BERAU POST - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan anak daerah, model cilik asal Kabupaten Berau, Dela Azkadina.
Sukses memukau panggung modeling internasional dalam Indonesia’s Modern Bridal Fashion Show Case at the Mega Wedding & Lifestyle Singapore Expo 2026 yang digelar di Singapura.
Dalam ajang bergengsi tersebut, Dela bahkan berhasil memborong empat piala sekaligus dan membawa pulang kebanggaan untuk Berau.
Dela tampil sebagai peserta kategori A untuk usia 6–8 tahun, bersaing dengan anak-anak dari berbagai daerah dan latar belakang.
Meski persaingan ketat, Dela mampu menunjukkan kualitas catwalk, penguasaan panggung, serta penjiwaan kostum yang dinilai menonjol oleh dewan juri internasional.
Empat gelar berhasil diraih Dela dalam ajang tersebut yakni Juara 1 Runner Up, Juara 1 Icon of Costume, Juara People Choice Award, serta Juara Best Participation.
Raihan ini menjadikan Dela sebagai salah satu peserta paling menonjol sepanjang gelaran fashion show internasional tersebut.
Ayahanda Dela Azkadina, Arfan Rusdi, menjelaskan, keberhasilan ini merupakan lanjutan dari proses panjang yang telah dilalui putrinya sejak level daerah hingga nasional.
“Dela perwakilan Berau ke Jakarta, dari Jakarta juara lagi, kemudian diajukan ke ajang internasional,” ujarnya Minggu (11/1).
Ia menuturkan, peserta yang tampil di Singapura berasal dari berbagai daerah dan memiliki kemampuan yang tidak kalah baik. Namun Dela mampu bersaing di kategorinya. “Dela kategori A usia 6–8 tahun, alhamdulillah dapat semua nilainya,” katanya.
Menurut Arfan, kemampuan Dela dalam modeling dinilai dari beberapa aspek utama, mulai dari teknik catwalk hingga kesesuaian kostum. “Dari catwalk dan kostum, makanya dia sabet empat piala,” terangnya.
Bakat Dela di bidang seni sebenarnya sudah terlihat sejak usia dini. Saat berumur sekitar 4–5 tahun, orangtua mulai melihat kepekaan anak terhadap seni gerak dan ekspresi.
“Kami lihat ada bakat di seni, nari, dia memang lincah,” ungkap Arfan.
Sejak saat itu, Dela diikutkan dalam berbagai kegiatan pengembangan bakat, mulai dari kursus tari di Sanggar Tari Bulupattung hingga kelas modeling di Sanggam Class Modeling (SCM).
Dari berbagai event yang diikuti di SCM, Dela hampir selalu meraih juara di kategorinya.
“Lenggak-lenggok catwalk-nya sudah terlihat,” katanya.
Keikutsertaan Dela hingga ke tingkat internasional juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat.
Seluruh kebutuhan perjalanan mulai dari tiket hingga akomodasi, difasilitasi oleh Kementerian Pariwisata. “Tiket dan hotel semua dibiayai Kemenpar,” ujar Arfan.
Menjelang tampil di Singapura, persiapan dilakukan secara ekstra. Kostum, tata rias, serta latihan intensif menjadi fokus utama.
Meski jadwal padat, Dela tetap tampil profesional di atas panggung. “Dia sudah terbiasa jam terbang tinggi, tidak ada mengeluh,” tuturnya.
Di tengah kesibukan modeling, orangtua tetap menekankan pentingnya pendidikan formal. Arfan menegaskan bahwa akademik tetap menjadi prioritas utama. “Sekolah tetap berjalan, semua harus seimbang,” katanya.
Ke depan, keluarga berharap prestasi Dela bisa menjadi motivasi anak-anak Berau lainnya.
Dukungan orangtua dan kepekaan melihat potensi anak sejak dini dinilai menjadi kunci utama. “Kami terus mendukung bakat dan potensi Dela ke depan,” pungkas Arfan. (sen/sam)
Editor : Nurismi