BERAU POST – Bupati Berau, Sri Juniarsih, menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-17 Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) yang digelar di Ball Room Aston Hotel & Residence, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.
Rakernas Apkasi menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah pusat.
Sekaligus menyatukan langkah dalam merumuskan arah pembangunan daerah yang selaras dengan kebijakan nasional. Mengusung tema Wujudkan Asta Cita untuk Daerah yang Sejahtera.
Kehadiran Bupati dalam agenda nasional ini dimanfaatkan untuk memperjuangkan berbagai kepentingan daerah, mulai dari sektor pertanian, pembangunan desa, hingga penguatan perlindungan sosial masyarakat.
Pada hari pertama Rakernas, Sri Juniarsih aktif menyampaikan aspirasi daerah dalam sesi dialog bersama Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.
Dalam kesempatan tersebut, Sri Juniarsih menegaskan bahwa Kabupaten Berau memiliki potensi kakao unggulan yang telah dikenal luas, namun masih terkendala kapasitas produksi.
“Berau memiliki cokelat berkualitas, tetapi produksi kami masih terbatas,” ujarnya.
Mendengar hal itu, Menteri Pertanian langsung merespons dengan memberikan dukungan konkret berupa bantuan bibit.
Kabupaten Berau mendapatkan alokasi bantuan masing-masing 200 hektare bibit kakao dan 200 hektare bibit kelapa, dua kali lipat dari usulan awal.
Dukungan tersebut dinilai strategis untuk memperkuat sektor pertanian dan mendorong hilirisasi komoditas unggulan di Berau.
Bantuan tersebut sejalan dengan langkah Pemerintah Kabupaten Berau, yang telah menetapkan sejumlah desa sebagai sentra pengolahan kakao.
Dengan penguatan dari hulu hingga hilir, sektor pertanian diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat desa.
Pada hari kedua Rakernas, Bupati Sri Juniarsih kembali mengikuti rangkaian dialog strategis yang menghadirkan sejumlah menteri dan pejabat nasional.
Dialog pertama membahas penguatan manajemen aparatur sipil negara bersama Kepala Badan Kepegawaian Negara, yang menekankan pentingnya birokrasi profesional dan adaptif di daerah.
Dialog berikutnya bersama Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal membahas optimalisasi pemanfaatan Dana Desa.
Dalam forum tersebut, Bupati Berau menyoroti pentingnya kejelasan regulasi agar desa tetap memiliki ruang fiskal yang memadai dalam menentukan prioritas pembangunan. “Desa perlu kepastian agar pemanfaatan Dana Desa tepat sasaran,” katanya.
Sementara itu, dialog bersama Menteri Sosial menyoroti peran pemerintah daerah dalam mendukung program perlindungan sosial dan upaya pengentasan kemiskinan melalui pendidikan.
Sri Juniarsih menilai sinergi lintas sektor menjadi kunci agar program nasional benar-benar dirasakan manfaatnya di daerah.
“Forum ini strategis karena daerah bisa menyampaikan kebutuhan secara langsung,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto turut menegaskan bahwa Dana Desa dapat dimanfaatkan secara terarah, termasuk untuk penguatan kelembagaan ekonomi desa melalui koperasi.
Rangkaian Rakernas Apkasi XVII ditutup secara resmi Menteri Dalam Negeri, yang menekankan pentingnya kolaborasi pusat dan daerah dalam memperkuat otonomi serta percepatan pembangunan.
Kegiatan juga dirangkaikan dengan peresmian Gedung Pusat Promosi dan Informasi Daerah Apkasi sebagai wadah promosi potensi dan investasi kabupaten se-Indonesia. (sen/sam)
Editor : Nurismi