Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Dana Desa dan ADK Bisa Dipakai untuk Sembako Korban Banjir Berau: Ini Batasan Kewenangan Kampung Menurut DPMK

Beraupost • Kamis, 11 Desember 2025 | 10:40 WIB
BERPOTENSI TURUN STATUS: DPMK Berau mengakui sejumlah kampung yang terendam banjir dapat memengaruhi penilaian indeks desa. (ARI/BP)
BERPOTENSI TURUN STATUS: DPMK Berau mengakui sejumlah kampung yang terendam banjir dapat memengaruhi penilaian indeks desa. (ARI/BP)

BERAU POST - Banjir yang kembali melanda sejumlah kampung di Berau bukan hanya mengganggu aktivitas warga.

Tetapi juga berpotensi memengaruhi penilaian indeks kampung jika penanganannya lambat dan data kerusakan tidak segera diperbarui.

Risiko penurunan status inilah yang kini diantisipasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau, terutama bagi kampung-kampung yang saban tahun menjadi langganan genangan.

Kepala DPMK Berau, Tenteram Rahayu, menjelaskan, status perkembangan kampung bisa saja turun dalam penilaian indeks kampung yang dilakukan setiap tahun.

Pihaknya pun telah turun langsung meninjau beberapa kampung yang sempat terendam. Sebagian besar genangan sudah mulai surut ketika ditinjau.

“Kemarin itu memang yang sangat terdampak adalah sekolah. Kalau saya cek, kantor kampung aman aja dari banjir,” ujarnya kemarin (10/12).

Ia mengingatkan, kampung yang terdampak banjir memiliki risiko penurunan status indeks desa (ID) jika tidak cepat diperbaiki dan tidak segera menginput data kondisi riil.

“Bahkan beberapa kampung yang berkembang statusnya bisa turun kalau sesuatu terjadi dan tidak segera ditangani,” ungkapnya.

“Itu yang kami antisipasi. Jangan sampai status berkembang malah turun karena aksesibilitas jalan rusak atau inputan data yang kurang,” lanjutnya.

Ia memberi, contoh kasus jalan putus di Kampung Mapulu-Panaan Kecamatan Kelay yang jika tidak segera ditangani dapat memengaruhi penilaian.

Bersyukur akses utama yang sempat terputus total akibat banjir besar akhir tahun lalu, kini berangsur kembali normal setelah progres signifikan pembangunan Jembatan Bailey.

DPMK kata Dia, juga terus berkoordinasi dengan OPD lain agar status kampung di Berau dapat dipertahankan dan bahkan meningkat setiap tahunnya.

Menurutnya, sebagian besar kampung di Berau sudah memahami siklus banjir tahunan sehingga mereka memiliki kesiapan dalam melakukan mitigasi dini. Termasuk Kampung Long Ayan yang kembali terdampak tahun ini.

“Biasa kampung juga kan sudah tahu tuh siklus banjirnya. Jadi mereka sudah deteksi mitigasi dini dan berkas-berkas kampung sudah diamankan. Dan mudah-mudahan ini tidak berlanjut,” ucapnya.

Tenteram menambahkan, dana kampung baik dari Alokasi Dana Kampung (ADK) maupun Dana Desa (DD), memiliki porsi penggunaan untuk penanganan keadaan darurat termasuk bencana.

Dana tidak terduga dapat dipakai untuk kebutuhan seperti penyediaan sembako hingga perbaikan ringan fasilitas yang terdampak. Namun tetap disesuaikan dengan kewenangan kampung.

“Ada peruntukan yang memang untuk bencana. Jadi dana itu kan selain untuk pemerintahan, pemberdayaan, pembinaan, pembangunan, bisa untuk hal-hal darurat,” jelasnya.

Apalagi tidak semua kerusakan dapat ditangani oleh dana kampung. Misalnya perbaikan jalan besar atau infrastruktur utama tetap menjadi kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau.

Koordinasi antarlembaga dinilai sangat penting agar penanganan dapat dilakukan cepat dan dampaknya tidak melebar.

“Kalau seperti mendirikan dapur umum atau membeli sembako, bisa pakai dana tidak terduga,” tambahnya.

Tenteram juga menyinggung rencana relokasi Long Ayan ke lokasi yang lebih tinggi, mengingat kampung tersebut terus menjadi langganan banjir setiap tahun.

“Makanya ada konsep pemindahan lokasi Long Ayan mau direlokasi. Karena kalau setiap tahun begitu kan kasihan juga,” katanya.

Sebelumnya, ratusan jiwa di sejumlah kampung Kecamatan Segah terkena dampak banjir tahunan yang terjadi sejak Minggu (7/12) hingga Selasa (9/12).

Bahkan, SD 001 Gunung Sari harus meliburkan aktivitas belajar mengajarnya, karena sebagian gedung sekolah terendam banjir.

Camat Segah, Noor Alam, mengungkapkan, ada empat kampung yang terendam banjir. Di antaranya Kampung Long Ayan, Punan Malinau, Tepian Buah dan Gunung Sari.

Meluapnya air Sungai Segah yang membuat beberapa kampung terendam banjir disebut Noor Alam, bukanlah hal baru.

"Curah hujan kan lagi tinggi. Apalagi kalau sudah masuk bulan Desember dan Januari," imbuhnya.

"Setiap tahun itu sudah langganan sih (banjir, red). Kadang-kadang bisa dua sampai tiga kali banjir dalam setahun," tambahnya.

Dirinya juga memastikan penanganan situasi banjir saat ini masih terkendali. Pemantauan dan monitoring di wilayah-wilayah terdampak juga terus dilakukan pihaknya.

"Untuk fasilitas umum yang terendam banjir SD 001 Gunung Sari ini. Kemudian beberapa ruas jalan juga," sebutnya. (aja/sam)

Editor : Nurismi
#alokasi dana kampung #banjir #pemkab berau #kampung #penangan