BERAU POST– Pengembangan layanan penerbangan dari dan menuju Kabupaten Berau melalui Bandara Kalimarau diproyeksikan semakin meningkat pada tahun depan.
Sejumlah maskapai nasional disebut tengah bersiap membuka atau mengembangkan rute penerbangan, seiring dengan membaiknya permintaan penumpang dan potensi wisata Berau yang terus tumbuh.
Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Kalimarau, Patah Atabri, mengungkapkan bahwa salah satu rencana terdekat adalah masuknya Citilink pada Januari mendatang.
Maskapai tersebut akan melayani rute Surabaya–Balikpapan–Berau menggunakan pesawat Airbus A320.
“InsyaAllah per 12 Januari slot time sudah di-approve, tinggal kepastian mulai terbangnya saja,” ujarnya Rabu (17/12).
Patah menjelaskan, skema penerbangan Citilink tersebut dirancang tanpa penumpang turun saat transit, sehingga diharapkan perjalanan menjadi lebih efisien.
Saat ini, pihak bandara masih menunggu kesiapan internal maskapai untuk memastikan jadwal operasional perdana.
Selain Citilink, Wings Air juga disebut telah mengajukan slot time untuk penerbangan menggunakan pesawat ATR-72.
“Slot time Wings Air juga sudah kami approve, tinggal menunggu kepastian kapan mulai terbang,” katanya.
Patah menyebutkan, pihak Bandara Kalimarau turut memberikan sejumlah masukan kepada maskapai agar tingkat keterisian penumpang atau okupansi dapat optimal.
Salah satu usulan yang disampaikan adalah pengembangan rute Kalimarau–Maratua–Samarinda.
“Kalau transit penumpangnya bisa lebih banyak, dibandingkan tek-tok yang okupansinya berpotensi rendah,” ucapnya.
Menurutnya, penggunaan pesawat ATR dinilai paling memungkinkan untuk rute Maratua, mengingat keterbatasan panjang landasan pacu bandara di pulau tersebut.
Dengan pola penerbangan yang saling terhubung, penumpang dapat melakukan penerbangan lanjutan ke berbagai daerah.
“Dengan connecting flight, Maratua bisa hidup, apalagi potensi wisatanya sangat tinggi,” jelasnya.
Tak hanya itu, pihak Bandara Kalimarau juga terus menjalin komunikasi dengan maskapai lain untuk memperluas pilihan rute penerbangan.
Salah satunya dengan Garuda Indonesia, yang didorong untuk membuka rute langsung Berau–Jakarta.
“Masih melihat ketersediaan armada, kalau ada nanti akan kita dorong agar bisa masuk,” kata Patah.
Komunikasi juga dilakukan dengan manajemen operasional AirAsia. Beberapa rute yang diusulkan antara lain Jakarta–Berau–Surabaya serta Jakarta–Berau–Makassar.
“Responsnya cukup positif, tinggal menunggu kesiapan armada ke depan,” ujarnya.
Rencana pengembangan penerbangan ini disambut baik oleh masyarakat, termasuk para perantau asal Jakarta di Berau. Salah satunya Intan, perantau yang kini berdomisili di Bedau.
Ia berharap semakin banyak pilihan penerbangan ke Berau dari kota lain, seperti Jakarta dan Surabaya.
“Kami menyambut baik prospek ini, apalagi untuk rute Jakarta agar ada pilihan,” katanya.
Intan juga berharap hadirnya lebih banyak maskapai dapat mendorong harga tiket menjadi lebih kompetitif.
“Kalau harganya bersaing, wisata ke Derawan dan Maratua bisa lebih terjangkau,” tukasnya.
Dengan bertambahnya rute dan maskapai, aksesibilitas menuju Berau diharapkan semakin terbuka, sekaligus mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi daerah. (sen/sam)
Editor : Nurismi