Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Turun ke Peringkat Tiga, Disbun Berau Targetkan Juara Satu Panji Keberhasilan Perkebunan Tahun Depan

Beraupost • Rabu, 21 Januari 2026 | 10:25 WIB
PENDATAAN: Disbun Berau akan kejar pendataan STDB dan ISPO petani sawit mandiri, selain melengkapi kebutuhan administrasi juga untuk meningkatkan peringkat raihan Arindama tahun depan. (BERAU POST)
PENDATAAN: Disbun Berau akan kejar pendataan STDB dan ISPO petani sawit mandiri, selain melengkapi kebutuhan administrasi juga untuk meningkatkan peringkat raihan Arindama tahun depan. (BERAU POST)

BERAU POST - Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Perkebunan (Disbun) mulai menyiapkan langkah penguatan untuk meningkatkan peringkat Panji Keberhasilan Pembangunan Bidang Perkebunan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur pada tahun mendatang.

Upaya ini jadi evaluasi, setelah pada 2026 sektor perkebunan Berau berada di peringkat ketiga, sementara dua bidang lain yakni pariwisata serta kelautan dan perikanan, berhasil meraih Arindama.

Kepala Dinas Perkebunan Berau, Lita Handini, menyebut, capaian peringkat tiga tersebut menjadi bahan evaluasi sekaligus pemacu untuk perbaikan.

Menurutnya, masih terdapat sejumlah indikator penilaian yang belum optimal, terutama terkait pendataan pekebun mandiri.

“Untuk perkebunan kita dapat peringkat tiga, karena pendataan pekebun mandiri sawit belum tuntas,” ujarnya belum lama ini.

Ia menjelaskan, salah satu indikator penting adalah penerbitan Surat Tanda Daftar Pekebun (STDB).

Target yang ditetapkan sebanyak seribu pekebun mandiri, namun hingga kini realisasinya masih di kisaran ratusan. Kondisi tersebut membuat nilai Berau tertinggal dibanding daerah lain.

“Target seribu, tapi yang tercapai baru sekitar empat ratusan, itu yang sedang kami kejar,” terangnya.

Disbun Berau kata Lita, sudah mulai melakukan percepatan sejak awal tahun dengan memfokuskan pendataan STDB di beberapa wilayah, salah satunya Kecamatan Tabalar.

Dari pendataan tersebut, diharapkan akan terbuka jalan menuju tahapan berikutnya, yakni sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) bagi pekebun sawit mandiri.

“STDB sudah mulai di Tabalar, setelah itu diarahkan ke sertifikasi ISPO,” lanjutnya.

Namun demikian, proses ini tidak lepas dari tantangan. Selain keterbatasan anggaran akibat penyesuaian belanja, rendahnya inisiatif pekebun untuk mendaftarkan kebunnya juga menjadi kendala. Oleh karena itu, Disbun Berau menyiapkan strategi sosialisasi yang lebih intensif.

“Masih banyak petani belum mau mendaftarkan kebunnya, jadi perlu sosialisasi berkelanjutan,” terangnya.

Lita menambahkan, persaingan antardaerah dalam penilaian Panji Keberhasilan Pembangunan cukup ketat.

Kabupaten Kutai Kartanegara misalnya, telah memiliki sekitar dua ribu pekebun dengan STDB, jauh di atas Berau.

Padahal, dari lima indikator utama penilaian, Berau hanya mengalami penurunan signifikan pada dua poin.

Tahun 2025 lalu, sektor perkebunan Berau sempat berada di posisi kedua. Penurunan peringkat pada 2026 ini diharapkan menjadi momentum pembenahan.

Pemkab Berau menargetkan pada tahun depan mampu kembali ke peringkat dua, bahkan berupaya merebut posisi teratas.

“Kami harap tahun depan bisa naik lagi, minimal kembali ke dua, syukur-syukur bisa jadi juara satu,” pungkasnya.

Sebelumnya, Bupati Berau, Sri Juniarsih sempat menyinggung sektor perkebunan yang dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan lebih lanjut.

Komoditas kakao Berau kata dia, telah menunjukkan kualitas yang kompetitif hingga menembus pasar ekspor.

“Perkebunan kakao Berau termasuk terbaik, ekspornya sudah berjalan sekitar 500 ton per tahun,” tuturnya belum lama ini.

Pemkab Berau pada tahun ini mendapat dua Arindama atau sebelumnya Panji Keberhasilan Pembangunan peringkat satu pada dua sektor, sayangnya sektor perkebunan masih menempati posisi ketiga. Sehingga tahun depan diharapkan bisa meraih posisi yang lebih tinggi. (sen/sam)

Editor : Nurismi
#Dinas Perkebunan Berau #pemkab berau