BERAU POST – Wacana pembangunan sirkuit permanen di Kabupaten Berau terus dimatangkan.
Keseriusan tersebut ditunjukkan melalui kunjungan studi tiru yang dilakukan Wakil Ketua Komisi II DPRD Berau, Arman Nofriansyah, bersama Ketua IMI Berau Noviar Ridwan, serta perwakilan dari KONI dan Dispora Berau ke Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Selasa (3/2).
Itu dilakukan untuk memperkuat persiapan pembangunan sirkuit permanen berstandar nasional di Berau.
Fokus utama studi tiru meliputi pendalaman perencanaan desain sirkuit, sistem pengelolaan fasilitas olahraga, hingga strategi meningkatkan keterlibatan publik dalam pengembangan olahraga otomotif.
Arman Nofriansyah menjelaskan, studi tiru merupakan langkah krusial agar pembangunan sirkuit nantinya benar-benar sesuai dengan standar teknis sekaligus menjawab kebutuhan atlet lokal.
“Dari kunjungan ini, kami mendapatkan banyak pelajaran berharga, terutama bagaimana pemerintah kota besar seperti Surabaya mengelola fasilitas olahraga dan memaksimalkan peran para stakeholder,” ujarnya.
Menurut Arman, pembangunan sirkuit tidak hanya berbicara soal desain atau layout lintasan semata, melainkan bagaimana fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat luas.
“Ini bukan sekadar soal sirkuit balap, tetapi bagaimana fasilitas tersebut bisa menjadi sarana pembinaan atlet sekaligus ruang publik yang hidup bagi masyarakat,” tambahnya.
Ia menegaskan, pengalaman dari Surabaya akan menjadi dasar penyusunan master plan sirkuit permanen Berau, yang dirancang tidak hanya sebagai venue perlombaan, tetapi juga sebagai pusat pengembangan olahraga otomotif yang berkelanjutan.
“Harapan kami, sirkuit nanti tidak hanya digunakan saat lomba, tetapi juga berfungsi sebagai tempat latihan, pelatihan, hingga edukasi olahraga otomotif. Kita ingin Berau memiliki fasilitas yang benar-benar bisa dibanggakan,” jelas Arman yang juga menjabat sebagai Ketua Harian KONI Berau.
Lebih lanjut, Arman menyebut Surabaya dipilih sebagai lokasi studi tiru karena memiliki infrastruktur olahraga yang lengkap, dan dikenal aktif menggelar berbagai event olahraga serta sport tourism yang berdampak positif terhadap perekonomian daerah.
“Kami melihat kolaborasi antara pemerintah, DPRD, KONI, dan komunitas olahraga di Surabaya berjalan sangat baik. Pola ini yang ingin kita adopsi di Berau, agar sirkuit tidak hanya menjadi proyek fisik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pembinaan atlet dan pertumbuhan ekonomi lokal,” tegasnya.
Sementara Ketua IMI Berau, Noviar Ridwan, menilai studi tiru ini memberikan gambaran nyata tentang seperti apa pembangunan sirkuit permanen yang ideal untuk Kabupaten Berau.
Dengan adanya langkah ini, Noviar berharap seluruh proses perencanaan hingga pembangunan ke depan dapat berjalan lancar, sehingga harapan masyarakat khususnya para pecinta otomotif untuk memiliki sirkuit permanen dapat terwujud.
“IMI Berau siap mengawal seluruh tahapan pengembangan ini agar benar-benar terlaksana sesuai harapan,” ujarnya.
Karena diakunya, terkait dengan sirkuit ini sudah diwacanakan sejak beberapa tahun lalu. Bersyukur katanya, tahun ini untuk proses pembangunannya bisa berjalan dan terlihat.
“Saya nilai bahwa Pemkab Berau sudah serius untuk menagngai masalah ini, semoga saja pembangunan sirkuit tersebut bisa terlaksana dengan cepat,” tutupnya.
Sebagai informasi, sebelumnya IMI Berau bersama Dispora dan sejumlah stakeholder terkait telah melakukan peninjauan awal terhadap lahan yang direncanakan sebagai lokasi pembangunan sirkuit permanen yang berada di Kampung Samburakat, Kecamatan Gunung Tabur. (aky/sam)
Editor : Nurismi