BERAU POST – Dinas Pendidikan (Disdik) Berau ingin menerbitkan buku karya pelajar di Kabupaten Berau.
Tahun ini pihaknya menggelar lomba menulis yang diikuti sekitar 300 siswa dalam Festival Literasi kedua.
Melanjutkan festival literasi pertama yang sebelumnya menghasilkan sekitar 3.000 karya anak-anak Berau.
“Sejak 22 November lalu festival literasi dilaksanakan. Tahun lalu telah menghasilkan sekitar 3.000 karya anak-anak Berau, dan kami ingin semangat itu terus tumbuh,” kata Kepala Disdik Berau, Mardiatul Idalisah.
Tahun ini, para pelajar menghasilkan enam jenis karya, seperti pantun, puisi, cerpen, komik, poster, dan naskah drama.
Selain itu terdapat enam lomba individu dan lima lomba kelompok yang memberi ruang lebih luas bagi siswa untuk mengekspresikan kemampuan mereka.
Karya terbaik dari tingkat SD dan SMP turut dipamerkan di arena festival dan menarik perhatian pengunjung.
"Ada 50 pantun yang dibuat dari lima anak, dan itu yang akan kita bacakan setiap ada pertemuan," ungkapnya.
Pihaknya akan terus memperkuaflt gerakan literasi di Berau. Budaya menulis tentunya harus menjadi identitas sekaligus kebiasaan yang melekat pada peserta didik.
“Saya harap festival ini menumbuhkan partisipasi aktif siswa dan guru dalam melahirkan karya-karya baru. Literasi adalah pondasi penting untuk memajukan pendidikan di Berau,” terangnya.
Bupati Berau, Sri Juniarsih, mengapresiasi karya para pelajar yang dipamerkan dalam Festival Literasi tahun ini.
Pemerintah daerah dibebernya ingin membangun masyarakat yang gemar membaca. Karena budaya literasi tidak bisa dibebankan kepada satu instansi saja.
“Literasi tidak bisa dibebankan hanya kepada Disdik ataupun Dispusip. Ini tanggung jawab bersama. Pemerintah daerah berupaya membangun sumber daya manusia yang unggul melalui pelayanan pendidikan yang berkualitas,” ujarnya.
Dikatakan, masyarakat yang terbiasa membaca dan menulis akan lebih cepat berkembang, mampu berpikir kritis, dan mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah.
Di tengah tuntutan zaman yang makin kompleks, literasi adalah fondasi yang harus diperkuat sejak dini.
Tidak hanya menguatkan gerakan membaca, Kabupaten Berau juga mencatat berbagai prestasi dalam bidang literasi.
Pada Oktober lalu, Perpustakaan SDIT Madani meraih Juara I Gebyar Anugerah Literasi Kalimantan Timur, sementara Perpustakaan Surung Barintak SMPN 3 Tanjung Redeb berhasil menyabet Juara II Lomba Perpustakaan Sekolah Tingkat Provinsi Kaltim.
“Prestasi ini menjadi bukti dedikasi para pustakawan dan guru dalam membangun budaya baca di sekolah,” katanya.
Ia berharap capaian tersebut dapat memotivasi sekolah lainnya. Dirinya juga meminta instansi terkait untuk memperluas akses bahan bacaan.
Mulai dari penambahan koleksi buku hingga penyediaan pojok baca di ruang publik, serta mendorong pemanfaatan teknologi agar masyarakat lebih mudah mengakses bahan literasi.
Pada festival tahun ini, Unjuk Karya P5 menjadi salah satu daya tarik utama. Berbagai hasil kreativitas siswa dipamerkan, tidak hanya memperlihatkan kemampuan akademik, tetapi juga memperkuat karakter Pelajar Pancasila.
Karya-karya tersebut dinilai mampu memberi dampak positif bagi perkembangan pelajar, baik dalam hal kreativitas maupun pembentukan karakter. (aja/hmd)
Editor : Nurismi