BERAU POST – Pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD) turut menarik perhatian serius Bupati Berau Sri Juniarsih.
Ia menilai pasar tradisional yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat itu seharusnya selalu dijaga kebersihan dan kerapiannya, agar tetap nyaman dikunjungi.
Karena itu, Dia meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait khususnya Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), bekerja sama dengan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau dalam melakukan pembersihan menyeluruh di kawasan pasar.
Sri Juniarsih menegaskan, Pasar SAD bukan sekadar tempat transaksi jual beli, tetapi juga menjadi ruang publik yang setiap hari didatangi banyak orang.
Kondisi pasar menurutnya mencerminkan wajah daerah, sehingga kebersihan dan kerapian tidak boleh diabaikan.
“Pasar ini adalah wajah daerah. Kebersihan dan kerapian harus dijaga bersama agar masyarakat merasa nyaman saat berbelanja,” katanya.
Disampaikannya, upaya menjaga kebersihan pasar bukan hanya menjadi tugas satu OPD saja, diperlukan kerja sama lintas sektor agar penanganannya bisa lebih maksimal.
Mulai dari pengelolaan sampah, penataan lingkungan, hingga perawatan fasilitas pasar.
Menurut Sri Juniarsih, sinergi antar-OPD sangat penting dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan fasilitas publik, terutama pasar tradisional yang menjadi pusat aktivitas ekonomi warga. Program kebersihan dan penataan pasar harus berjalan dengan optimal.
Selain kebersihan, Ia juga mengingatkan perlunya peremajaan di sejumlah bagian pasar. Beberapa area dinilai sudah mulai kusam dan perlu dicat ulang agar terlihat lebih rapi dan segar.
Tampilan fisik pasar juga menurutnya, turut memengaruhi kenyamanan pengunjung dan semangat pedagang dalam berjualan.
Ia menilai pasar yang bersih dan tertata akan membuat masyarakat betah berbelanja. Dengan begitu, aktivitas ekonomi di pasar bisa berjalan lebih hidup, karena pembeli merasa nyaman berlama-lama memilih kebutuhan mereka.
Perhatian khusus juga diberikan Sri Juniarsih terhadap persoalan sampah, terutama di bagian belakang pasar yang kerap menjadi titik penumpukan.
Ia meminta agar pengelolaan sampah dilakukan secara rutin dan maksimal, sehingga tidak menimbulkan bau menyengat yang bisa mengganggu aktivitas pedagang dan pengunjung, apalagi saat musim hujan.
“Jangan sampai sampah menumpuk dan menimbulkan bau tidak sedap. Ini harus menjadi perhatian serius, karena menyangkut kesehatan dan kenyamanan masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, pengelolaan sampah tidak boleh dilakukan setengah-setengah. Pengangkutan harus rutin, area penampungan harus diawasi, dan lingkungan sekitar pasar harus terus dijaga agar tidak menjadi sumber masalah baru bagi masyarakat.
Menurutnya, Pasar SAD memiliki peran penting dalam kehidupan ekonomi warga Berau. Setiap hari, pasar menjadi tempat masyarakat mencari kebutuhan pokok sekaligus mencari penghasilan.
Karena itu, kondisi pasar harus selalu dijaga agar tetap layak dan nyaman sebagai tempat beraktivitas.
Sri Juniarsih berharap, dengan koordinasi yang baik antara DLHK dan Diskoperindag, Pasar SAD dapat terkelola dengan lebih baik dan tetap menjadi pusat aktivitas ekonomi yang bersih, tertata, dan ramah bagi masyarakat.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa kebersihan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah daerah.
Pedagang sebagai pengguna utama pasar juga memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kebersihan di lingkungan tempat mereka berjualan.
“Kebersihan itu tanggung jawab bersama, jangan hanya dibebankan pada satu OPD saja. Termasuk para pedagang yang beraktivitas di pasar juga harus pro aktif menjaga kebersihan,” pungkasnya.
Sementara salah satu warga Tanjung Redeb, Zafira, kondisi kebersihan Pasar SAD saat ini sudah cukup baik jika dibandingkan dengan beberapa pasar tradisional yang pernah ia kunjungi di Pulau Jawa.
Menurutnya, secara umum lingkungan pasar sudah terlihat lebih bersih dan tertata, sehingga cukup nyaman untuk berbelanja.
Namun, ia mengingatkan bahwa kondisi tersebut tidak boleh membuat semua pihak lengah, karena jika tidak terus dijaga, kebersihan pasar bisa menurun.
Ia menyayangkan jika kondisi yang sudah cukup baik itu sampai rusak hanya karena kurangnya kepedulian bersama.
“Kalau kebersihan pasar bisa terus dijaga, masyarakat pasti makin nyaman belanja dan pedagang juga makin semangat berjualan,” singkatnya. (aja/sam)
Editor : Nurismi