BERAU POST – Badan Layanan Umum (BLU) Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Kalimarau terus berupaya mengoptimalkan kinerja keuangan bandara melalui pencapaian target pendapatan serta pengembangan berbagai lini usaha.
Sebagai satuan kerja berstatus BLU, Bandara Kalimarau dituntut mandiri dalam pembiayaan operasional tanpa bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Kepala BLU UPBU Kelas I Kalimarau, Patah Atabri, menyampaikan, sepanjang tahun ini pihaknya menargetkan pendapatan sebesar Rp 25,6 miliar.
Target tersebut disusun untuk memastikan seluruh kebutuhan operasional bandara, termasuk pembayaran remunerasi pegawai dapat terpenuhi secara optimal.
“Karena kita BLU, kita harus mencapai target untuk membayar remunerasi dan operasional bandara,” ujarnya belum lama ini.
Ia menjelaskan, hingga saat ini komposisi pendapatan bandara masih didominasi oleh sektor sisi udara, khususnya airport tax yang kontribusinya mencapai sekitar 62 persen dari total pendapatan.
Sementara pendapatan dari sisi darat baru berada di kisaran 38 persen, yang berasal dari pengelolaan kargo, penyewaan tenant, serta pemanfaatan lahan milik bandara.
Menurut Patah, peningkatan pendapatan ke depan akan difokuskan pada dua sektor utama, yakni sisi udara dan sisi darat.
Dari sisi udara, upaya dilakukan dengan mendorong penambahan armada dan rute penerbangan dari dan menuju Berau.
Dengan bertambahnya penerbangan, otomatis komponen airport tax juga akan meningkat.
“Kami genjot penambahan penerbangan karena di dalam armada itu ada komponen airport tax,” terangnya.
Sementara dari sisi darat, pengelola bandara mulai mengembangkan berbagai konsep usaha baru untuk menambah sumber pemasukan.
Beberapa rencana yang tengah disiapkan antara lain pembangunan car wash dan sport centre di area bandara. Saat ini, proses pengerasan lahan telah dilakukan sebagai tahap awal pengembangan.
“Ke depan kita ingin buat car wash atau sport centre, lahannya sudah kita siapkan,” katanya.
Selain itu, pihak bandara juga mengkaji konsep pengembangan usaha lain seperti BLU Mart.
Namun, Patah menegaskan bahwa seluruh rencana tersebut masih dalam tahap kajian mendalam untuk melihat prospek dan keberlanjutan usaha di masa depan.
“Untuk BLU Mart masih kita kaji prospeknya, seperti apa nanti pengelolaannya,” sambungnya.
Ia mengaku,pengembangan lini usaha tersebut membutuhkan modal yang tidak kecil. Oleh karena itu, seluruh tahapan dilakukan secara bertahap dengan memanfaatkan anggaran BLU yang bersumber dari pendapatan bandara sendiri.
“Modalnya memang tidak kecil, dan ini murni dari anggaran BLU, bukan dari APBN,” tuturnya.
Untuk tahun depan, BLU UPBU Kelas I Kalimarau menargetkan pendapatan sekitar Rp 27 miliar.
Target tersebut diharapkan dapat tercapai seiring dengan rencana penambahan maskapai dan optimalisasi seluruh potensi usaha bandara.
“Target tahun depan sekitar Rp 27 miliar, InsyaAllah tercapai dengan penambahan airline,” pungkasnya.
Sementara salah satu warga Tanjung Redeb, Indri, menyambut baik rencana pengembangan usaha berupa pembangunan sport centre yang digagas manajamen Bandara Kalimarau.
Menurutnya, di tengah perkembangan zaman, tren masyarakat sadar hidup sehat mulai meningkat.
“Ya memang sekarang kita lihat masyarakat juga mulai sadar hidup sehat, jadi pembangunan sport centre itu bagus juga,” ujarnya.
Apalagi katanya, belakangan olahraga sudah menjadi kebutuhan gaya hidup. “Di luar Berau, beberapa olahraga juga jadi tren, misalnya Padel, jadi kalau fasilitas itu ada, sepertinya orang-orang akan melirik,” paparnya. (sen/sam)
Editor : Nurismi