Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Update Geopark Berau: Papan Informasi dan Logo Baru Mulai Terpasang di Lokasi Wisata Unggulan

Beraupost • Selasa, 3 Februari 2026 | 14:55 WIB
ILUSTRASI: Disbudpar Berau mematangkan persiapan Geopark Sangkulirang Mangkalihat untuk mendukung pengusulan sebagai geopark nasional. (IZZA/BP)
ILUSTRASI: Disbudpar Berau mematangkan persiapan Geopark Sangkulirang Mangkalihat untuk mendukung pengusulan sebagai geopark nasional. (IZZA/BP)

BERAU POST  – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau terus mematangkan persiapan pengembangan Geopark Sangkulirang Mangkalihat menjadi geopark nasinal, seperti yang diusulkan Pemprov Kaltim kepada pemerintah pusat.

Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda Disbudpar Berau, Asri Toldo, menyampaikan, saat ini sudah ada Surat Keputusan (SK) tim teknis dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Selain itu, Kabupaten Berau juga telah menindaklanjuti dengan membentuk tim teknis pengelolaan Geopark Sangkulirang Mangkalihat di wilayah Berau.

Tim tersebut telah ditetapkan melalui SK Bupati Berau, dengan Sekretaris Kabupaten Berau sebagai ketua.

“Kita bersyukur perkembangan Geopark saat ini progresnya semakin bagus. Setelah pengusulan oleh Gubernur Kaltim menjadi geopark nasional, sudah ada SK tim teknis dari provinsi,” ujarnya kemarin (2/2).

Dijelaskan, sejak tahun lalu Disbudpar Berau sudah mulai melakukan berbagai tahapan awal, salah satunya melalui kegiatan feasibility yang disertai dengan edukasi kepada masyarakat.

Upaya tersebut dilakukan, sebagai bagian dari persiapan jangka panjang agar masyarakat dan pengelola daya tarik wisata memahami konsep geopark dan perannya dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Selain edukasi, Disbudpar Berau juga telah menyiapkan sejumlah perangkat pendukung.

Di antaranya pembuatan roll banner dan logo Geopark Sangkulirang Mangkalihat, serta pemasangan papan informasi di beberapa geosite yang berada di Kabupaten Berau.

Langkah ini dilakukan, untuk memperkuat identitas geopark sekaligus memberikan informasi awal kepada pengunjung dan masyarakat.

“Kita sudah bikin roll banner dan logo Sangkulirang Mangkalihat, kemudian juga ada papan informasi di beberapa geosite yang ada di Kabupaten Berau,” sebutnya.

Untuk tahun ini, Berau akan kedatangan tim asesmen dari pemerintah pusat untuk melakukan penilaian langsung terhadap kesiapan geopark.

Meski belum diketahui jadwal pastinya, pihaknya saat ini terus melakukan berbagai persiapan agar proses asesmen dapat berjalan optimal.

"Salah satu harapan ke depan adalah dilaksanakannya launching besar untuk memperkenalkan logo Geopark Sangkulirang Mangkalihat secara lebih luas kepada publik," terangnya.

Lanjutnya, salah satu hal yang patut disyukuri adalah sebagian besar kawasan yang masuk dalam Geopark Sangkulirang Mangkalihat di Kabupaten Berau sudah lebih dulu berkembang sebagai daya tarik wisata.

Pengelolaan kawasan tersebut juga telah melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat, sehingga pengembangan geopark tidak dimulai dari kondisi nol.

Ke depan, Disbudpar Berau akan lebih intens melakukan upaya penyadartahuan kepada masyarakat dan para pengelola wisata, bahwa daya tarik wisata yang ada merupakan bagian dari Geopark Sangkulirang Mangkalihat.

"Untuk mendukung proses menuju geopark nasional, saat ini dokumen-dokumen pendukung juga tengah disiapkan," ucapnya.

Salah satu tantangan yang dihadapi adalah kebutuhan untuk menyampaikan informasi secara terbuka kepada publik bahwa sejumlah daya tarik wisata di Berau masuk dalam kawasan geopark.

Aspek visibility menjadi perhatian utama, termasuk penyediaan tanda dan papan informasi yang memadai di setiap lokasi. Upaya ini diharapkan dapat didukung bersama oleh pemerintah dan pihak swasta.

Di Kabupaten Berau sendiri terdapat 15 geosite yang tersebar di 12 kecamatan. Geosite tersebut meliputi Kompleks Gua Melawang, Batuan Serpentinit-Rijang Mangkajang, Endapan Delta Formasi Latih Long Lanuk, Mataair Panas Pemapak, Danau Tulung Ni Lenggo, Danau Labuan Cermin, Batugamping Formasi Tabalar Teluk Sulaiman.

Kompleks Batuan Pra-Tersier Tanjung Sinondok, Air Terjun Aur Lingkacan, Kerucut Karst Merabu, Gua Beloyot, Sedimen Laut Formasi Telen Lesan Dayak, Danau Haji Buang, Gua Halo Tabung, dan Danau Kakaban.

"Kabupaten memang harus memiliki tim yang solid untuk mengembangkan geopark," tegasnya.

Karena itu, sejak tahun lalu Pemkab Berau telah mulai melakukan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) agar seluruh pihak yang tergabung dalam tim memiliki pemahaman yang sama terkait peran dan langkah yang harus dilakukan.

Disbudpar Berau tentunya akan menjalankan peran sesuai kewenangannya, termasuk dalam hal edukasi dan pelibatan masyarakat.

Mengingat pengusulan geopark nasional dilakukan oleh provinsi, Kabupaten Berau berperan sebagai pendukung aktif.

Namun, Berau berharap dapat menjadi salah satu pintu utama akses Geopark Sangkulirang Mangkalihat selain Kutai Timur. Mengingat akses ke Berau kini semakin mudah dengan adanya jalur penerbangan.

Terkait dukungan dari provinsi, hingga awal tahun ini belum ada informasi rinci mengenai kegiatan lanjutan.

Meski begitu, Asri menyebut akan ada pendampingan, sebagaimana yang telah dilakukan sebelumnya oleh Bappenas Kalimantan Timur.

Sebelumnya, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau, Muhammad Said, menekankan Geopark Sangkulirang Mangkalihat merupakan kawasan yang melintasi dua kabupaten, yaitu Berau dan Kutai Timur.

Namun, dari sisi sebaran situs geologi, Kabupaten Berau memiliki jumlah situs terbanyak.

Pemerintah daerah berharap, jika nantinya kawasan ini ditetapkan sebagai Geopark Nasional, akan memberikan banyak manfaat, termasuk mendukung kegiatan riset, membuka peluang pendapatan daerah, dan mendorong sektor pariwisata serta transportasi.

"Ini akan banyak memberikan manfaat sebagai riset. Kemudian juga akan mendatangkan pendapatan ke daerah," ucapnya.

Lanjutnya, keberadaan Geopark ini juga akan berdampak pada pemberdayaan masyarakat sekitar.

Proses pengusulan dilakukan melalui pemerintah provinsi sebagai koordinator, sementara badan pelaksana pengelolaan Geopark ditetapkan oleh gubernur.

Di dalamnya, terdapat dua perangkat daerah dari provinsi serta keterlibatan langsung dari Kabupaten Berau dan Kabupaten Kutai Timur.

Seluruh elemen ini bekerja bersama secara paralel, dan diharapkan mampu menyelesaikan proses pengusulan sesuai target waktu yang ditentukan. (aja/sam)

Editor : Nurismi
#geopark #berau #pariwisata