BERAU POST - Rencana Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk menyelesaikan persoalan jalan provinsi yang menghalangi fasilitas keselamatan pendaratan di Bandara Kalimarau mendapat perhatian jajaran legislatif Kabupaten Berau.
DPRD Berau menegaskan dukungan terhadap peningkatan keselamatan penerbangan, namun meminta agar kepentingan akses masyarakat tetap menjadi perhatian utama.
Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, menyampaikan bahwa penataan jalan di sekitar bandara harus disertai solusi yang jelas bagi masyarakat.
Ia menekankan, penutupan atau pengalihan jalan tidak boleh dilakukan tanpa menyiapkan jalur pengganti yang memadai. “Asal ada alternatif jalan sebagai penggantinya,” ujarnya Minggu (11/1).
Menurut Sumadi, keberadaan jalan provinsi tersebut selama ini menjadi salah satu akses penting masyarakat, khususnya warga yang beraktivitas dari dan menuju Teluk Bayur–Tanjung Redeb.
Karena itu, ia mengingatkan agar kebijakan yang diambil tidak justru menimbulkan persoalan baru di lapangan. “Jangan sampai ditutup tapi tidak ada alternatif,” katanya.
Ia menjelaskan, wilayah tersebut sejatinya membutuhkan lebih dari satu jalur penghubung. Ketergantungan pada satu akses dinilai berisiko jika sewaktu-waktu terjadi gangguan.
“Akses menuju Tanjung Redeb itu tidak hanya satu pilihan,” ucap Sumadi.
DPRD Berau lanjutnya, mendorong pemerintah untuk benar-benar mencarikan solusi terbaik yang mengakomodasi dua kepentingan sekaligus.
Di satu sisi keselamatan penerbangan di Bandara Kalimarau harus menjadi prioritas. Di sisi lain, hak masyarakat untuk mendapatkan akses transportasi yang layak juga tidak boleh diabaikan.
“Masyarakat jangan sampai dikorbankan,” tegasnya.
Sumadi juga melihat rencana penataan jalan ini sebagai momentum mencari solusi yang lebih komprehensif.
Ia menyarankan agar pemerintah tidak hanya memikirkan jalan pengganti, tetapi juga mengaitkannya dengan perencanaan infrastruktur lainnya. “Syukur penggantinya sekalian mencari solusi terbaru,” ujarnya.
Salah satu gagasan yang disampaikan adalah mengintegrasikan jalur alternatif tersebut dengan rencana jalur menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang baru.
Menurutnya, hal ini bisa menjadi langkah strategis agar penataan infrastruktur berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. “Sekalian mencari jalur pembuangan TPA yang baru,” katanya.
Ia menilai perencanaan yang matang akan memberikan manfaat jangka panjang bagi daerah.
Dengan adanya beberapa jalur alternatif, mobilitas masyarakat akan lebih lancar dan tidak bergantung pada satu akses utama saja. “Tetap butuh alternatif,” ujar Sumadi.
Legislatif Berau berharap Pemprov Kaltim dalam merealisasikan janjinya dan benar-benar melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat setempat.
Koordinasi lintas sektor dinilai penting, agar kebijakan yang diambil tidak menimbulkan dampak sosial yang merugikan.
Dengan pendekatan tersebut, Sumadi optimistis penataan jalan di sekitar Bandara Kalimarau dapat berjalan seimbang. “Keselamatan penerbangan terjaga, masyarakat juga tetap punya akses,” pungkasnya.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur merespons serius persoalan salah satu ruas jalan provinsi di Kabupaten Berau yang dinilai menghambat fasilitas pengamanan pendaratan pesawat di Bandara Kalimarau.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menyatakan atensi tersebut ditargetkan dapat dituntaskan pada tahun ini melalui koordinasi lintas pemerintah daerah dan instansi terkait.
Permasalahan jalan provinsi itu mencuat karena posisinya melintasi area pengamanan bandara dan beririsan langsung dengan fasilitas alat bantu pendaratan.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan, sekaligus menghambat rencana pengembangan landasan pacu Bandara Kalimarau ke depan.
Wagub Kaltim Seno Aji, mengatakan, pihaknya telah melakukan komunikasi awal dengan Pemerintah Kabupaten Berau untuk mencari solusi terbaik.
Menurutnya, Pemprov Kaltim terbuka untuk menyesuaikan kebijakan jika jalan tersebut memang terbukti menghalangi fasilitas bandara.
“Kami sudah koordinasi dengan pemda, kalau memang menghalangi dan bisa diganti, tentu akan diikuti,” ujarnya belum lama ini. (sen/sam)
Editor : Nurismi