Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Tips Berburu Takjil di Masjid Agung Berau: Datang Lebih Awal Biar Gak Kehabisan!

Beraupost • Jumat, 20 Februari 2026 | 14:10 WIB
PASAR RAMADAN: Kemeriahan Pasar Ramadan di Masjid Agung Baitul Hikmah tahun ini diikuti berbagai UMKM dan PKL. (IZZA/BP)
PASAR RAMADAN: Kemeriahan Pasar Ramadan di Masjid Agung Baitul Hikmah tahun ini diikuti berbagai UMKM dan PKL. (IZZA/BP)

BERAU POST – Pasar Ramadan 1447 Hijriah di halaman Masjid Agung Baitul Hikmah resmi dibuka Kamis (19/2). Sebanyak 142 pedagang ambil bagian dalam kemeriahan bazar tahunan yang menjadi salah satu pusat perputaran ekonomi masyarakat selama bulan suci Ramadan tersebut.

Pasar Ramadan dibuka langsung Pembina Yayasan Masjid Agung Baitul Hikmah, Makmur HAPK.

Ia menyampaikan apresiasi atas kerja keras panitia dan tingginya antusiasme para pedagang yang ikut meramaikan Pasar Ramadan tahun ini.

Makmur berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berjualan, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga, serta memperkuat peran masjid sebagai pusat kegiatan umat.

“Mari kita bersama-sama menjaga suasana kondusif selama Ramadan agar kegiatan ibadah dan aktivitas ekonomi dapat berjalan seimbang dan saling mendukung,” katanya.

Sementara Ketua Pengurus Masjid Agung Baitul Hikmah, Kafrawi, mengungkapkan, pelaksanaan bazar Ramadan tahun ini merupakan hasil evaluasi dari pelaksanaan sebelumnya.

Ia menjelaskan, awalnya kegiatan Pasar Ramadan dikelola di kawasan Pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD), namun kurang mendapat respons dari masyarakat sehingga kebijakan pengelolaan diserahkan kepada pemerintah daerah.

“Awalnya kami hanya mengelola 20 tenda, sekarang sudah 40 tenda yang kami siapkan. Alhamdulillah, antusiasme pedagang terus meningkat. Bahkan sampai sore ini masih ada promosi kendaraan yang ingin bergabung. Namun karena keterbatasan fasilitas, kami persilakan yang ingin ikut untuk menggelar tenda sendiri,” ujarnya.

Kafrawi merinci, dari total 142 pedagang yang terdaftar, terdapat lima pelaku usaha promosi kendaraan, 49 Pedagang Kaki Lima (PKL) tanpa tenda, 40 pedagang yang menempati tenda, serta 48 UMKM yang menggunakan meja.

Dalam satu tenda atau meja, ada yang diisi dua orang pedagang, namun sebagian juga berjualan secara perorangan.

Jumlah tersebut mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya hanya sekitar 40 pelaku usaha yang bergabung, kini jumlah PKL dan UMKM telah mencapai seratus lebih pelaku usaha di luar pedagang lainnya.

Hal ini menunjukkan geliat ekonomi masyarakat selama Ramadan semakin tumbuh.

Selain memfasilitasi pedagang, panitia juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan penyuluhan kepada para pelaku usaha.

“Kami berterima kasih atas penyuluhan dari Dinas Kesehatan. Mudah-mudahan para pelaku usaha semakin memahami standar pelayanan dan kebersihan dalam menjajakan takjil sesuai standar kesehatan,” katanya.

“Meskipun pelaksanaan Pasar Ramadan hanya 27 hari, kami tetap ingin memberikan perlindungan ketenagakerjaan kepada para pedagang,” sambungnya.

Ia menambahkan, standar kesehatan selalu menjadi perhatian utama panitia. Bahkan saat masa pandemi Covid-19 lalu, para pedagang diwajibkan memasang pelindung plastik agar makanan tidak terkontaminasi.

“Alhamdulillah, dari pelaku usaha yang berjualan semua mematuhi masukan dan saran dari pemerintah daerah,” tuturnya.

Di tengah maraknya Pasar Ramadan di berbagai titik kota, dirinya mengucapkan terima kasih kepada para pedagang yang tetap memilih berjualan di halaman Masjid Agung Baitul Hikmah.

Ia berharap momentum Ramadan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan sekaligus mempererat kebersamaan.

“Saya ucapkan terima kasih kepada PKL dan UMKM yang telah bergabung. Mudah-mudahan penjualan kulinernya lancar dan membawa berkah,” pesannya.

Sememtara salah seorang pedagang, Edi, yang menjual ikan bakar, ayam bakar, dan aneka minuman, mengaku rutin mengikuti Pasar Ramadan setiap tahunnya.

“Setiap tahun saya ikut Pasar Ramadan, alhamdulillah selalu ramai. Semoga tahun ini juga ramai dan membawa berkah,” ujarnya.

Ia juga bersyukur sebelum pelaksanaan bazar para pedagang mendapatkan pelatihan keamanan pangan, sehingga mereka lebih memahami pentingnya menjaga kebersihan.

Cara pengolahan makanan yang higienis, serta standar penyimpanan dan penyajian yang sesuai demi menjamin kualitas dan keamanan konsumsi bagi para pembeli.

“Alhamdulillah sebelum pelaksanaan kami diberi pelatihan keamanan pangan. Insyaallah kami akan selalu menjaga kebersihan dan menjaga kualitas makanan yang kami jual,” tambahnya. (aja/sam)

Editor : Nurismi
#berau #ramadan #berburu takjil #masjid agung