BERAU POST – Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi anak yatim piatu dan lanjut usia dipastikan tetap berjalan tahun ini, dengan jumlah penerima dan nominal bantuan yang sama seperti tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Berau, Iswahyudi, menegaskan, BLT merupakan program prioritas yang tidak terdampak kebijakan efisiensi.
Total penerima manfaat masih berkisar 12.000 orang, sama dengan jumlah masyarakat miskin di Kabupaten Berau. Dengan besaran bantuan sebesar Rp 500 ribu per penerima.
Kebijakan efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah sebutnya hanya menyasar pada aspek operasional, bukan pada program-program khusus yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Oleh karena itu, baik sasaran maupun besaran BLT dipastikan tidak mengalami perubahan.
“Efisiensi itu hanya berpengaruh pada operasional. Untuk program khusus seperti BLT dan bantuan sosial lainnya tidak ada pengaruh. Semua masih tetap berjalan sesuai dengan perencanaan,” jelasnya.
Berbeda dengan BLT, program Usaha Ekonomi Produktif (UEP) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Berau tidak lagi dilaksanakan tahun ini.
Namun, sarapan bagi pelaku usaha kecil tetap terbuka, karena Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kabarnya akan tetap melanjutkan program tersebut.
UEP dari Pemprov Kaltim direncanakan menyasar 100 pelaku usaha di Kecamatan Pulau Derawan.
Masing-masing penerima diperkirakan akan memperoleh bantuan modal usaha sebesar Rp 5 juta.
Sementara, pada tahun sebelumnya UEP dari APBD Berau disalurkan kepada sekitar 90 penerima di sejumlah kampung yang tersebar di empat kecamatan wilayah perkotaan, dengan nilai bantuan Rp 3,5 juta per orang.
Selain itu, Dinsos Berau juga melakukan penyesuaian anggaran pada program santunan kematian.
Jika sebelumnya santunan sempat dinaikkan dari Rp 2,5 juta menjadi Rp 4 juta, maka pada tahun ini nominalnya diturunkan menjadi Rp 2 juta.
Penyesuaian tersebut dilakukan agar selaras dengan kemampuan anggaran di masing-masing kampung.
Meski terdapat pengurangan, dirinya memastikan seluruh program bantuan sosial tetap akan dijalankan.
Pemerintah daerah juga sebutnya, masih berkomitmen menjalankan program rehabilitasi sosial, termasuk penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan kelompok rentan lainnya.
Ia berharap seluruh bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat nyata dan tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih memerlukan perhatian bersama. (aja/sam)
Editor : Nurismi