BERAU POST – Menyambut Bulan Suci Ramadan, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Berau menegaskan komitmennya untuk menjaga keandalan pasokan listrik di Bumi Batiwakkal.
Berbagai langkah antisipatif pun dilakukan, guna meminimalisasi terjadinya pemadaman khususnya di wilayah Tanjung Redeb dan sekitarnya.
Untuk mewujudkan itu, Manager PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Berau, Clif Salomo Panjaitan, menyampaikan bahwa pihaknya saat ini mengintensifkan pemeliharaan jaringan listrik sebagai upaya memastikan kontinuitas suplai selama masyarakat menjalankan ibadah puasa.
“Dalam beberapa hari ke depan kami fokus melakukan pemeliharaan jaringan. Jika terjadi gangguan, sebisa mungkin kami lokalisir agar tidak berdampak luas ke pelanggan,” ujar Clif saat ditemui awak media kemarin (5/2).
Ia menjelaskan, gangguan kelistrikan pada umumnya disebabkan oleh dua faktor utama, yakni faktor internal dan eksternal.
Faktor internal berkaitan dengan peralatan teknis, sementara faktor eksternal seringkali dipicu oleh gangguan hewan seperti monyet dan kelelawar, serta pohon tumbang yang menyentuh jaringan listrik.
Untuk gangguan bersifat sementara, Clif menyebut sistem kelistrikan PLN saat ini telah dilengkapi dengan fitur reclose otomatis.
“Jika jaringan terganggu akibat hewan, sistem proteksi akan memutus aliran sesaat dan biasanya kembali normal dalam waktu 15 hingga 30 detik,” jelasnya.
Sementara itu, untuk gangguan permanen atau kejadian luar biasa seperti tiang roboh akibat kecelakaan, PLN telah menyiagakan personel dan mitra kerja secara on-call selama 24 jam guna memastikan perbaikan dapat dilakukan secepat mungkin.
Mengantisipasi peningkatan konsumsi listrik selama Ramadan, Clif memastikan pasokan energi di Kabupaten Berau saat ini sudah berada dalam kondisi aman.
Saat ini, sistem kelistrikan Berau mendapat dukungan dari Sistem Mahakam dengan suplai rata-rata 8 hingga 10 megawatt (MW), serta kapasitas maksimal mencapai 15 hingga 17 MW.
Adapun beban puncak listrik Berau berada di kisaran 43 hingga 45 MW.
“Dari sisi pembangkit, kami sudah mendapat dukungan Sistem Mahakam. Kami berupaya semaksimal mungkin untuk meminimalisasi potensi defisit maupun pemadaman bergilir. Seluruh personel akan kami siagakan penuh sejak awal puasa,” tegasnya.
Upaya PLN tersebut turut mendapat perhatian Wakil Ketua Komisi II DPRD Berau, Arman Nofriansyah.
Ia menilai isu pemadaman listrik saat Ramadan kerap menjadi kekhawatiran masyarakat dan hampir selalu menjadi agenda rutin setiap tahunnya.
Menurut Arman, pemadaman listrik di bulan suci sangat mengganggu aktivitas ibadah umat Muslim, terutama saat sahur dan berbuka puasa.
Oleh karena itu, Ia meminta PLN benar-benar bekerja maksimal agar pemadaman tidak kembali terjadi di Ramadan tahun ini.
“Pemeliharaan jaringan memang sudah menjadi tugas PLN. Harapannya, dengan persiapan yang matang, pemadaman listrik saat Ramadan tidak lagi terulang karena ini sangat mengganggu ibadah masyarakat,” ujarnya.
Ia pun berharap PLN dapat bekerja secara optimal dan konsisten dalam menjaga keandalan pasokan listrik demi kenyamanan masyarakat Berau selama menjalankan ibadah di Bulan Suci Ramadan.
“Intinya kami meminta agar tidak ada lagi terkait dengan pemadaman selama Ramadan, karena akan memicu kemarahan masyarakat,” tutupnya. (aky/sam)
Editor : Nurismi