BERAU POST - Perayaan Imlek 2026 yang dirangkai dalam Festival Cap Go Meh di Kabupaten Berau berlangsung meriah dan penuh kebersamaan.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Yayasan Harapan Kasih Berau kemarin (1/3) itu menjadi penutup rangkaian Tahun Baru Imlek, sekaligus panggung kebudayaan yang mempererat harmoni masyarakat multietnis di Bumi Batiwakkal -sebutan Berau.
Kegiatannya dirangkai dengan beragam perlombaan dan acara. Di antaranya lomba mewarnai bagi anak-anak, jalan santai, panggung budaya, hingga pertunjukan barongsai.
Ketua Panitia Perayaan Imlek Cap Go Meh 2026, Andreas Tobing, menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik.
“Kami sampaikan terima kasih kepada pemda, sponsor, pelaku UMKM, dan peserta sehingga festival ini bisa terlaksana,” ujarnya.
Dijelaskannya, Cap Go Meh berasal dari bahasa Hokkien yang berarti malam ke-15, yakni puncak perayaan Imlek setelah 14 hari sebelumnya dirayakan bersama keluarga.
Namun di Berau, perayaan ini tidak sekadar seremoni tahunan, melainkan telah menjadi bagian dari kebudayaan yang hidup di tengah keberagaman masyarakat.
“Imlek tidak hanya sebagai pelaksanaan, tetapi budaya di Berau yang hidup dalam keberagaman,” katanya.
Menurut Andreas, keberagaman yang ada di Berau menjadi kekuatan tersendiri. Melalui festival tersebut, masyarakat dari berbagai latar belakang suku dan agama dapat berkumpul, menikmati pertunjukan budaya, serta mendukung pelaku UMKM lokal yang turut meramaikan kegiatan.
“Ini menjadi wujud nyata bahwa perbedaan budaya mempersatukan dan memperkaya identitas kita,” terangnya.
Lebih jauh, panitia juga menaruh harapan besar terhadap dampak ekonomi dan pariwisata yang bisa tumbuh dari kegiatan tersebut.
Festival Cap Go Meh dinilai berpotensi menjadi agenda tahunan yang mampu menarik kunjungan wisatawan, sekaligus memperkenalkan Berau sebagai daerah yang kaya budaya selain kekayaan alamnya.
“Kita ingin tunjukkan Berau tak hanya kaya alam tetapi budaya juga,” lanjutnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang. “Mudah-mudahan ini menjadi agenda tahunan dan mendatangkan wisatawan serta mengangkat citra Berau yang harmonis,” tandasnya.
Andreas juga mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menjaga ketertiban dan suasana kondusif selama perayaan berlangsung.
Ia berharap momentum Imlek membawa keberkahan dan kemajuan bagi daerah.
Sementara Bupati Berau, Sri Juniarsih, menilai Cap Go Meh sebagai puncak perayaan Imlek yang tidak hanya dirayakan oleh masyarakat Tionghoa, tetapi juga diramaikan warga Berau secara luas.
“Cap Go Meh merupakan puncak perayaan Imlek yang juga diramaikan seluruh warga Berau,” ujarnya.
Menurutnya, perayaan tahun ini berdekatan dengan momentum Ramadan sehingga diperlukan komitmen bersama menjaga situasi tetap aman dan harmonis.
“Kita semua berharap bersamaan dengan Ramadan, kita menjaga kondusivitas agar hubungan masyarakat tetap baik,” jelasnya.
Bupati menegaskan bahwa keberagaman di Berau adalah kekayaan yang harus dirawat bersama.
Ia berharap semangat persatuan terus dijaga dan berdampak positif terhadap perekonomian daerah.
“Dengan perayaan ini kita harap Berau semakin kondusif dan memberi dampak ekonomi,” pungkasnya. (sen/sam)
Editor : Nurismi