerika Serikat–Israel dan Iran disebut belum berdampak langsung terhadap jemaah umrah asal Kabupaten Berau.
Hingga saat ini, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Berau mengaku belum menerima laporan adanya warga yang tertahan atau mengalami kendala kepulangan dari Arab Saudi.
Kepala Kantor Kemenag Berau, Kabul Budiono, menegaskan, kondisi jemaah umrah asal Berau terpantau aman.
Bahkan sebutnya, komunikasi dan laporan rutin masih berjalan normal tanpa adanya informasi gangguan perjalanan.
“Jadi untuk warga masyarakat Berau, sampai hari ini kami belum mendapat laporan resmi terkait jemaah umrah yang terkendala,” ujarnya diwawancara kemarin (5/3).
Menurut Kabul, bahkan beberapa jemaah asal Berau baru saja kembali ke tanah air pada Selasa lalu dalam keadaan selamat.
Ia menjelaskan, sejauh ini penerbangan langsung dari Indonesia menuju Jeddah atau Madinah relatif tidak terdampak situasi geopolitik yang memanas.
“Memang catatannya, bagi mereka yang mengambil penerbangan langsung Jeddah atau Madinah sejauh ini aman,” katanya.
Ia menambahkan, potensi hambatan justru terjadi pada penerbangan yang harus transit di sejumlah negara seperti Qatar atau Turki, terutama bagi jemaah yang sekalian berziarah.
Rute tersebut berisiko mengalami penyesuaian jadwal atau penundaan akibat kebijakan penerbangan internasional yang terdampak konflik.
“Kecuali yang tiketnya transit di Qatar atau Turki untuk ziarah, itu yang saat ini ada hambatan,” jelasnya.
Syukurnya lanjut dia, rata-rata jemaah diketahui menggunakan penerbangan langsung sehingga relatif lebih aman dari gangguan rute.
“Alhamdulillah sampai saat ini belum ada laporan yang masuk, kalau ada pasti kami menerima tembusannya,” tegas Kabul.
Ia berharap situasi keamanan di Timur Tengah segera membaik, sehingga aktivitas ibadah umrah dapat berjalan normal tanpa kekhawatiran berlebih.
Kemenag Berau juga terus memantau perkembangan informasi dari pemerintah pusat dan otoritas terkait.
Terkait masyarakat yang telah merencanakan keberangkatan umrah dalam waktu dekat, Kabul mengimbau agar tetap tenang namun bijak dalam mengambil keputusan.
Terlebih menjelang Lebaran, sebagian calon jemaah biasanya sudah memesan tiket dan menjadwalkan perjalanan.
“Kalau sudah terjadwal mudah-mudahan diberikan kelancaran, tetapi bagi yang belum ada kesepakatan keberangkatan bisa mempertimbangkan sambil memantau perkembangan,” imbaunya.
Ia menekankan, yang terpenting adalah memastikan rute penerbangan langsung Indonesia–Jeddah atau Madinah untuk meminimalisasi potensi gangguan.
Di tengah dinamika geopolitik yang belum stabil, Kemenag Berau berharap seluruh jemaah asal daerah ini tetap dalam kondisi sehat dan dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk.
“Mudahan segera kondusif dan tidak kembali memanas, sehingga jemaah kita semua baik-baik,” tukasnya.
Sebelumnya, dilansir dari Jawa Pos, situasi di Timur Tengah yang memanas membuat calon jemaah umrah diliputi kegelisahan. Sejak Sabtu (28/2), ketika Israel bersama Amerika Serikat memulai serangan terhadap Iran, ketegangan di kawasan tersebut meningkat tajam.
Sejumlah negara menutup wilayah udaranya. Beberapa maskapai pun membatalkan penerbangan ke kawasan Timur Tengah.
Dampaknya langsung terasa bagi calon jemaah umrah yang sudah memegang tiket dan jadwal keberangkatan.
Ketidakpastian ini memunculkan pertanyaan besar, apakah keberangkatan tetap sesuai jadwal atau harus tertunda.
Salah satu calon jemaah umrah asal Tuban yang enggan disebutkan namanya berharap tidak ada perubahan jadwal.
Dia dijadwalkan berangkat bersama keluarga pada Minggu ini. “Kami dijadwalkan berangkat Minggu ini. Semoga saja tidak ada perubahan,” ujarnya belum lama ini.
Menurut dia, seluruh persiapan sudah rampung. Tiket, hotel, visa, hingga paspor telah tersedia.
Sesuai rencana, rombongan akan terbang dari Bandara Internasional Juanda menuju Bandara Internasional King Abdulaziz.
Setibanya di Arab Saudi, mereka dijadwalkan menjalankan ibadah umrah selama Ramadan di Makkah. “Semoga saja semua dimudahkan,” katanya. (sen/sam)
Editor : Nurismi