Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Rawan Longsor dan Banjir, Pengendara di Jalur Kelay-Segah Diminta Waspada Potensi Hujan Konsisten

Beraupost • Rabu, 31 Desember 2025 | 11:15 WIB
APEL KESIAPSIAGAAN: Jajaran Pemkab Berau saat mengikuti rakor apel kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi basah secara daring di ruang rapat teleconference Diskominfo Berau, Senin (29/12). (ISTIMEWA)
APEL KESIAPSIAGAAN: Jajaran Pemkab Berau saat mengikuti rakor apel kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi basah secara daring di ruang rapat teleconference Diskominfo Berau, Senin (29/12). (ISTIMEWA)

BERAU POST – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menegaskan kesiapan daerah dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi basah yang diperkirakan meningkat pada puncak musim hujan akhir 2025 hingga awal 2026.

Kesiapsiagaan tersebut menjadi bagian dari langkah antisipasi yang ditekankan pemerintah pusat kepada seluruh daerah, termasuk wilayah-wilayah yang secara geografis dinilai memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi.

Hal itu dibahas dalam rapat koordinasi apel kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi basah yang digelar secara daring, Senin (29/12) lalu, dengan fokus pada penguatan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana yang dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan.

Asisten I Pemkab Berau, Hendratno, mengatakan, arahan dari pemerintah pusat menekankan pentingnya kewaspadaan ekstra seiring peralihan menuju tahun 2026.

Menurutnya, kondisi cuaca pada periode tersebut berpotensi memicu berbagai kejadian bencana hidrometeorologi, terutama di wilayah Sumatra, Kalimantan, dan Pulau Jawa, termasuk Kabupaten Berau yang memiliki wilayah daratan luas dan kondisi geografis beragam.

“Jadi sifatnya kita harus benar-benar siaga. Di Sumatra, Kalimantan, Pulau Jawa itu harus siap dan bekerja sama dengan BPBD, TNI, Polri, serta lintas sektor yang terhubung,” jelasnya.

Disampaikannya, pemerintah daerah diminta memperkuat sistem peringatan dini, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, sebagai bagian dari upaya meminimalkan risiko dan dampak bencana.

Selain itu, kesiapan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di tingkat daerah juga menjadi perhatian utama, terutama dalam hal dukungan peralatan, personel, dan koordinasi lapangan.

“Arahan yang disampaikan berupa kesiapan peralatan, jalur evakuasi, serta penguatan informasi kebencanaan kepada masyarakat, sehingga warga bisa lebih waspada dan memahami langkah yang harus dilakukan ketika terjadi kondisi darurat,” ungkapnya.

Sementara Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Berau, Ade Heriyadi, memaparkan kondisi dan prediksi cuaca di wilayah Berau dalam beberapa bulan ke depan.

Berdasarkan prakiraan BMKG, curah hujan pada Januari hingga Februari diprediksi masuk dalam kategori menengah dengan sifat hujan normal, dengan jumlah curah hujan berkisar antara 200 hingga 300 milimeter di hampir sebagian besar wilayah Berau.

“Untuk bulan Maret, masih masuk kategori menengah untuk hampir semua wilayah Berau, kecuali sebagian wilayah Kelay dan Segah yang diprediksi masuk kategori tinggi dengan curah hujan antara 300 sampai 400 milimeter,” ungkapnya.

Selain itu, BMKG juga mencatat hingga hari ini (kemarin) sebagian besar wilayah Berau masih berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang yang terjadi pada siang hingga dini hari.

Kondisi tersebut menurutnya perlu menjadi perhatian bersama, terutama pada jalur transportasi darat yang melintasi wilayah Kelay dan Segah.

“Terutama di jalur transportasi darat agar tetap waspada, karena potensi hujan secara konsisten terus terjadi,” katanya.

Dirinya berharap koordinasi lintas sektor serta meningkatkan kesiapsiagaan di lapangan, sehingga dampak bencana hidrometeorologi dapat ditekan dan keselamatan masyarakat tetap terjaga. (aja/sam)

Editor : Nurismi
#Basah #pemkab berau #Potensi Bencana Hidometeorologi