BERAU POST – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menggelar kegiatan Gelar Produk dan Temu Pelaku IKM dan UMKM bersama Utusan Khusus Presiden Seychelles untuk ASEAN, Nico Barito, di Tanjung Redeb pada Jumat (31/10).
Acara ini menjadi ajang promosi bagi pelaku usaha lokal untuk menampilkan berbagai produk unggulan, sekaligus mempererat kerja sama antara Berau dan Seychelles, khususnya dalam pengembangan ekonomi biru.
Bupati Berau, Sri Juniarsih mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud nyata dari kerja sama yang terjalin baik antara Pemkab Berau dan Seychelles. Adanya kunjungan Nico Barito menjadi momentum positif bagi kemajuan UMKM di Bumi Batiwakkal.
“Ini merupakan buah kerja sama yang baik antara Pemkab Berau dengan Seychelles,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Sri juga mengajak tamu kehormatan mencicipi langsung beragam olahan pangan khas Berau, mulai dari cokelat lokal hingga produk perikanan kalengan buatan pelaku UMKM. “Tadi juga sudah mencicipi beberapa produk olahan kami,” ujarnya.
Menurutnya, Berau membutuhkan kolaborasi yang lebih luas dalam hal promosi dan desain produk agar produk UMKM lokal bisa bersaing di pasar yang lebih besar.
“Yang kami butuhkan dari kerja sama ini adalah promosi,” katanya.
Sri menegaskan, pemerintah daerah juga terus berkomitmen menjalankan prinsip blue economy, yakni pembangunan ekonomi yang berkelanjutan tanpa merusak lingkungan laut maupun darat.
“Kita ingin laut tetap biru dan hutan tetap hijau, ada yang rusak kita perbaiki, agar masyarakat bisa tetap sejahtera,” tegasnya.
Sementara itu, Utusan Khusus Presiden Seychelles untuk ASEAN, Nico Barito mengaku terkesan dengan keberagaman produk UMKM Berau yang mencerminkan kekayaan kearifan lokal.
Ia menilai, makanan tradisional akan bernilai lebih tinggi jika dikemas dengan cerita dan identitas yang kuat.
“Kalau kita bicara UMKM, tidak hanya soal masakan, tapi juga cerita di baliknya. Saya tersentuh melihat semangat pelaku usaha di sini,” terangnya.
Ia pun mengusulkan konsep “Blue Food”, yaitu pengembangan produk pangan berbasis hasil laut yang sehat, bergizi, dan ramah lingkungan.
“Kalau kita bicara IKM berbasis produk laut, seperti kerang dan keripik udang, temanya harus blue food,” katanya.
Nico juga menyarankan agar pengembangan Kampung Nelayan Modern (Kalamo) dilengkapi dengan fasilitas UMKM. Sinergi pelaku usaha kecil dinilainya penting untuk memaksimalkan potensi hasil laut Berau.
“Blue food ini menceritakan makanan bergizi, sejalan dengan program Presiden Prabowo soal makanan sehat berbasis ikan,” katanya.
Ia pun mengajak Pemkab Berau untuk menjadikan gagasan “Blue Food” sebagai identitas baru yang dapat menarik wisatawan dan investor.
“Kalau dicanangkan Berau Blue Food, akan muncul brand baru yang menarik,” katanya. (sen/arp)
Editor : Nurismi