BERAU POST – Kondisi pelayanan kesehatan di Kampung Long Lanuk, Kecamatan Sambaliung, kian memprihatinkan.
Di tengah ancaman banjir di wilayah tersebut, fasilitas Pusat Pembantu (Pustu) yang menjadi tumpuan utama masyarakat justru berada dalam kondisi tidak layak dan terancam keselamatannya.
Kepala Kampung Long Lanuk, Samuel, mengatakan bangunan pustu yang terletak di RT 45 Nyapa Indah sering terdampak banjir saat musim hujan tiba.
Air yang menggenangi area sekitar bahkan masuk ke dalam bangunan, mengganggu aktivitas pelayanan medis.
Situasi ini tidak hanya menyulitkan tenaga kesehatan, tetapi juga membahayakan warga yang membutuhkan perawatan.
Menurutnya, kondisi tersebut sudah tidak bisa lagi dibiarkan berlarut-larut, pembangunan pustu baru menjadi prioritas utama demi menjamin keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
“Khususnya di RT 45 Nyapa Indah, kami mengusulkan pembangunan pustu. Kondisinya saat ini sudah tidak layak untuk pelayanan kesehatan, apalagi sekarang sedang musim banjir,” ujarnya.
Menurut Samuel, lokasi pustu yang sekarang memang sangat rentan terdampak banjir karena berada di area rendah.
Setiap kali air sungai meluap atau hujan deras mengguyur, akses menuju fasilitas kesehatan tersebut menjadi sulit dijangkau.
Padahal, bagi warga di kampung yang cukup jauh dari pusat kota, keberadaan pustu sangat vital sebagai layanan kesehatan pertama sebelum dirujuk ke fasilitas yang lebih lengkap.
Persoalan ini bahkan telah disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan beberapa waktu lalu.
Pemerintah Kampung Long Lanuk secara resmi mengajukan pembangunan pustu baru sebagai bagian dari total 39 usulan pembangunan yang diajukan tahun ini.
“Infrastruktur jalan dan fasilitas kesehatan merupakan dua kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda. Jalan yang layak akan mempermudah mobilitas warga dan distribusi logistik, sementara fasilitas kesehatan yang memadai menjadi penopang utama kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
Keluhan masyarakat Kampung Long Lanuk turut mendapat perhatian Anggota Komisi I DPRD Berau, Thamrin.
Ia menyebut persoalan pustu telah disuarakan dalam musrenbang tingkat kecamatan dan menjadi salah satu aspirasi utama warga.
Menurut Thamrin, pemerintah daerah harus memberikan perhatian serius terhadap kondisi ini, mengingat Kampung Long Lanuk berada cukup jauh dari wilayah perkotaan.
Akses menuju fasilitas kesehatan yang lebih besar, membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit.
Oleh karena itu, keberadaan pustu yang aman dan layak menjadi kebutuhan mendasar.
“Kesehatan adalah hal yang sangat penting, terlebih bagi masyarakat di wilayah yang jauh dari pusat kota. Keluhan terkait pustu ini harus menjadi perhatian serius dan segera direalisasikan,” tegasnya.
Karena diakunya juga bahwa memang masih banyak wilayah selain di Kampung Long Lanuk yang membutuhkan akses dan sarpras kesehatan yang memadai.
Karena itu, dirinya meminta agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar dapat terus melakukan koordinasi dengan tim kesehatan yang ada di tingkat kampung.
“Keluhan dari mereka (tim kesehatan kampung, red) itu harusnya bisa diperhatian, karena mereka jauh dari wilayah perkotaan yang dekat dengan rumah sakit,” tutupnya. (aky/sam)
Editor : Nurismi