BERAU POST - Bupati Berau, Sri Juniarsih, mengarahkan jajarannya untuk kembali mengecek perencanaan penataan kawasan bantaran sungai di wilayah Tanjung Redeb.
Langkah ini dilakukan sebagai persiapan, apabila kemampuan anggaran daerah sudah dinilai stabil dan memungkinkan untuk merealisasikan program tersebut.
Penataan bantaran sungai diproyeksikan tidak hanya untuk memperbaiki wajah kota, tetapi juga mendukung sektor pariwisata dan penataan lingkungan.
Sri Juniarsih menyampaikan, pemerintah daerah pada prinsipnya memiliki keinginan kuat untuk merealisasikan penataan bantaran sungai, agar kawasan tersebut tidak terlihat kumuh.
Namun, keputusan pelaksanaan tetap harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. “Kami ingin direalisasikan, tapi tetap melihat kemampuan anggaran,” terangnya belum lama ini.
Ia menegaskan, apabila kondisi anggaran belum memungkinkan, maka rencana tersebut akan ditahan sementara.
Menurutnya, kehati-hatian dalam pengelolaan anggaran menjadi hal utama agar program yang dijalankan tidak membebani keuangan daerah di kemudian hari.
Bupati mengungkapkan, secara perencanaan, konsep penataan kawasan bantaran sungai sebenarnya sudah pernah disusun.
Dengan demikian, pemerintah daerah tidak perlu memulai dari awal, tinggal melakukan penyesuaian sesuai kebutuhan dan kondisi terkini. “Perencanaannya pernah ada, tinggal melihat kemampuan anggaran,” katanya.
Penataan bantaran sungai dinilai memiliki nilai strategis, misalnya pada kawasan Sungai Segah yang kerap dilewati wisatawan yang menggunakan speedboat menuju Pulau Derawan dan Maratua.
Jalur sungai menjadi salah satu pintu masuk utama bagi wisatawan yang datang ke Tanjung Redeb, maupun menuju destinasi wisata lain di Berau. “Wisatawan melewati bantaran sungai saat naik speedboat,” sambungnya.
Menurut Sri Juniarsih, apabila kawasan bantaran sungai dapat dibenahi dengan baik, maka kesan pertama wisatawan terhadap Berau juga akan semakin positif.
Penataan yang rapi dan tertata diharapkan mampu memperkuat citra daerah sebagai kawasan yang ramah wisata dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan. “Kalau bisa dibenahi, tentu akan lebih enak dilihat,” lanjutnya.
Selain kawasan bantaran sungai yang sudah padat, Bupati juga menyoroti sejumlah kawasan eks kebakaran di sepanjang pinggir sungai.
Area-area tersebut dinilai perlu mendapat perhatian khusus, agar tidak menjadi titik kumuh baru.
Pemerintah daerah diharapkan dapat mengelola kawasan tersebut dengan lebih baik ke depannya. “Termasuk kawasan eks kebakaran di pinggir sungai,” tukasnya.
Ia menambahkan, penataan kawasan bantaran sungai juga berkaitan dengan persoalan status lahan.
Oleh karena itu, sebelum direalisasikan, perlu ada kejelasan dan penataan administrasi agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.
Arahan tersebut mendapat respons dari masyarakat. Salah seorang warga Berau, Wahyudi. Dia menilai rencana penataan bantaran sungai sebagai ide yang cukup menarik dan relevan dengan pengembangan pariwisata daerah.
Menurutnya, jalur sungai memang menjadi akses penting bagi wisatawan yang menggunakan transportasi air. “Idenya cukup menarik dan mendukung akses wisata,” ujarnya.
Namun demikian, Wahyudi berharap pemerintah daerah juga memperhatikan penyelesaian dengan masyarakat yang bermukim di kawasan tersebut.
Ia menilai, komunikasi dan solusi terbaik dengan warga menjadi kunci agar rencana penataan dapat berjalan lancar. “Yang terpenting penyelesaiannya dengan masyarakat harus baik,” katanya. (sen/sam)
Editor : Nurismi