Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Banjir Berau Kembali Mengintai! Jalur 1 Long Lanuk Terendam Parah, Pemerintah Kampung Upayakan Peninggian Jalan Rapuh

Beraupost • Jumat, 12 Desember 2025 | 10:10 WIB

 

ILUSTRASI: Kampung Long Lanuk mendesak pembangunan tempat pengungsian yang memadai, karena banjir besar kini terjadi lebih sering dan mengganggu aktivitas warga. (IZZA/BP)
ILUSTRASI: Kampung Long Lanuk mendesak pembangunan tempat pengungsian yang memadai, karena banjir besar kini terjadi lebih sering dan mengganggu aktivitas warga. (IZZA/BP)

BERAU POST – Kampung Long Lanuk di Kecamatan Sambaliung membutuhkan tempat pengungsian yang memadai sebagai langkah antisipasi apabila banjir bandang melanda.

Kepala Kampung Long Lanuk, Samuel, menuturkan, kondisi banjir yang kerap melanda Kampung Long Lanuk membuat pemerintah kampung terus berupaya menyiapkan fasilitas, termasuk tempat pengungsian yang memadai ketika air sungai meluap.

Meskipun banjir tahunan biasanya terjadi menjelang akhir tahun, tahun ini banjir besar justru sudah terjadi sejak awal tahun.

Sehingga, menjadi tantangan tersendiri bagi warga dan pemerintah kampung dalam menjaga keamanan, mengingat banjir pun mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat.

“Biasanya banjir tahunan terjadi di akhir tahun, sementara dari awal tahun ini sudah terjadi banjir yang cukup besar,” ujarnya.

Meski begitu, pihaknya tetap berkomitmen untuk memastikan masyarakat aman dan menjaga agar aktivitas mereka tidak terganggu.

“Memang sebagian aktivitas masyarakat tidak terganggu, walaupun sebagian rumah mereka banyak yang sudah tenggelam,” katanya.

Sebagai langkah antisipatif, pihak kampung telah melakukan upaya peninggian badan jalan yang kondisinya hampir rapuh akibat sering terendam air. Namun, yang belum tersedia hingga saat ini adalah tempat pengungsian yang memadai.

“Kami sebenarnya sudah memiliki lokasi di atas gunung untuk tempat pengungsian, tetapi belum bisa direalisasikan karena keterbatasan dana,” ungkapnya.

Upaya untuk menyediakan tempat pengungsian tersebut tetap menjadi prioritas pemerintah kampung, agar ketika terjadi banjir besar, masyarakat tidak lagi kesulitan mencari lokasi yang aman untuk mengungsi.

Bebernya, seluruh wilayah kampung mulai dari RT 1 hingga RT 5, pernah terdampak banjir dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda.

Adapun jalur 1 yang berada di pinggiran sungai, terendam cukup parah. Jalur itulah yang menjadi sasaran untuk dilakukan peninggian badan jalan.

Saat ini, kebanyakan rumah warga jauh lebih rendah dibanding jalanan. Sedangkan jalur 2 yang posisinya lebih tinggi tidak berdampak terlalu besar.

“Sebagian warga, khususnya suku Dayak memang memilih tinggal di pinggir sungai karena ingin tetap dekat dengan sumber air,“ ungkapnya.

Menurutnya, banjir yang terjadi pada bulan Mei 2025 menjadi yang paling besar dalam beberapa tahun terakhir. Jika dibandingkan dengan banjir yang terjadi pada bulan Desember ini.

Meski begitu, pihaknya akan terus berjuang menyediakan fasilitas pengungsian dan menjaga keamanan warga, agar masyarakat tetap dapat beraktivitas dengan aman meskipun air sungai meluap.

Upaya ini menjadi bukti komitmen pihak kampung dalam menghadapi bencana banjir, sekaligus menjaga kesejahteraan dan keselamatan seluruh warganya di Long Lanuk.

Sebelumnya, Wakil Bupati Berau, Gamalis, menyampaikan, pemerintah melalui unsur teknisnya akan selalu siaga sampai air benar-benar surut.

"Daerah hulu ini kan kita tidak tahu kalau ada kiriman banjirnya seperti apa. Tapi yang jelas kami harus tetap antisipasi," tegasnya.

Dirinya juga mengungkapkan, Pemkab Berau memiliki rencana jangka panjang membentuk posko-posko bencana yang akan menanggulangi bencana tahunan.

Ia mencontohkan seperti banjir di Kampung Tumbit Dayak. "Kita tidak ingin ketika ada bencana baru kita sibuk," pungkasnya. (aja/sam)

Editor : Nurismi
#banjir #membutuhkan #Kabupaten Berau #posko bencana #pengungsian