BERAU POST - Banjir kiriman yang datang dari hulu Sungai Kelay dan Segah sejak Minggu (7/12) lalu masih berdampak besar terhadap wilayah permukiman di beberapa kampung di Kabupaten Berau, termasuk berdampak pada sektor pendidikan.
Air yang terus meningkat tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga fasilitas pendidikan, termasuk SD yang berada di kampung terdampak di Kecamatan Kelay dan Segah.
Kondisi ini membuat aktivitas belajar mengajar terpaksa dihentikan sementara karena bangunan sekolah tidak lagi aman digunakan.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Berau, Mardiatul Idalisah, mengatakan, fokus utama saat ini bukan lagi menyelamatkan bangunan sekolah, melainkan memastikan keselamatan para siswa dan guru.
Ia menjelaskan, kini air sudah memasuki ruang kelas dan beberapa bangunan lain di sekolah, sehingga belajar tatap muka tidak memungkinkan dilakukan.
“Kita minta selamatkan orang-orangnya karena banjir sudah masuk. Mereka memang masih masa sekolah, jadi sementara mereka belajar di rumah,” ujarnya.
Kondisi sekolah yang terendam membuat proses evakuasi aset pendidikan dilakukan secara terbatas.
Hanya barang yang memungkinkan untuk dibawa yang diamankan, terutama perlengkapan elektronik seperti laptop, komputer, serta perangkat pembelajaran lainnya.
Sementara dokumen sekolah dan buku pelajaran sebagian besar tidak dapat dipindahkan, karena kondisi ruangan telah terendam.
Meski beberapa barang sempat dinaikkan ke tempat yang lebih tinggi, upaya tersebut tidak banyak membantu.
Karena perabotan seperti lemari penyimpanan juga akhirnya roboh akibat volume banjir yang masuk cukup tinggi.
“Kalau peralatan elektronik bisa dibawa pulang. Kalau buku dan dokumen lain tidak bisa diselamatkan,” jelasnya.
Bencana ini juga diungkapnya, berdampak pada rumah dinas guru. Di Long Ayan, bangunan rumah dinas bahkan dilaporkan hanyut bersama fasilitas ibadah yang berada di area yang sama pada banjir yang terjadi pertengahan tahun 2025 lalu.
Kondisi ini menambah daftar kerugian, sekaligus memperkuat keputusan pemerintah daerah untuk tidak lagi mempertahankan bangunan sekolah yang berada di wilayah rawan banjir tersebut.
Ia memastikan pemerintah daerah telah menetapkan langkah lanjutan, yaitu merelokasi sekolah ke lokasi yang dinilai lebih aman dan representatif.
Pihaknya telah mengantongi beberapa sekolah yang siap direlokasi tahun depan, salah satunya SD Long Ayap dan Long Ayan.
“SD di Long Ayap dan Long Ayan kan terdampak. Sekolahnya akan kami relokasi tahun depan. Persiapan lahan sudah disiapkan kampung. Kalau tidak salah satu hektare,” sebutnya.
Pihaknya terus berkoordinasi dengan BPBD dan pihak sekolah agar seluruh proses penanganan berjalan sesuai prosedur.
Selama masa pemulihan ini, Disdik meminta semua pihak tetap tenang dan mengikuti arahan petugas, terutama terkait keselamatan para siswa dan tenaga pendidik.
Hingga kini, belum ada kepastian kapan aktivitas sekolah dapat kembali normal. Pemerintah masih menunggu kondisi air surut dan memastikan lokasi relokasi benar-benar siap untuk pembangunan.
"Kami harap proses pemindahan sekolah dapat terlaksana segera, agar kegiatan pendidikan tidak terganggu lebih lama dan siswa dapat kembali belajar dengan aman," tukasnya.
Sementara Kapolsek Segah, Iptu Lisinius Pinem, menambahkan, di Kampung Tepian Buah ketinggian air mencapai 20 centimeter, atau hanya menggenang di bagian jalan dan masih bisa dilintasi.
Sedangkan untuk Kampung Gunung Sari memang ada fasilitas pendidikan yang terendam, yakni SD 001 Gunung Sari dan PAUD Melati, namun belum masuk ke dalam kelas.
Dia meminta agar masyarakat waspada bahaya banjir susulan. "Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, sekolah diliburkan sementara," tutur Pinem. (aja/sam)
Editor : Nurismi