BERAU POST – Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kalimantan Timur menggelar Sosialisasi Kendaraan Angkutan Barang yang Berkeselamatan serta Sistem dan Tata Cara Pengereman pada Kendaraan Berukuran Besar di Kabupaten Berau pada Selasa dan Rabu, 21-22 Oktober 2025.
Kepala BPTD Kelas II Kaltim, Renhard Ronald, menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan angkutan barang berukuran besar.
Menurutnya, para pengemudi dan pemilik kendaraan perlu memahami dengan benar bagaimana kendaraan beroperasi secara aman di jalan.
“Yang menjadi atensi, kami ingin memberikan pemahaman kepada para pemilik kendaraan, baik perusahaan maupun perorangan termasuk para driver, terkait kendaraan yang berkeselamatan,” ujarnya.
“Kendaraan itu memang beroperasi untuk kepentingan ekonomi, tapi jangan mengabaikan aspek keselamatan,” tambah Renhard.
Ia menekankan bahwa sistem dan teknik berkendara truk besar berbeda dengan kendaraan biasa.
Karena itu, para sopir perlu mendapat pembekalan khusus agar mampu mengantisipasi berbagai kondisi jalan, termasuk medan berat dan turunan ekstrem.
“Sistem dan teknik kendaraan truk besar itu berbeda, seperti yang disampaikan Pak Wildan dari KNKT. Jadi driver harus paham bagaimana mengatasinya di medan yang berbeda agar tidak terjadi kecelakaan fatal,” tuturnya.
Selain itu, Renhard juga menyinggung soal penanganan kendaraan Over Dimension and Over Loading (ODOL) yang masih banyak ditemukan di jalan raya.
“Kami juga ingatkan ODOL akan kita benahi. Sudah ada roadmap-nya ke depan nanti,” katanya.
Sosialisasi ini juga melibatkan Dinas Perhubungan Kabupaten Berau sebagai mitra koordinasi pelaksanaan di lapangan.
Tujuannya agar para pengemudi memiliki kesadaran lebih tinggi dalam memastikan kelayakan kendaraan sebelum beroperasi.
“Kami ingin para pengemudi aware, mereka harus tahu apakah kendaraannya laik atau tidak. Karena kalau tidak laik, akan membahayakan dirinya, orang lain, dan masyarakat,” tegas Renhard.
Sementara Investigator Senior Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Ahmad Wildan, yang turut hadir sebagai narasumber, memberikan pembekalan teknis kepada para sopir mengenai cara kerja sistem pengereman dan pemeriksaan rutin kendaraan.
“Tips singkat dari kami yang pertama, bagi para pengemudi kendaraan besar harus paham sistem remnya apa. Ada tiga jenis, yaitu minyak, air over, dan full air, dan sistem kerjanya berbeda,” jelasnya.
Wildan juga mengingatkan pentingnya memahami teknik berkendara di medan menurun dan pemeriksaan kendaraan sebelum beroperasi.
“Pahami cara melalui turunan dengan benar, dan pahami juga cara pemeriksaan sebelum beroperasi,” ujarnya.
Menurutnya, pemeriksaan sederhana yang dilakukan sebelum berkendara sangat efektif mencegah kecelakaan.
“Dengan pemeriksaan kurang dari lima menit, kita bisa tahu kendaraan bisa jalan atau tidak. Waktunya singkat, tapi sangat efektif untuk keselamatan,” tuturnya.
Ia menegaskan, pemeriksaan tersebut sebaiknya dilakukan setiap kali kendaraan akan dioperasikan.
“Kalau kendaraan tidak dalam kondisi baik, maka jangan jalan. Itu kuncinya,” pesan Wildan.
Melalui kegiatan ini, BPTD Kelas II Kaltim berharap kesadaran dan disiplin para pengemudi kendaraan angkutan barang meningkat, sehingga angka kecelakaan di jalan raya dapat ditekan, dan kegiatan ekonomi tetap berjalan dengan mengutamakan keselamatan transportasi darat. (sen/sam)
Editor : Nurismi