BERAU POST – Enam orang Anak Buah Kapal (ABK) di Kampung Talisayan, dilaporkan hilang akibat kapal yang mereka gunakan karam di perairan Talisayan, Minggu (26/10) dini hari.
Kasi Humas Polres Berau, AKP Ngatijan, mengatakan, berdasarkan keterangan ABK yang selamat, saat kejadian cauca sedang buruk.
Akibatnya, dua kapal bagan yakni Doa Suci dan Lengkong Maritim 148 hanyut dihantam ombak.
Dijelaskan Ngatijan, kapal penyambung yakni Doa Suci milik Juse, dengan lima orang ABK sudah ditemukan selamat.
Sedangkan dua kapal bagan ditemukan dalam keadaan bocor dan tersangkut di karang, 22 ABK berhasil diselamatkan.
Untuk Kapal Lengkong Maritim 148 dengan 14 orang ABK, karam ke dasar laut. Delapan ABK berhasil diselamatkan, sedangkan enam ABK masih proses pencarian tim gabungan.
“Kami masih menunggu informasi lanjutan dari tim yang ada di lapangan apakah korban MD (Meninggal Dunia) atau tidak. Kami berharap korban ditemukan selamat,” tambahnya.
Terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Nofian Hidayat, yang berada di kejadian menerangkan, posisi Kapal Maritim 148 berhasil ditemukan di kedalama 46 meter.
Namun ada kendala yang dihadapi, yakni kurangnya personel untuk melakukan penyelaman.
“Kami membutuhkan penyelam untuk memutus tali pukat, agar kapal bisa ditarik,” tuturnya.
Posisi kapal sendiri menurut Nofian tidak akan bergeser, karena terikat oleh jangkar. Setelah tali pukat berhasil diputus, kapal akan mudah ditarik. “Jadi kendalanya itu selain cuaca, arus juga deras,” katanya.
Sementara Komandan Posal Teluk Sulaiman, Kapten Laut (E) Prasiddha Yoga, mengungkapkan, jarak kapal karam dari bibir pantai sejauh 19 mil.
Tim pencarian tidak hanya dilakukan oleh tim dari Berau, tapi juga didukung personel Basarnas Kaltim, yang tiba dengan estimasi waktu kurang lebih 2 jam setelah menerima laporan dari Sangatta.
“Proses pencarian masih terus berlangsung, kami juga dibantu nelayan lokal,” tuturnya.
Dijelaskannya, sebanyak 20 perahu nelayan jug membantu proses pencarian, namun hingga sore hari, korban belum ditemukan. “Kondisinya belum diketahui secara pasti, apakah korban enam orang ini hanyut atau tenggela,” pungkasnya.
Kapal Batu Bara Kandas di Perairan Sukan
Pada Sabtu (25/10) pukul 13.00 Wita, Kapal Tug Boat (TB) Prima Sakti 32 juga diketahui terlibat insiden dengan Kapal Tongkang Prima Sakti 72, yang telah kandas di perairan Kampung Sukan Tengah, Kecamatan Sambaliung.
Dijelaskan Kepala Kantor UPP Kelas II Tanjung Redeb, Lister Martupa Gurning, kejadian bermula Ketika Kapal TB Prima Star 15/TK (kapal penarik) bersama dengan Kapal Tongkang Prima Sakti 32 mengisi batu bara, Sabtu (25/10) sekira pukul 03.00 Wita, dan bersiap berangkat pada pukul 06.00 Wita.
Pada pukul 13.00 Wita, Kapal TB Prima Sakti 32 melintas di Perairan Sukan Tengah, sembari menunggu arus pasang. Kapal TB Prima Sakti 32 mencari tempat untuk pengandasan di luar alur lalu lintas kapal.
Karena draft kapal Prima Sakti 32 tidak terlalu dalam, sehingga kapal terdorong pukulan arus surut yang deras. Sehingga kapal mengalami gesekan dengan Kapal TB Prima Sakti 72, hal ini menyebabkan Kapal Prima Sakti 32 mengalami kebocoran pada buritan lambung sebelah kiri.
“Kami menerima infomasi langsung menuju ke TKP,” katanya.
Dijelaskan Lister, untuk mencegah kapal karam, Nakhoda TB Prima Sakti 32 melakukan penambahan air ballast pada tangki Haluan untuk menyeimbangkan buritan lambung kapal.
“Jadi Kapal Tongkang Prima Sakti 72 sudah kandas sebelumnya diperairan tersebut, dan tidak menyangka mengalami gesekan dengan kapal tongkang lainnya,” tuturnya.
Pihaknya sudah meminta keterangan kepada Nakhoda TB Prima Star 15/TK dan Nakhoda Kapal Tongkang Prima Sakti 32. Dugaan sementara, hal itu akibat kapal tidak bisa dikendalikan karena arus deras.
“Untuk korban jiwa tidak ada, kerugian masih dalam perhitungan,” tutupnya. (hmd/sam)
Editor : Nurismi