BERAU POST – Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Berau terus berupaya mendorong peningkatan produksi kakao lokal, menyusul perhatian dunia terhadap kualitas Kakao Berau yang kini dilirik merek cokelat kenamaan asal Prancis, Valrhona.
Pemerintah daerah melihat peluang besar untuk menjadikan kakao sebagai komoditas unggulan daerah yang mampu bersaing di pasar global.
Kepala Dinas Perkebunan Berau, Lita Handini, mengatakan, saat ini minat petani terhadap tanaman kakao mengalami penurunan karena sebagian beralih menanam kelapa sawit.
Meski demikian, Disbun tetap fokus melakukan pendampingan intensif kepada petani yang masih aktif mengembangkan kakao.
“Petani yang minat ini turun karena lari ke sawit, jadi petani kakao yang ada kita maksimalkan dengan pendampingan Disbun,” terangnya.
Lita menjelaskan, pemerintah daerah terus menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan petani, baik berupa sarana produksi, bibit unggul, maupun pelatihan peningkatan kapasitas.
Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga semangat petani agar tetap konsisten menanam kakao, sekaligus meningkatkan produktivitasnya.
“Setiap tahun ada bantuan, ada pelatihan, kita berharap mereka konsisten dan meningkatkan produktivitasnya,” sambungnya.
Beberapa wilayah yang dinilai masih berkomitmen dalam pengembangan kakao berkelanjutan seperti Kampung Birang dan Nyapa Indah, terus mendapat dukungan dari Disbun.
Pemerintah berharap daerah-daerah tersebut dapat menjadi contoh keberhasilan yang memicu semangat petani lain untuk kembali menanam kakao.
“Yang konsisten mengembangkan kakao berkelanjutan kita support,” ujarnya.
Menurut Lita, potensi lahan untuk pengembangan kakao di Berau masih sangat luas. Namun, tantangan terbesar adalah menjaga komitmen petani agar tidak berpindah ke komoditas lain.
Untuk itu, peran pendampingan dan jaminan harga menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan pertanian kakao.
“Kita harap juga harga kakao bisa stabil, sehingga itu menjaga petani kita konsisten menjalankan pertaniannya,” tukasnya.
Disbun juga mendorong peningkatan kualitas pascapanen agar produk kakao Berau dapat memenuhi standar internasional dan menarik minat pembeli global.
Dengan dukungan pemerintah dan komitmen petani, diharapkan kakao Berau terus tumbuh menjadi kebanggaan daerah yang mampu memberikan nilai ekonomi tinggi bagi masyarakat.
Sebelumnya, kualitas kakao asal Kabupaten Berau kembali mendapat pengakuan dunia. Salah satu merek cokelat kenamaan asal Prancis, Valrhona, memastikan minatnya untuk menjadikan kakao Berau sebagai bahan baku utama produksi cokelat premium mereka.
Kunjungan langsung tim manajemen procurement Valrhona ke Berau menjadi bukti keseriusan kerja sama jangka panjang dengan PT Khatulistiwa Agro Sentosa Serasi (KASS), mitra lokal yang telah lama membina petani kakao di daerah ini.
Perwakilan Valrhona, Sansie Castan, mengungkapkan, pihaknya tengah menyiapkan rencana besar untuk membangun pabrik di Indonesia dan menjadikan Berau sebagai salah satu pemasok utama.
“Kami ingin mencari biji kakao dari Indonesia, dan di Berau ternyata ada potensi besar. Kami ingin bekerja sama secara panjang dengan PT KASS,” terangnya.
Ia juga menjelaskan bahwa Kakao Berau memenuhi berbagai aspek penting untuk kebutuhan produksi global Valrhona.
Menurutnya, standar kakao yang diterapkan Valrhona sangat ketat, karena berorientasi pada pasar Eropa.
Mulai dari aspek kadar pestisida, logam berat, hingga ketentuan ketat soal deforestasi menjadi syarat utama.
“Kakao di Berau itu lolos. Kami tidak bisa menerima kakao dari kebun hasil deforestasi. Dua hal penting bagi kami adalah lingkungan dan kualitas aromanya,” ujarnya.
Ia menyebut, pengujian terhadap berbagai jenis kakao di Indonesia sudah dilakukan, namun tidak semua daerah mampu memenuhi standar tersebut. Hanya produsen tertentu yang lolos, dan satu di antaranya adalah dari Berau.
“Sejauh ini Kakao Berau lolos uji aroma dan mutu. Kami akan mulai membeli tahun ini sebanyak 12 ton, dan ke depan jumlahnya akan ditingkatkan,” lanjutnya.
Sansie juga menambahkan, langkah ini bukan hanya tentang bisnis, tetapi juga bentuk kontribusi untuk menjaga keberlanjutan lingkungan.
Dengan menggandeng produsen seperti PT KASS dan petani Berau, Valrhona berharap rantai pasok cokelat mereka semakin transparan, etis, dan berkelanjutan.
Adapun Bupati Berau, Sri Juniarsih, menyambut baik kedatangan perwakilan Valrhona dan menyebutnya sebagai langkah besar untuk memperkuat posisi Berau di pasar global.
Berau juga saat ini sudah mengekspor cokelat hingga 154 ton setiap tahun, dan kerja sama dengan Valrhona akan membuka peluang ekspor yang lebih luas.
“Mereka sangat berminat dengan cokelat Berau karena tahu potensi dan orisinalitasnya,” ujarnya.
Menurutnya, Pemkab Berau juga menyiapkan langkah strategis agar produksi kakao lokal semakin berkualitas.
Dinas terkait akan memperketat pengawasan standar mutu dan mengoptimalkan lahan tidur untuk peningkatan produksi.
“Kita akan tetap memperhatikan standar internasional, seperti yang digunakan oleh Valrhona,” tandasnya. (sen/sam)
Editor : Nurismi