BERAU POST – Tahun ini Bantuan Langsung Tunai (BLT) lanjut usia (Lansia) tidak mampu dan anak yatim piatu kembali digulirkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau. Dinas Sosial (Dinsos) Berau telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 3,2 miliar.
Kepala Dinas Sosial Berau, Iswahyudi, melalui Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Berau, Rusli, menyampaikan, BLT difokuskan untuk kelompok yang benar-benar membutuhkan.
Bantuan tunai masih menjadi solusi untuk menutup kebutuhan dasar yang sulit dipenuhi secara mandiri, khususnya bagi lansia yang sudah tidak produktif dan tidak memiliki sumber penghasilan tetap.
Dijelaskan, penyaluran BLT di wilayah kelurahan dikoordinir langsung oleh Dinsos. Sedangkan untuk 10 kelurahan, proses pendataan dan pengusulan dilakukan melalui mekanisme yang terhubung dengan dinas.
Sementara untuk 100 kampung, pembiayaan bersumber melalui Anggaran Dasar Kampung (ADK).
Pada tahap awal, kuota yang disiapkan untuk anak yatim piatu sebanyak 380 orang dan lansia sebanyak 950 orang.
Namun setelah dilakukan verifikasi dan validasi terhadap data usulan yang masuk, jumlah penerima mengalami penyesuaian.
Dipaparkan, dari 430 usulan anak yatim piatu yang masuk, setelah diverifikasi hanya 168 anak yang memenuhi kriteria sesuai ketentuan.
Sementara untuk lansia, dari 1.586 usulan yang diterima, hanya 509 orang yang dinyatakan sesuai kriteria.
“Semua usulan tidak bisa langsung diterima. Pemberian bantuan sosial sekarang mengacu pada penggunaan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) kategori desil 1 sampai 5,” jelasnya kepada Berau Post, Senin (2/3).
Ditegaskan, penggunaan DTSEN menjadi acuan utama agar bantuan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih.
Kriteria penerima mencakup masyarakat miskin yang masuk dalam desil 1 hingga 5, lansia berusia di atas 60 tahun, anak yatim, serta penyandang disabilitas.
Nama-nama calon penerima yang telah dinyatakan memenuhi kriteria saat ini sudah diajukan ke Bagian Hukum untuk diproses pembuatan Surat Keputusan (SK) Bupati Berau.
Setelah SK diterbitkan, penyaluran bantuan akan segera dilakukan sesuai jadwal.
Untuk tahap pertama atau triwulan I tahun 2026, pencairan direncanakan pada awal April mendatang.
Dengan demikian, dapat dipastikan pada tahap pertama ini sebanyak 168 anak yatim piatu dan 509 lansia akan menerima BLT.
Dari sisi anggaran, Dinsos telah menyiapkan dana sebesar Rp 3.325.000.000 untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.
Pihaknya mengimbau masyarakat yang ingin mengetahui status penerima BLT agar berkoordinasi dengan RT atau pihak kelurahan setempat.
Mengingat seluruh usulan berasal dari kelurahan, komunikasi melalui perangkat wilayah dinilai lebih efektif untuk memastikan apakah yang bersangkutan masuk dalam data DTSEN dan memenuhi kriteria.
Untuk tahap selanjutnya, jumlah penerima masih berpotensi berubah. Hal itu lantaran Dinsos bersama pihak kelurahan akan terus melakukan verifikasi dan validasi data ke lapangan.
Langkah tersebut dilakukan agar data penerima benar-benar akurat dan bantuan yang diberikan tepat sasaran.
"Kami berharap BLT tahun ini dapat menjangkau masyarakat yang memang paling membutuhkan serta mengurangi risiko yang tidak diinginkan," terangnya. (aja/sam)
Editor : Nurismi