BERAU POST – Pada Jumat (12/12) malam lalu, masyarakat yang menonton turnamen futsal di Gelanggang Olahraga (GOR) Pemuda, Kecamatan Tanjung Redeb dikejutkan dengan ambruk plafon bangunan tersebut.
Menurut salah satu warga yang saat itu berada di dalam GOR, Taufan, sebelum plafonnya runtuh dia dan beberapa temannya yang lain memang mendengar suara retakan.
“Semua mendengar adanya suara retakan, tidak lama plafon yang ada di tribune penonton langsung ambruk seketika,” ujarnya kepada awak media kemarin (14/12).
Beruntung dalam insiden tersebut tidak ada korban jiwa. Tetapi dirinya mempertanyakan bahwa bangunan GOR yang dia tahu belum lama ini dilakukan peremajaan, tapi mengapa hal tersebut bisa terjadi? “Ini (Pembangunan, red) kayanya belum lama. Kenapa kok bisa ada plafon yang ambruk?” tanyanya.
Menjawab hal itu, Kepala Bidang Sarana dan Prasaranan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Berau, Benny Hedryantho, mengaku bahwa pihaknya sudah melakukan pengecekan di lokasi.
Pihaknya memastikan ambruknya plafon tersebut bukanlah berasal dari bagian bangunan yang sebelumnya telah direnovasi.
“Jadi saat kami lakukan pengecekan bahwa yang ambruk itu di bagian tribune penonton bagian kiri, tidak masuk dalam bagian perbaikan atau renovasi beberapa waktu lalu,” sebutnya.
Dirinya juga mengungkapkan, penyebab utama ambruknya plafon tersebut adalah rembesan air dari salah satu pilar bangunan yang mengalami kebocoran.
Kondisi ini diperparah oleh tingginya intensitas hujan dalam beberapa waktu terakhir yang terjadi di Kabupaten Berau.
Selain rembesan air, kotoran yang menumpuk dan tertahan di atas plafon turut menambah beban.
Akibatnya, plafon tidak mampu menahan tekanan dan akhirnya ambruk. “Ini persoalan baru. Tapi akan segera kami tangani. Plafon akan segera ditutup kembali sesuai instruksi Bupati,” jelasnya.
Ia menambahkan, sebelum pelaksanaan renovasi sebelumnya, pihaknya telah melakukan pengecekan menyeluruh terhadap bangunan GOR.
Saat itu, kondisi plafon dan atap di sisi kiri dinilai masih aman dan tidak menunjukkan tanda-tanda kebocoran.
Berbeda dengan sisi kanan yang memang mengalami kerusakan dan menjadi prioritas perbaikan.
Dalam proses renovasi tersebut, Dispora tidak hanya memperbaiki atap bocor dan plafon rusak, tetapi juga melakukan sejumlah pembenahan lain di dalam gedung.
Namun, keterbatasan anggaran membuat perbaikan hanya difokuskan pada bagian yang dianggap paling mendesak.
“Memang tidak semua atap direnovasi. Hanya bagian-bagian tertentu yang prioritas, karena saat itu anggarannya juga terbatas,” katanya.
Ke depan, pihaknya berkomitmen segera melakukan perbaikan pada plafon dan komponen bangunan yang bermasalah.
Langkah ini sejalan dengan instruksi Bupati Berau agar GOR Pemuda dapat kembali dimanfaatkan masyarakat secara aman dan nyaman.
“Kami akan mengkaji ulang terkait dengan insiden ini, dan semoga saja kedepan bisa segera diperbaiki,” tutupnya. (aky/sam)
Editor : Nurismi