Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

IKA Unhas Berau Gelar Seminar Edukasi Stunting: Bahas Gizi Lokal, Medis, dan Kebijakan Daerah

Beraupost • Senin, 24 November 2025 | 12:35 WIB
EDUKASI: IKA Unhas berkomitmen dalam memberikan informasi yang bermutu, terutama terkait pemahaman stunting kepada masyarakat. (SENO/BP)
EDUKASI: IKA Unhas berkomitmen dalam memberikan informasi yang bermutu, terutama terkait pemahaman stunting kepada masyarakat. (SENO/BP)

Tumbuh kembang anak merupakan hal penting, di tengah ancaman tengkes atau stunting saat ini.

Beragam intervensi penanganan dilakukan, tak hanya program pemerintah melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis.

Upaya edukasi juga hadir lewat Seminar Edukasi yang diselenggarakan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Hasanuddin (Unhas).

Anggoro Fadjar Suseno, Tanjung Redeb

Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Sangalaki Kantor Bupati Berau, Minggu (23/11), menghadirkan tiga narasumber dengan kompetensi berbeda yang memaparkan persoalan stunting dari sisi medis, gizi, dan kebijakan daerah.

Pertama, dr Nirwana Loddo, spesialis anak, yang memaparkan secara menyeluruh permasalahan stunting dari sisi klinis serta faktor risiko yang masih banyak ditemukan di lapangan.

Ia menjelaskan bagaimana stunting bukan hanya soal tinggi badan, melainkan gangguan perkembangan yang berimplikasi pada masa depan anak.

Pemateri kedua, dr Nevi Dwi Handayani, Sp.GK., AIFO-K., menyampaikan materi mengenai pencegahan dan penanganan stunting dengan memanfaatkan bahan pangan lokal.

Ia menegaskan pentingnya edukasi gizi mulai dari keluarga, terutama dalam memilih sumber protein yang terjangkau.

Sedangkan pemateri terakhir, Suhartini, S.Km., M.A.P., memaparkan strategi kebijakan pemerintah daerah dalam mempercepat penurunan stunting, termasuk evaluasi program bantuan pangan, intervensi puskesmas, dan peran lintas sektor.

Ketua Panitia Pelaksanaan Seminar Seri Edukasi, dr Padlan, menyebut, antusias masyarakat terhadap pelaksanaan seminar ini cukup tinggi.

Tercatat, dari dari target peserta sebanyak 100 orang, diketahui peminatnya mencapai 120 orang. Peserta sendiri berasal dari berbagai kalangan.

Mulai kader Posyandu, ibu-ibu, nutrisionist, perawat, tenaga farmasi, hingga guru-guru PAUD.

“Kami mengapresiasi antusiasme peserta yang bahkan hingga sehari sebelum kegiatan masih ingin ikut serta dalam kegiatan ini,” terangnya.

Kegiatan ini merupakan inisiatif dari anggota IKA Unhas Berau, sebagai salah satu wujud bakti dan kepedulian terhadap pembangunan di Kabupaten Berau.

terutama bidang kesehatan dan peningkatan SDM. Setelah sebelumnya Seri Edukasi Pertama tentang kesehatan gigi anak.

“Karena ini juga salah satu program pemerintah di bidang kesehatan, yaitu pengentasan stunting, yang kemudian kami rangkaikan dengan peringatan HKN,” tuturnya.

Sementara Ketua IKA Unhas Berau yang diwakili drg Rustan Ambo Asse, mengatakan, persoalan gizi di Berau masih menjadi pekerjaan panjang yang membutuhkan perhatian semua pihak.

Ia memaparkan sejumlah temuan terkait posisi Berau pada indikator kesehatan.
Ia menyebut, adanya kontradiksi antara kemajuan penanggulangan kemiskinan dan capaian penurunan stunting yang masih belum memuaskan.

Rustan mengingatkan pentingnya validasi data sebagai pijakan utama sebelum memutuskan arah kebijakan kesehatan.

Dirinya juga menegaskan, akurasi data menjadi landasan untuk memperbaiki intervensi di lapangan.

“Data adalah titik balik melaksanakan program yang terarah,” terangnya.

Ia juga menyoroti beban kerja kader Posyandu yang menurutnya semakin banyak karena berbagai program kesehatan bertumpuk pada tingkat layanan dasar tersebut.

Rustan menyebut perlunya sinergi antara layanan gizi, program puskesmas, hingga pendampingan keluarga.

Dalam pandangannya, isu stunting bukan hanya terkait laporan maupun angka statistik, tetapi menyangkut nilai-nilai kemanusiaan. “Kita tidak boleh membiarkan sesama kita kelaparan,” ujarnya.

Sementara Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau, Muhammad Said, mewakili pemerintah daerah memberikan apresiasi kepada IKA Unhas yang terus aktif melaksanakan agenda edukasi kesehatan.

Ditegaskan Said, pemerintah daerah memiliki komitmen kuat dalam percepatan penurunan stunting, namun membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk akademisi dan tenaga kesehatan. Dalam sambutannya ia menegaskan, “Kami memerlukan kerja sama semua pihak,” terangnya.

Said juga mengungkapkan apresiasi atas kesediaan para pemateri yang merupakan tenaga ahli dan dokter spesialis untuk berbagi ilmu kepada masyarakat tanpa pamrih.

Ia menyebut, kontribusi tersebut sangat berarti untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Berau.

Menurutnya, ilmu yang dimiliki para tenaga kesehatan akan memberikan manfaat besar ketika diterapkan langsung dalam kehidupan masyarakat.

Said juga menambahkan, pemerintah siap mendukung Seri Edukasi III yang akan dilaksanakan IKA Unhas Berau, dan memastikan fasilitas di Kantor Bupati akan kembali disiapkan untuk kegiatan tersebut. “Kami siap fasilitasi kembali untuk seri edukasi berikutnya,” ujarnya.

Ia berharap sinergi antara organisasi alumni dan pemerintah daerah dapat berlanjut hingga menjadi program strategis kesehatan jangka panjang.

Said menilai, rangkaian seminar seperti ini penting untuk memperkuat pemahaman masyarakat tentang gizi, pola makan, dan kesehatan anak.

Ditegaskannya pula, peningkatan layanan kesehatan harus selalu dipelihara untuk menciptakan generasi Berau yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Semangat kolaboratif ini yang diharapkan menjadi fondasi kuat bagi Berau dalam mencapai target penurunan stunting dan mewujudkan generasi unggul di masa depan. (sam)

Editor : Nurismi
#stunting #berau #IKA Unhas