Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Lampaui Tahun Lalu! PAD Wisata Berau 2025 Tembus Rp578 Juta, Labuan Cermin Jadi Penyumbang Terbesar

Beraupost • Rabu, 14 Januari 2026 | 16:35 WIB
ILUSTRASI: Tahun lalu, PAD sektor pariwisata Berau dari empat objek wisata lebih tinggi dibandingkan capaian tahun 2024. (IZZA/BP)
ILUSTRASI: Tahun lalu, PAD sektor pariwisata Berau dari empat objek wisata lebih tinggi dibandingkan capaian tahun 2024. (IZZA/BP)

BERAU POST – Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata di Kabupaten Berau menunjukkan tren positif di tahun 2025. Hingga 31 Desember 2025, pendapatan retribusi dari sektor ini tercatat sebesar Rp 578.125.000.

Angka tersebut berasal dari empat objek wisata yang saat ini sudah dipungut retribusi yakni Museum Batiwakkal, Keraton Sambaliung, Air Panas Asin Pemapak, dan Labuan Cermin.

Capaian ini lebih tinggi dibandingkan tahun 2024 lalu. Pada tahun sebelumnya, PAD dari sektor pariwisata berada di kisaran Rp 435,62 juta.

Kenaikan tersebut menunjukkan bahwa geliat kunjungan wisatawan mulai berdampak langsung terhadap penerimaan daerah, meski pengelolaan pariwisata masih menghadapi berbagai keterbatasan, terutama dari sisi anggaran.

Bupati Berau Sri Juniarsih, menyampaikan, capaian tersebut merupakan hasil dari koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Dengan keterbatasan anggaran, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau tetap mampu mengelola dan mengembangkan titik-titik pariwisata yang dinilai cukup baik. Namun, Ia menilai hasil yang ada belum maksimal.

Dengan dana tersebut, pengembangan beberapa destinasi wisata tetap bisa dilakukan. Dari pengelolaan empat objek wisata yang saat ini dipungut retribusi, pendapatan retribusi pariwisata berhasil mencapai Rp 578 juta hingga akhir 2025.

Di mana penyumbang terbanyak berasal dari destinasi Air Panas Asin Pemapak, dan Labuan Cermin.

Bebernya, penguatan sektor pariwisata sejalan dengan misi Kabupaten Berau, yaitu memperkuat sektor pariwisata sebagai prioritas pembangunan, serta memperkuat pembangunan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai pilar ekonomi masyarakat.

"Pariwisata dan UMKM tentu saling berkaitan karena meningkatnya kunjungan wisatawan akan berdampak langsung pada aktivitas ekonomi warga, terutama pelaku usaha di sekitar destinasi," terangnya.

Selain masuk dalam misi pembangunan daerah, pengembangan pariwisata juga termasuk dalam 18 program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Berau, khususnya pada program pengembangan sarana dan prasarana pariwisata.

Pembangunan dan perbaikan fasilitas dinilai penting untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan sekaligus memperpanjang lama tinggal mereka di Berau.

Ia juga menekankan pentingnya peran Disbudpar untuk lebih agresif dalam mempromosikan destinasi wisata Berau.

Promosi dinilai menjadi kunci untuk menarik lebih banyak wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah.

"Semakin banyak wisatawan yang datang, maka potensi penerimaan daerah dari pajak hotel dan restoran juga akan semakin besar," ujarnya.

Dijelaskan, sektor pariwisata membentuk sebuah rantai ekonomi yang harus dijaga bersama. Wisatawan yang datang tidak hanya memberikan pemasukan dari retribusi objek wisata, tetapi juga menggerakkan sektor perhotelan, restoran, transportasi, hingga UMKM lokal. "Ini adalah rantai ekonomi yg harus kita jaga," tegasnya.

Untuk itu, seluruh OPD diminta ikut mendukung program pengembangan pariwisata sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing.

Pengembangan pariwisata tidak bisa hanya dibebankan kepada Disbudpar, tetapi membutuhkan sinergi lintas sektor, mulai dari infrastruktur, kebersihan, keamanan, hingga promosi.

Dengan kolaborasi yang kuat, dirinya berharap pengembangan pariwisata Berau bisa berjalan lebih maksimal ke depan, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat struktur ekonomi daerah melalui sektor pariwisata dan UMKM.

“Pengembangan pariwisata tidak bisa jalan sendiri, semua OPD harus terlibat agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tutupnya.

Sementara Wakil Bupati Berau Gamalis, menilai, Berau kini merupakan kawasan strategis yang telah menjadi Daerah Tujuan Wisata (DTW) utama.

Jika dulu wisatawan hanya mengenal Pulau Derawan, kini terdapat Pulau Maratua yang menjadi surga bagi penikmat keindahan pemandangan bawah laut, serta destinasi lain yang mulai dilirik.

Bahkan, sejak awal masa kepemimpinannya, Pemkab Berau telah berupaya keras 'menyulap' destinasi wisata menjadi lebih ramah pengunjung.

Sehingga, diharapkan bisa menjadi pendongkrak ekonomi daerah. Diharapkan sektor tersebut dapat menopang hingga 30 persen dari postur APBD Berau.

"Mulai dari perbaikan amenitas hingga infrastruktur jalan menuju destinasi unggulan telah dibangun," katanya.

Lanjutnya, kampanye destinasi wisata baru di Berau harus dilakukan secara lebih masif. Seperti Maratua, Bidukbiduk, Teluk Sumbang, Teluk Sulaiman, hingga destinasi wisata lain yang ada di Berau.

"Sehingga tidak hanya Derawan saja yang diketahui calon wisatawan, masih banyak destinasi wisata dengan daya tarik unik lainnya di Berau," terangnya. (aja/sam)

Editor : Nurismi
#pendapatan asli daerah #pemkab berau #retribusi pariwisata