Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Siswa Libur tapi Makan Bergizi Gratis Tetap Jalan, Disdik Berau: Bisa Mubazir dan Tidak Tepat Sasaran!

Beraupost • Rabu, 24 Desember 2025 | 14:30 WIB
SUPAYA TIDAK MUBAZIR: Disdik Berau menyarankan SPPG untuk menyetop sementara penyaluran MBG ke sekolah hingga masa libur sekolah berakhir. (IZZA/BP)
SUPAYA TIDAK MUBAZIR: Disdik Berau menyarankan SPPG untuk menyetop sementara penyaluran MBG ke sekolah hingga masa libur sekolah berakhir. (IZZA/BP)

BERAU POST – Dinas Pendidikan (Disdik) Berau menyoroti pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tetap berjalan di tengah masa libur sekolah.

Sekretaris Disdik Berau, Ali Syahbana, menilai penyaluran MBG saat peserta didik tidak masuk sekolah justru menimbulkan dilema.

Dijelaskan, secara prinsip pihaknya memahami bahwa operasional MBG merupakan tanggung jawab pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Namun, libur panjang sekolah membuat distribusi makanan menjadi tidak tepat sasaran.

“Memang ini dilema saat liburan. Tapi karena itu memang tanggung jawab pihak pengelola, mereka tetap beroperasi. Pertanyaannya, bagaimana kalau anak-anak libur?” ujarnya, Selasa (23/12).

Menurutnya, ketika sekolah libur, seharusnya penyaluran MBG bisa dihentikan sementara.

Sebab, penerima manfaat program tersebut adalah peserta didik di sekolah, sementara pada masa libur banyak siswa bepergian ke luar daerah. “Kalau saran saya, selama libur tidak usah diberikan MBG,” tegasnya.

Pihaknya belum menerima informasi apakah ada SPPG yang tetap datang ke sekolah untuk mengantar MBG.

Hingga saat ini, tidak ada pemberitahuan resmi ataupun koordinasi dari pengelola MBG kepada Disdik Berau terkait mekanisme penyaluran selama libur sekolah. Koordinasi justru dilakukan langsung ke pihak sekolah.

“Tidak ada pemberitahuan ke kami. Kami menyarankan stop saja dulu sementara. Nanti mubazir. Kami juga tidak tahu sampai hari ini mereka masih mengantar ke sekolah atau tidak,” ungkap Ali.

Pun juga dialihkan MBG ke santri di pesantren selama libur sekolah akan sulit diterapkan. Pasalnya, jumlah porsi MBG yang disiapkan mencapai ribuan, sementara jumlah santri di pesantren hanya ratusan.

“Kalau dikasihkan ke pesantren, tidak sebanding jumlahnya. MBG itu ribuan, sedangkan anak pesantren cuma ratusan,” jelasnya.

Di sisi lain, saat ini sudah banyak sekolah di Berau yang menerima program MBG. Sementara untuk sekolah-sekolah di kecamatan terjauh, proses penyaluran masih terus berjalan secara bertahap.

Sebagaimana dilansir dari Jawa Pos, secara nasional Program Makan Bergizi Gratis dipastikan tetap berjalan meski memasuki masa libur sekolah Desember hingga awal Januari 2026.

Kebijakan ini telah resmi tertuang dalam Pedoman Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG Selama Libur Sekolah yang ditetapkan melalui Keputusan Kepala BGN Nomor 52.1 Tahun 2025.

Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan, distribusi makanan tidak akan terputus demi menjaga asupan gizi anak-anak Indonesia dan kelompok rentan.

Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menekankan bahwa keberlanjutan program ini sangat krusial.

Sebab, risiko gizi buruk sering kali meningkat saat liburan karena pola makan anak yang cenderung tidak terpantau.

“Kita ingin memastikan bahwa gizi anak-anak Indonesia tidak terputus hanya karena libur sekolah. Selama masa liburan, BGN tetap mendistribusikan paket MBG baik kepada siswa maupun kelompok rentan 3B. Ini adalah komitmen kami untuk menjaga keberlanjutan pemenuhan gizi yang berkelanjutan,” tegas Hida.

Hida menambahkan, kebijakan ini memberikan ketenangan bagi keluarga penerima manfaat.

“Program MBG selama libur sekolah adalah bentuk kepedulian negara. Kami ingin memastikan keluarga tetap merasa tenang karena anak-anak dan kelompok rentan tetap mendapatkan makanan bergizi yang aman dan berkualitas,” lanjutnya. (aja/sam)

Editor : Nurismi
#Mbg #Disdik Berau #libur sekolah