Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Ekonomi Kaltara 2025 Tumbuh 4,56 Persen, Sektor Konstruksi Jadi 'Primadona' Baru!

Beraupost • Sabtu, 28 Februari 2026 | 09:15 WIB

ILUSTRASI: Konstruksi menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi sepanjang 2025. (HRK)
ILUSTRASI: Konstruksi menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi sepanjang 2025. (HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Perekonomian Kalimantan Utara (Kaltara) sepanjang 2025 mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 4,56 persen (c-to-c).

Seluruh lapangan usaha mengalami pertumbuhan, meski sektor pertambangan dan penggalian masih menunjukkan tekanan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara Mustaqim menjelaskan, pertumbuhan ekonomi tahun 2025 ditopang kuat oleh sektor konstruksi yang mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 11,17 persen.

Kinerja tersebut disusul oleh sektor penyediaan akomodasi dan makan minum 9,99 persen serta perdagangan besar dan eceran reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 9,84 persen.

“Pertumbuhan terjadi pada hampir seluruh lapangan usaha. Konstruksi menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi sepanjang 2025,” ujarnya, Jumat (27/2).

Sementara itu, sektor pertambangan dan penggalian yang selama ini menjadi tulang punggung struktur ekonomi Kaltara justru mengalami kontraksi sebesar 1,09 persen. Adapun sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tumbuh 2,60 persen.

Secara struktur, PDRB Kaltara masih didominasi lima lapangan usaha utama. Pertambangan dan penggalian menyumbang 26,84 persen terhadap total PDRB.

Disusul pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 14,87 persen. Perdagangan besar dan eceran 13,73 persen serta konstruksi 13,70 persen.

“Terakhir, industri pengolahan 8,75 persen. Kelima sektor ini berkontribusi hingga 77,89 persen terhadap perekonomian daerah,” sebut dia.

Pada triwulan IV-2025, ekonomi Kaltara tumbuh 5,49 persen dibandingkan triwulan IV-2024 (y-on-y).

Pertumbuhan tertinggi tercatat pada sektor konstruksi sebesar 14,38 persen. Diikuti jasa keuangan dan asuransi 11,58 persen, penyediaan akomodasi dan makan minum 11,27 persen, serta real estate 10,64 persen.

“Di sisi lain, sektor pertambangan dan penggalian kembali mengalami kontraksi sebesar 1,17 persen secara tahunan,” tuturnya.

Sementara secara triwulanan (q-to-q), ekonomi Kaltara pada triwulan IV-2025 tumbuh 3,84 persen dibandingkan triwulan III-2025.

Lonjakan tertinggi terjadi pada sektor administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib sebesar 15,90 persen, disusul konstruksi 12,41 persen dan jasa keuangan serta asuransi 12,61 persen.

Selanjutnya sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mengalami kontraksi 5,44 persen. Ia menegaskan, capaian ini menunjukkan struktur ekonomi Kaltara mulai semakin beragam dan tidak sepenuhnya bergantung pada sektor pertambangan.

“Diversifikasi ekonomi terus terlihat, terutama dari menguatnya sektor konstruksi dan jasa,” tandasnya. (fai/uno)

Editor : Nurismi
#akomodasi #Kuliner #BPS Kaltara #Sektor