Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Update Titik Banjir Berau Hari Ini: Kawasan Strategis Gatot Subroto Jadi Langganan

Beraupost • Senin, 2 Februari 2026 | 09:14 WIB
TERJANG BANJIR: Sejumlah kendaraan bermotor berusaha menerobos banjir, beberapa titik di Jalan Gatot Subroto terpantau mengalami banjir yang cukup menghambat laju kendaraan. (SENO/BP)
TERJANG BANJIR: Sejumlah kendaraan bermotor berusaha menerobos banjir, beberapa titik di Jalan Gatot Subroto terpantau mengalami banjir yang cukup menghambat laju kendaraan. (SENO/BP)

BERAU POST - Hujan yang mengguyur Tanjung Redeb sejak Senin (2/2) subuh menyebabkan kemunculan titik-titik banjir. Hal itu kembali dikeluhkan warga di wilayah perkotaan Kabupaten Berau.

Salah satunya terjadi di kawasan Jalan Gatot Subroto, yang setiap hujan deras turun, genangan air kerap muncul dan mengganggu aktivitas warga maupun pelaku usaha di sekitar lokasi.

Pedagang kaki lima di Jalan Gatot Subroto, Agung, mengatakan banjir sudah menjadi persoalan rutin yang dialaminya selama berjualan.

Menurutnya, genangan air hampir selalu muncul setiap kali hujan deras, meski durasinya relatif singkat.

“Setiap hujan deras walaupun cuma setengah jam pasti banjir, air kiriman dari arah belakang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, banjir tidak hanya menggenangi badan jalan dan pelataran rumah, tetapi pernah masuk hingga ke dalam bangunan. Kondisi tersebut tentu berdampak pada aktivitas usahanya.

“Paling parah air pernah masuk ke dalam rumah, bukan hanya di depan tapi sampai ke dalam,” katanya.

Agung menyebut, saat banjir terjadi, pembeli enggan singgah sehingga dagangannya sepi.

Ia berharap persoalan ini mendapat perhatian serius dari pihak terkait, mengingat lokasinya berada di kawasan strategis. “Kalau sudah banjir, dagangan sepi karena orang mikir mau singgah juga susah,” ucapnya.

Keluhan serupa disampaikan warga setempat, Suparmin, yang telah puluhan tahun menetap di kawasan tersebut.

Ia menilai persoalan utama terletak pada tidak optimalnya saluran drainase yang menampung aliran air dari wilayah yang lebih tinggi. “Air dari atas turun ke bawah, tapi parit tidak ada, ini yang bikin repot,” tuturnya.

Suparmin menjelaskan, saat hujan lebat, air dari arah atas bertemu dengan kondisi selokan yang tidak mampu menampung debit air, ditambah pengaruh pasang.

Akibatnya, air menggenang cukup lama di sekitar rumah warga. “Di selokan ada air pasang, akhirnya menggenang di sini,” ujarnya.

Ia mengaku, selama puluhan tahun tinggal di lokasi tersebut, banjir yang masuk ke dalam rumah baru terjadi dalam beberapa tahun terakhir. “Saya tinggal sejak 1980, baru tahun kemarin 2025 air sampai masuk rumah,” katanya.

Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan penanganan menyeluruh, terutama dengan pembenahan sistem drainase dan pengelolaan aliran air. Mereka menilai, jika tidak segera diatasi, genangan banjir di kawasan perkotaan Berau berpotensi semakin meluas dan berdampak pada aktivitas ekonomi serta kenyamanan masyarakat. (sen)

Editor : Nurismi
#hujan #banjir #tanjung redeb