BERAU POST – Masyarakat di Jalan Bujangga, dihebohkan dengan adanya sejumlah remaja yang kedepatan melakukan pencurian tembaga pada Pukul 21.20 Wita, Selasa (24/2).
Dimana, aksi tersebut sempat viral di media sosial dan para pelaku langsung diamankan di Mapolres Berau.
Kasubsipenmas Sihumas Polres Berau, Iptu Muhammad Kasim Kahar, membenarkan informasi tersebut.
Bebernya, setelah pihaknya menerima laporan dari masyarakat akan hal tersebut, tim Satuan Resese dan Kiminal (Satreskrim) Polres Berau langsung menuju ke lokasi dan mengamankan para pelaku.
Mengejutkannya, enam pelaku yang diamankan aparat kepolisian masih berstatus pelajar dan seluruhnya masih berusia di bawah 17 tahun.
“Lima pelaku berstatus pelajar SMP dan satu pelaku masih SD,” ujarnya sat dikonfirmasi awak Berau Post, Rabu (25/2).
Akibat perbuatanya itu, saat ini seluruh pelaku telah diamankan di Mapolres Berau bersama barang bukti berupa tembaga hasil curian.
Pihak kepolisian juga telah memanggil orang tua masing-masing pelaku untuk mendampingi proses pemeriksaan.
Karena para pelaku masih di bawah umur dan berstatus pelajar aktif, kepolisian membuka peluang penyelesaian perkara melalui pendekatan kekeluargaan.
Penahanan pun kemungkinan besar tidak dilakukan, dengan mempertimbangkan aspek perlindungan anak dan masa depan mereka.
“Korban juga kami hadirkan. Nanti akan dilihat bagaimana hasil pertemuan antara keluarga pelaku dan pihak korban. Apakah bisa diselesaikan secara damai atau bagaimana,” jelas Iptu Kasim.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi pencurian bermula ketika dua pelaku mengambil tembaga di salah satu rumah di Jalan Bujangga usai salat magrib.
Setelah berhasil mengambil sebagian barang, dua pelaku kemudian menghubungi empat rekannya untuk ikut serta.
Nahas, aksi mereka kepergok warga sekitar saat hendak melarikan diri sambil membawa barang curian.
Warga yang curiga langsung mengamankan para pelaku, sebelum akhirnya petugas kepolisian datang ke lokasi.
“Tak lama setelah diamankan warga, petugas kepolisian datang dan membawa seluruh pelaku beserta barang bukti ke Mapolres Berau,” tambahnya.
Kahar berharap kejadian ini menjadi pelajaran berharga, baik bagi para pelaku maupun orang tua.
Dengan hadirnya orangtua dalam proses ini, diharapkan pengawasan terhadap anak-anak dapat lebih ditingkatkan, terutama saat berada di luar jam sekolah.
Bagaimanapun, para pelaku masih sangat belia dan memiliki masa depan panjang.
“Harapannya ini yang terakhir. Orangtua harus sama-sama menjaga dan mengawasi anak-anaknya, jangan sampai terjerumus pada tindakan kriminal yang bisa mengancam masa depan mereka,” pesannya.
Sementara salah satu warga Jalan Bujangga, Syari, mengatakan bahwa dirinya pada saat itu sedang asyik bermain handpone di dalam rumah.
Namun, ia mendengar ada teriakan dari tetangganya dengan berteriak ‘maling’. Karena merasa ada yang tidak beres, maka dirinya langsung keluar rumah dan melihat sudah banyak warga yang mengepung.
“Yang disayangkan para pelaku itu masih anak-anak semua,” sebut dia.
Dengan adanya perisitiwa seperti ini menurutnya menjadi perhatian untuk semua khususnya masyarakat agar selalu berhati-hati.
“Beruntung pada saat itu pihak kepolisian datang dengan cepat sehingga para pelaku langsung bisa diamankan,” tutupnya. (aky/sam)
Editor : Nurismi