Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Air Mata Haru di Rutan Tanjung Redeb: Momen 'MESRA' Saat Narapidana Buka Puasa Bareng Keluarga

Beraupost • Selasa, 24 Februari 2026 | 14:15 WIB

SUASANA HANGAT: Suasana hangat terlihat saat berbuka puasa bersama WBP dan keluarganya. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)
SUASANA HANGAT: Suasana hangat terlihat saat berbuka puasa bersama WBP dan keluarganya. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)

Sore itu Minggu (22/2), langit di perlahan berubah warna menjadi jingga. Di halaman Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Tanjung Redeb, langkah kecil anak-anak beriringan dengan langkah tegar para ibu yang menggenggam tas berisi makanan dan doa.

Waktu seakan berjalan lebih pelan ketika petugas rutan membuka pintu, untuk sebuah pertemuan yang lama dirindukan.

ARTA KUSUMA YUNANDA, Tanjung Redeb

Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, pengurus Rutan Kelas IIB Tanjung Redeb menggelar Program MESRA (Momen Bersama Keluarga), sebuah inisiatif yang menghadirkan buka puasa bersama antara warga binaan dan keluarga mereka.

Bukan sekadar agenda seremonial, kegiatan ini menjelma menjadi ruang pertemuan hati, tempat rindu dilepaskan, dan harapan kembali diteguhkan.

Sejak sore, suasana rutan terasa berbeda. Jika biasanya ruang kunjungan identik dengan batas waktu dan sekat formalitas, hari itu atmosfernya berubah hangat.

Petugas menyambut keluarga dengan ramah, memastikan setiap proses berjalan tertib dan aman.

Di sudut ruangan, seorang anak kecil memeluk ayahnya erat, seolah tak ingin melepas genggaman yang lama hilang dari hari-harinya.

Di sisi lain, seorang ibu mengusap bahu putranya yang kini tengah menjalani masa pembinaan, menyampaikan kekuatan lewat sentuhan sederhana.

Program MESRA merupakan bagian dari kebijakan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara yang dilaksanakan serentak oleh seluruh UPT Lapas dan Rutan di wilayah tersebut.

Lebih dari sekadar program, MESRA adalah wujud nyata pendekatan pemasyarakatan yang humanis bahwa proses pembinaan tidak hanya berbicara soal aturan, tetapi juga tentang menjaga ikatan emosional yang menjadi fondasi perubahan.

Menjelang azan Magrib, lantunan doa bersama menggema lembut di ruangan itu. Warga binaan duduk berdampingan dengan orangtua, pasangan, dan anak-anak mereka.

Ketika suara azan akhirnya berkumandang, keheningan sejenak pecah oleh tegukan air dan isak haru yang tak mampu dibendung.

Hidangan sederhana di atas meja terasa istimewa, bukan karena ragamnya, tetapi karena kebersamaan yang menyertainya.

Kepala Rutan Kelas II B Tanjung Redeb, Rian Permana, menegaskan pentingnya peran keluarga dalam proses pembinaan.

Dukungan moral menurutnya, menjadi 'bahan bakar' utama bagi warga binaan untuk menjalani hari-hari dengan semangat memperbaiki diri.

“Keluarga adalah alasan untuk bangkit. Melalui Program MESRA, kami ingin memastikan bahwa ikatan itu tetap terjaga dan semakin kuat,” ujarnya.

Ramadan diharapnya menjadi momentum yang tentunya menginspirasi, sehingga akan menjadi suatu hal yang akan terus dikenang oleh WBP saat menjalani hukuman.

“Kita tidak mau karena menjalani masa hukuman, mereka (WBP, red) jauh dengan keluarga. Meski menjalani masa hukuman di ‘jeruji besi’, mereka harus tetap bisa merasakan kedekatan bersama keluarga,” pesannya.

Di balik setiap senyum dan air mata sore itu, tersimpan harapan besar. Bagi warga binaan, kehadiran keluarga menjadi pengingat akan tujuan akhir kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.

Ramadan mengajarkan kesabaran, keikhlasan, dan pengampunan nilai-nilai yang sejalan dengan semangat pemasyarakatan.

“Program MESRA direncanakan terus berlangsung sepanjang bulan suci dengan tetap mematuhi prosedur keamanan yang berlaku. Melalui kegiatan ini, Rutan Tanjung Redeb menegaskan komitmennya menghadirkan pembinaan yang Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan, dan Inovatif serta berorientasi pada kemanusiaan," sebutnya.

Ramadan kali ini membuktikan bahwa di balik tembok tinggi dan pintu besi, nilai-nilai kasih sayang tetap menemukan jalannya.

Di ruang yang mungkin terbatas secara fisik, cinta dan harapan justru terasa tak berbatas.

Program MESRA bukan hanya tentang berbuka puasa bersama, tetapi tentang merajut kembali ikatan yang menjadi cahaya penuntun menuju masa depan yang lebih baik. (sam)

Editor : Nurismi
#Rutan Kelas IIB Tanjung Redeb #progam #ramadan