BERAU POST – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau meninjau kondisi Jembatan Bujangga yang beberapa waktu lalu dilaporkan mengalami keretakan.
Peninjauan dilakukan bersama Balai Jalan Nasional, setelah adanya laporan masyarakat terkait kondisi konstruksi jembatan di ruas Jalan Labanan-Tanjung Redeb.
Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Junaidi, menyampaikan, pihaknya menerima laporan terkait dengan kondisi Jembatan Bujangga yang dikatakan mengalami keretakan.
“Kami berkoordinasi dengan Balai Jalan Nasional dan melakukan peninjauan bersama,” terangnya Minggu (27/12).
Hasil peninjauan menunjukkan keretakan pada bagian plat di atas pile cap fondasi jembatan. Menurut Junaidi, retakan tersebut telah terjadi cukup lama. “Keretakan itu sudah menghitam dan terlihat ada keretakan baru secara visual,” ujarnya.
Meski demikian, pihak DPUPR menekankan bahwa kondisi ini belum memerlukan tindakan perbaikan mendesak, namun tetap harus diteliti secara menyeluruh.
DPUPR juga mendorong adanya pengaktifan kembali portal pembatasan kendaraan berat di jembatan.
“Agar pengguna jalan mengetahui dan mentaati imbauan untuk tidak melewati Jembatan Bujangga, khususnya kendaraan berat,” terang Junaidi.
Penempatan portal diharapkan lebih menekankan aspek informasi, dengan konstruksi sederhana seperti penggunaan galvanis, sehingga bisa berfungsi sebagai sarana imbauan sekaligus pengamanan.
DPUPR Berau menegaskan, meski retakan yang terlihat masih tergolong lama, koordinasi dengan Balai Jalan Nasional dan pemantauan rutin tetap akan dilakukan.
Upaya ini sekaligus menyiapkan dasar teknis bagi perbaikan intensif di kemudian hari, serta memastikan kendaraan berat tidak membebani struktur jembatan sebelum tindakan perbaikan dijalankan.
Sementara itu, Koordinator Lapangan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur untuk ruas Jalan Poros Labanan-Tanjung Redeb, Akhmad Supriyatno, menambahkan dengan pemantauan ini, pihaknya akan segera membuat laporan ke pusat, agar nanti bisa dilakukan pengecekan oleh ahlinya,
“Kemudian nanti akan dilihat seperti apa penanganan berikutnya,” terangnya.
Yatno juga mengimbau agar kedepan kendaraan berat atau truk muatan yang kerap melintas dapat diperhatikan agar tidak melewati jembatan.
Langkah ini dinilai penting untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dan menjaga keselamatan pengguna jalan. (sen)
Editor : Nurismi