Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Red Bull Kena Denda Rp 860 Juta Usai Ngerjain Penanda Grid Lando Norris di Gran Prix AS

Beraupost • Selasa, 21 Oktober 2025 | 07:55 WIB
Lando Norris saat berada di Grand Prix Amerika Serikat. (Dok Crash)
Lando Norris saat berada di Grand Prix Amerika Serikat. (Dok Crash)

BERAU POST - Red Bull dikenakan sanksi denda, karena dianggap mengganggu penanda posisi gird Lando Norris jelang Grand Prix Amerika Serikat.

Dilansir laman Crash (21/10), penyelidikan akan dilakukan atas dugaan pelanggaran aturan pra-balapan.

Red Bull didenda €50.000 setara Rp 860 juta, setelah seorang anggota tim mengabaikan instruksi dari marshal dan memasuki area pitwall di dekat posisi grid kedua.
 
Separuh dari denda ditangguhkan hingga sisa musim 2025 dengan syarat insiden tersebut tidak terulang.

Menurut BBC Sport, kini terungkap bahwa anggota tim Red Bull tersebut mencoba melepaskan pita penanda posisi grid Norris di dinding pit.

Norris lolos kualifikasi di posisi kedua di grid bersama peraih pole position Max Verstappen untuk balapan hari Minggu di Austin.
 
McLaren telah menggunakan selotip di dinding terdekat dengan Norris sebagai alat bantu visual untuk membantunya berada di grid sejak awal musim.

Tidak ada aturan yang menyatakan hal ini ilegal, juga tidak ada yang melarang tim untuk mencoba mencopot penanda tersebut.

Pembalap akan dikenai penalti jika mereka tidak memposisikan mobil mereka dengan benar di grid saat balapan dimulai.

Menurut BBC Sport, ini bukan pertama kalinya Red Bull melakukan hal ini kepada tim rival, yang mendorong McLaren untuk menggunakan selotip yang lebih kuat.

"Perwakilan tim menyatakan selama sidang bahwa anggota tim tersebut memberi tahunya bahwa ia tidak mengetahui upaya para marshal untuk menghentikannya," kata para steward.
 
Namun, para Steward menetapkan bahwa siapa pun yang berafiliasi dengan tim atau pemangku kepentingan lainnya.

Harus menyadari bahwa memasuki lintasan atau menghalangi langkah-langkah keselamatan untuk mempersiapkan lintasan untuk balapan setelah grid dibersihkan adalah tindakan yang dilarang keras.

Dengan demikian, terlepas dari apakah instruksi dari petugas terkait telah dipatuhi atau tidak oleh orang yang bersangkutan.

Menghalangi atau menunda proses penutupan gerbang sebelum balapan dimulai harus dianggap sebagai tindakan yang tidak aman dan oleh karena itu hukuman yang signifikan bagi tim patut diberikan."

Berbicara sebelum putusan diumumkan, Team Principal Red Bull, Lauren Mekies, menyebut insiden itu sebagai "kesalahpahaman".

"Kami sepenuhnya menghormati para Steward," kata Mekies.

"Namun saya rasa kami dipanggil karena ada dugaan bahwa selama prosedur grid, salah satu anggota kami tidak mengikuti instruksi resmi dan marshal," ungkapnya.

Mekies mengaku telah berbicara ke tim bertugas saat itu dan meyakini bahwa para tim telah mengikuti instruksi marshal setiap saat.

 "Jadi, saya pikir mungkin ada kesalahpahaman di sana. Sekali lagi, kami telah menonton video tersebut bersama FIA. Dan yang pasti, itu adalah sesuatu yang bisa kami perbaiki di masa mendatang," tuturnya.

"Namun, tentu saja dari pihak kami, kami tidak merasa telah mengabaikan instruksi apa pun. Kami tidak menerima instruksi khusus apa pun. Jadi, saya pikir ini masalah yang sangat kecil, tetapi tetap saja sesuatu yang akan kami bahas di masa mendatang," tambahnya.

Verstappen mengklaim kemenangan dominan di depan Norris untuk memangkas defisit kejuaraannya terhadap Oscar Piastri menjadi 40 poin dengan lima balapan tersisa. (smi)

 

Editor : Nurismi
#red bull #denda #lando norris