Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Revitalisasi Taman Cendana Berau Digelontor Rp 4,2 M, Target Selesai 22 Desember

Beraupost • Kamis, 4 Desember 2025 | 12:40 WIB
REVITALISASI: DPUPR Berau melakukan revitalisasi RTH Taman Cendana pada trotoar dan jalur pedestarian yang dinilai sudah tidak layak. (BERAU POST)
REVITALISASI: DPUPR Berau melakukan revitalisasi RTH Taman Cendana pada trotoar dan jalur pedestarian yang dinilai sudah tidak layak. (BERAU POST)

BERAU POST – Pemerintah Kabupaten Berau mulai membenahi kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Cendana yang berada di Jalan Cendana.

Lokasi tersebut selama ini menjadi salah satu titik aktivitas masyarakat, baik untuk berolahraga maupun sekadar bersantai di ruang publik, namun kondisi trotoar dan jalur pedestrian yang berada di sisi lapangan tenis dinilai sudah tidak layak lagi digunakan.

Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Hendra Pranata, menjelaskan, perbaikan kawasan Taman Cendana masuk dalam rencana kerja pemerintah daerah tahun ini.

"Hal ini dilakukan untuk memastikan ruang publik tetap layak digunakan sebagai fasilitas umum,” katanya.

Diakunya, kondisi kawasan tersebut sudah memerlukan perhatian khusus. Selain keramik yang mulai terlepas, area tersebut juga berada di pusat kota dan merupakan bagian dari kawasan strategis pemerintahan.

Lokasinya yang berada di lingkungan rumah jabatan kepala daerah dan menjadi tempat tamu dari luar daerah diterima juga tambahnya, turut menjadi faktor kawasan tersebut harus memiliki penataan yang baik dan representatif.

Untuk pekerjaan revitalisasi itu, DPUPR Berau telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 4,2 miliar.

Di mana target pekerjaan selesai pada 22 Desember 2025. Adapun lama pekerjaan tersebut ditarget selama 90 hari.

Lebih lanjut, berdasarkan analisa perencanaan teknis, ditemukan sejumlah titik lain di wilayah perkotaan juga membutuhkan sentuhan rehabilitasi serupa.

Hal itu tidak hanya berlaku di kawasan Taman Cendana, tetapi juga di beberapa ruang terbuka publik yang selama ini digunakan masyarakat.

Salah satu contohnya seperti area gerbang masuk kota di Kilometer 5 Teluk Bayur, kemudian Lapangan Batiwakkal, hingga kawasan ujung Tepian Tanjung Redeb.

Titik-titik tersebut selama ini menjadi bagian dari ruang publik yang sering dimanfaatkan warga, baik untuk olahraga, istirahat, atau hanya sekadar bersantai.

Program penataan ruang terbuka publik tidak bisa dilakukan sekaligus karena membutuhkan anggaran yang cukup besar.

Namun dengan skema pembangunan bertahap, pihaknya tetap dapat melanjutkan program berdasarkan tingkat kebutuhan dan prioritas.

“Masih bisa dibangun dengan dicicil sedikit-sedikit, yang penting setiap tahun ada progres yang bisa dirasakan masyarakat, karena tidak semua bisa dikerjakan sekaligus dalam satu anggara,” terangnya.

Dirinya berharap revitalisasi yang saat ini dilakukan dapat memberi manfaat bagi masyarakat, serta meningkatkan kualitas tata ruang perkotaan di Berau terutama pada area publik yang selama ini menjadi salah satu ruang interaksi warga.

Sementara Ketua DPRD Berau Dedy Okto Nooryanto, mengingatkan pelaksanaan pekerjaan berjalan tepat waktu, tidak molor dari target yang sudah ditetapkan.

Ia menilai proyek penataan ruang publik seperti itu penting, karena berkaitan langsung dengan kenyamanan masyarakat serta wajah kota.

“Kami hanya mengingatkan agar pekerjaan jangan sampai terlambat,” ujarnya.

Legislatif dipastikannya akan melakukan fungsi pengawasan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana.

Ia mengingatkan agar pelaksana proyek tidak tertunda dan menjaga agar seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan teknis, termasuk kualitas material dan proses pekerjaannya.

Menurutnya, dengan anggaran yang cukup besar, hasil revitalisasi harus benar-benar dapat dirasakan masyarakat dan tidak sekadar mempercantik tampilan saja.

Ia berharap pekerjaan dilakukan dengan perencanaan matang, pengawasan teknis yang ketat, dan pelaksanaan yang transparan.

Selain itu, Dedy menilai penerangan juga perlu diperhatikan. Ia menyebut beberapa ruang publik di Berau masih minim pencahayaan sehingga kurang aman saat malam hari.

“Kalau bisa lampunya juga dibenahi, supaya taman tidak gelap dan masyarakat tetap nyaman," ucapnya. (aja/sam)

Editor : Nurismi
#fasilitas umum #revitalisasi #Kabupaten Berau #taman