Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Pertama di Berau! Mercure Hotel Resmi Beroperasi, Bawa Standar Internasional ke Bumi Batiwakkal

Beraupost • Kamis, 18 Desember 2025 | 11:15 WIB
GRAND OPENING: Mercure Hotel resmi beroperasi. Kehadirannya diharapkan mendorong pertumbuhan pariwisata, ekonomi lokal, dan pemberdayaan UMKM. (MARNI/BP)
GRAND OPENING: Mercure Hotel resmi beroperasi. Kehadirannya diharapkan mendorong pertumbuhan pariwisata, ekonomi lokal, dan pemberdayaan UMKM. (MARNI/BP)

BERAU POST – Grand Opening Mercure Hotel, Rabu (17/12), menjadi penanda masuknya jaringan hotel internasional pertama di Bumi Batiwakkal.

Kehadiran hotel berbintang empat ini diharapkan mampu mengakselerasi sektor pariwisata, sekaligus menggerakkan roda ekonomi daerah.

Diresmikan langsung Bupati Berau Sri Juniarsih, Mercure Hotel diharapkan mampu mendongkrak kualitas layanan pariwisata, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Berau memiliki potensi pariwisata yang luar biasa, baik dari keindahan alam laut maupun daratan, hingga kekayaan budaya dan kearifan lokal. Dengan potensi sebesar ini, sudah sangat tepat jika Berau memiliki hotel berbintang empat,” ujar Bupati.

“Kita berharap budaya asli yang ada di Kabupaten Berau dapat terangkat dan berkontribusi dalam pengembangan pariwisata daerah,” sambungnya.

Mercure Hotel juga diharapnya mampu menjadi stimulan bagi peningkatan kualitas layanan pariwisata, memperpanjang lama tinggal wisatawan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

Kehadiran hotel ini turut dinilainya dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Kabupaten Berau.

Pemerintah daerah lanjutnya, terus berkomitmen menciptakan lingkungan investasi yang inklusif, memberikan kepastian hukum, serta mendukung kemitraan antara dunia usaha dan masyarakat lokal.

Lebih jauh, Ia mendorong agar Mercure Hotel tidak hanya berfungsi sebagai tempat menginap, tetapi juga menjadi pusat aktivitas bisnis, pertemuan, serta promosi potensi daerah.

Ia pun mengapresiasi keberadaan pojok UMKM di lantai dasar hotel yang menampilkan produk-produk lokal binaan Dekranasda dan Diskoperindag Berau.

Salah satu yang disoroti adalah penyajian makanan khas Berau, Bubur Ancur Padas yang berada di Resto Sanggam Mercure Hotel.

Makanan tradisional ini biasanya disajikan pada bulan Ramadan, dan memiliki nilai historis yang kuat karena dahulu sering disantap para raja.

“Bubur Ancur Padas ini diolah dari beras yang disangrai, dicampur bumbu kari, sayuran khas, dan ebi yang berasal dari Berau. Rasanya istimewa dan memiliki cerita sejarah. Ini yang perlu kita angkat agar menimbulkan ketertarikan dan rasa penasaran wisatawan,” jelasnya.

Ia juga mendorong manajemen Mercure Hotel menyerap tenaga kerja lokal, guna mengurangi angka pengangguran di Bumi Batiwakkal. Ia optimistis tenaga kerja Berau memiliki kemampuan dan daya saing.

Dirinya juga berpesan agar manajemen hotel memberikan pelayanan terbaik sehingga tamu merasa nyaman dan berkesan selama menginap.

“Saya berharap kehadiran Mercure Hotel membawa keberkahan, membuka lapangan pekerjaan, serta berkontribusi nyata bagi kemajuan kampung-kampung di Kabupaten Berau,” harapnya.

Sementara Director of Operations Accor Indonesia, Endrian Hananto, menyebut Mercure Hotel Berau merupakan hotel ke-30 Mercure yang beroperasi di Indonesia.

Ia menegaskan, kehadiran hotel ini menjadi wujud komitmen Accor dalam mengusung kearifan lokal yang dipadukan dengan standar layanan perhotelan internasional.

“Mercure Berau siap menyambut tamu untuk merasakan komitmen brand terhadap kearifan lokal dan keunggulan layanan perhotelan. Hotel ini tidak hanya menjadi tempat menginap atau menggelar berbagai acara, tetapi juga menjadi pintu gerbang menuju destinasi wisata alam dan laut yang sangat indah dan menakjubkan di Kalimantan Timur,” ujarnya.

Ia meyakini kehadiran Mercure Berau tidak hanya akan menjadi ikon baru di Kabupaten Berau, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi perkembangan sektor pariwisata dan perekonomian daerah.

Hotel ini diharapkan dapat ikut mendorong pertumbuhan dan kemajuan Berau, serta Provinsi Kalimantan Timur secara lebih luas.

Dirinya menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra dan pihak yang telah mendukung terwujudnya Mercure Berau.

Secara khusus, Ia mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan PT Berau Indah Permai sebagai mitra pengembang.

“Kami menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh mitra kami, PT Berau Indah Permai, serta seluruh pihak yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu atas dukungan dan kerja samanya,” ucapnya.

Ia turut memberikan apresiasi kepada seluruh tim hotel yang telah bekerja keras hingga hotel tersebut resmi beroperasi.

Endrian berharap, Mercure Berau dapat menjadi hotel favorit yang dicintai masyarakat lokal maupun wisatawan domestik dan mancanegara.

“Selamat kepada tim hotel atas dedikasi dan kerja kerasnya sehingga hari ini kita bisa merayakan Mercure Berau. Semoga Mercure Berau menjadi hotel favorit yang dicintai masyarakat dan para wisatawan, baik domestik maupun internasional,” ungkapnya.

Lanjutnya, kehadiran Mercure Berau mampu memberikan dampak berkelanjutan, khususnya dalam pemberdayaan UMKM, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan ekosistem pariwisata yang inklusif.

Ditambahkan, terkait tingkat hunian, target okupansi awal saat pembukaan ditetapkan sebesar 50 persen dan telah berhasil tercapai pada bulan pertama operasional.

Untuk tahun 2026, pihaknya menargetkan tingkat hunian dapat meningkat di atas 70 persen.

“Target okupansi pada saat awal buka sebesar 50 persen, dan itu sudah tercapai pada satu bulan pertama. Untuk 2026, target kita sudah di atas 70 persen dan kami yakin bisa mencapainya karena seluruh fasilitas sudah lengkap,” ujarnya.

Seperti diketahui, Mercure Berau tidak hanya menawarkan kamar, tetapi juga berbagai fasilitas penunjang yang diharapkan menjadi daya tarik bagi tamu yang datang ke Berau.

Fasilitas tersebut meliputi lobby lounge, meeting room, ballroom, pusat kebugaran, kolam renang, restoran, le360, hingga vila.

“Fasilitas ini akan menjadi pancingan bagi tamu yang datang ke Berau untuk menemukan hotel internasional dengan fasilitas lengkap. Bukan hanya kamar, tetapi juga fasilitas pendukung lainnya,” katanya.

Ia berharap keberadaan fasilitas lengkap tersebut tidak hanya dinikmati wisatawan, tetapi juga dapat dirasakan masyarakat di Berau yang ingin menikmati pengalaman berlibur dengan standar layanan hotel internasional. (aja/sam)

Editor : Nurismi
#hotel mercure #perhotelan #berau #pariwisata