Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menerima kunjungan Komunitas Motor Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) di kediamannya, Rabu (5/11) malam.
Kedatangan rombongan disambut hangat oleh bupati bersama suaminya, Brigjen Pol (Purn) Edi Suswanto.
Kunjungan HDCI ke Kabupaten Berau bukan sekadar ajang touring atau adventure trip.
Ratusan anggota klub motor besar nasional itu juga melaksanakan kegiatan bakti sosial yang menyasar anak yatim, kaum duafa, serta para pengemudi ojek online di Berau.
Sekretaris Jenderal HDCI, Husdi Karyono, mengatakan Kabupaten Berau menjadi salah satu destinasi pilihan dalam rangkaian Kalimantan Bike Week 2025.
Ia menilai Berau memiliki daya tarik wisata yang selama ini hanya mereka lihat melalui media sosial, dan kali ini bisa disaksikan langsung.
“Tempat-tempat yang kami kunjungi di antaranya Pulau Derawan, Pulau Maratua, dan Destinasi Coconut Garden. Kunjungan ini bukan hanya ajang silaturahmi atau sekadar touring, tetapi juga diisi dengan aksi sosial untuk berbagi kepada masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan sosial itu dilaksanakan di Pesantren Hubul Yatama Wal Masakin, tempat mereka menyerahkan bantuan kepada anak yatim piatu, serta kepada sejumlah pengemudi ojek online di Tanjung Redeb.
Bupati Sri Juniarsih Mas menyampaikan rasa senang dan apresiasi atas kedatangan komunitas HDCI ke Bumi Batiwakkal.
Ia menyebut, kegiatan ini menjadi sarana silaturahmi sekaligus promosi pariwisata daerah.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat, dirinya dan anggota HDCI berdiskusi santai membahas potensi wisata, ekonomi kreatif, hingga peluang investasi di Kabupaten Berau.
Sri Juniarsih juga memaparkan sekilas profil wilayah Berau yang memiliki luas 34 ribu kilometer persegi, terdiri atas 21 ribu kilometer persegi daratan dan 13 ribu kilometer persegi lautan.
Melalui tayangan video singkat, ia memperkenalkan destinasi wisata andalan seperti Pulau Derawan, Kakaban, dan Maratua yang dikenal dengan pesona bawah lautnya.
Selain itu, ada pula wisata alam non-bahari seperti Danau Labuan Cermin, Danau Nyadeng, dan Gua Mulut Besar.
“Selain wisata alam, Berau juga memiliki kekayaan budaya dan sejarah seperti Istana Kesultanan Gunung Tabur dan Keraton Sambaliung. Tiga hari kunjungan rasanya tidak cukup untuk menikmati semuanya,” katanya.
Ia berharap kehadiran komunitas HDCI dapat menjadi media promosi bagi pariwisata Berau.
“Kami sangat berbahagia atas kunjungan ini. Semoga para anggota HDCI dapat menyampaikan bahwa Kabupaten Berau itu indah, dan siapa pun yang datang ke Berau pasti ingin kembali lagi,” ujarnya.
Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus membenahi infrastruktur pariwisata demi kenyamanan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
Sektor pariwisata Berau juga didukung oleh pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan ekonomi kreatif yang terus berkembang.
“Pemerintah daerah berkomitmen mendukung UMKM agar mampu menampilkan produk khas daerah sebagai cenderamata bagi wisatawan. Salah satu produk unggulan Berau adalah cokelat, yang sudah menembus pasar Asia dan Eropa,” jelasnya.
Menurutnya, cokelat Berau memiliki cita rasa khas karena pengaruh karakter tanah yang unik. Cokelat dengan ciri khas rasa sedikit asam itu justru menjadi keunggulannya.
Pertemuan ditutup dengan pertukaran cenderamata antara Bupati Berau dan perwakilan HDCI sebagai simbol silaturahmi dan kenangan atas kunjungan tersebut. (aja/sam)
Editor : Nurismi