BERAU POST – Setelah melalui mekanisme organisasi yang berlaku, Sutami resmi menerima Surat Keputusan (SK) sebagai Ketua Komite Sepak Bola Mini Indonesia (KSMI) Kabupaten Berau. Dengan diterimanya SK tersebut, Sutami secara sah ditetapkan sebagai Ketua KSMI Berau.
Sutami yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD Kabupaten Berau mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.
Ia menilai amanah tersebut merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh komitmen demi kemajuan olahraga, khususnya sepak bola mini, di Bumi Batiwakkal.
“Ini adalah sebuah kepercayaan besar yang diberikan kepada saya. Tentu kepercayaan ini harus dijawab dengan kerja nyata untuk membangun dan memajukan KSMI di Kabupaten Berau,” ungkap Sutami.
Sebagai langkah awal, KSMI Kabupaten Berau menggelar Rapat Kerja (Raker) perdana pada Sabtu (27/12) lalu. Raker ini menjadi momentum penting dalam memperkuat struktur organisasi sekaligus menyusun arah kebijakan dan program kerja ke depan.
Sutami menjelaskan, Raker perdana tersebut memiliki peran strategis mengingat KSMI merupakan organisasi olahraga yang tergolong baru di Kabupaten Berau.
Melalui forum ini, seluruh pengurus menyatukan visi serta merancang program agar roda organisasi dapat berjalan secara terstruktur dan berkelanjutan.
“Rapat kerja ini menjadi langkah awal kami untuk meningkatkan olahraga di Kabupaten Berau. KSMI ini termasuk organisasi baru, sehingga perlu perencanaan yang matang agar ke depan bisa berjalan dengan baik dan tidak vakum,” jelasnya.
Ia juga memaparkan bahwa KSMI merupakan organisasi yang berdiri sendiri dan telah disampaikan secara resmi dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KONI Pusat.
Setelah melalui proses tersebut, KSMI akhirnya terbentuk secara nasional pada September 2025, termasuk pembentukan kepengurusan di daerah.
“Dalam Rakernas KONI Pusat disampaikan bahwa KSMI adalah organisasi yang berdiri sendiri. Setelah itu, organisasi ini resmi terbentuk pada September 2025,” katanya.
Lebih lanjut, Sutami menyebut Kabupaten Berau menjadi daerah kelima di Provinsi Kalimantan Timur yang membentuk kepengurusan KSMI.
Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri, sekaligus tantangan bagi seluruh pengurus untuk membangun organisasi dari tahap awal.
“Berau menjadi daerah kelima di Kaltim yang membentuk KSMI. Saya berharap seluruh pengurus bisa solid dan kompak dalam menjalankan roda organisasi yang masih baru ini,” ujarnya.
Menurut Sutami, kehadiran KSMI sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya kampung-kampung di Kabupaten Berau yang ingin menyelenggarakan turnamen olahraga dengan anggaran yang lebih efisien. Sepak bola mini dinilai menjadi solusi karena lebih sederhana dan mudah dikelola.
“Banyak kampung di Berau yang ingin melaksanakan perlombaan sepak bola mini karena lebih menghemat biaya. Ke depan, kegiatan seperti ini bisa dikelola secara profesional melalui KSMI,” terangnya.
Selain fokus pada penyelenggaraan kompetisi, KSMI Berau juga akan menaruh perhatian serius pada pembinaan atlet usia dini.
Pembinaan akan dilakukan secara bertahap melalui sistem pengelompokan umur guna mencetak bibit-bibit atlet potensial di daerah.
“Ke depan, kami juga akan membina bibit muda atlet-atlet di Kabupaten Berau dengan sistem pengelompokan umur agar pembinaannya lebih terarah,” pungkasnya. (aky/hmd)
Editor : Nurismi