Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Dapur Gizi Gratis SPPG Karang Ambun Berau Setop Operasi, Kekosongan Ahli Gizi Jadi Kendala Utama

Beraupost • Rabu, 8 Oktober 2025 | 16:40 WIB
ILUSTRASI: SPPG Karang Ambun menjadi dapur pertama yang beroperasi di Kabupaten Berau, yang kemudian disusul dengan SPPG Gunung Panjang. (IZZA/BP)
ILUSTRASI: SPPG Karang Ambun menjadi dapur pertama yang beroperasi di Kabupaten Berau, yang kemudian disusul dengan SPPG Gunung Panjang. (IZZA/BP)

BERAU POST – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karang Ambun menghentikan sementara seluruh kegiatan operasionalnya sejak Selasa (7/10).

Berdasarkan pantauan Berau Post, sejak pagi tidak terlihat aktivitas memasak maupun pengantaran Makanan Bergizi Gratis (MBG) ke sekolah-sekolah penerima manfaat.

Beberapa pekerja hanya tampak membersihkan area lokasi SPPG.

Dari informasi yang diperoleh, penghentian sementara ini disebabkan oleh pengunduran diri ahli gizi yang selama ini bertugas menyusun menu dan mengawasi kualitas gizi makanan.

Tanpa kehadiran tenaga ahli tersebut, pengelola tidak dapat melanjutkan proses produksi makanan, karena seluruh kegiatan penyediaan MBG wajib berada di bawah pengawasan ahli gizi yang memiliki Surat Tanda Registrasi (STR).

Menanggapi hal itu, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau, Muhammad Said, membenarkan bahwa SPPG Karang Ambun belum bisa beroperasi karena kekosongan tenaga ahli gizi.

Ia mengatakan, pemerintah daerah akan menindaklanjuti persoalan ini dengan berkoordinasi bersama pihak terkait.

“Kita akan bahas lah, di Berau kan ada satgasnya. Terkait persoalan tersebut akan kita koordinasikan antara perwakilan BGN termasuk pengelola SPPG,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (7/10).

Pemerintah daerah dijanjikannya akan segera mencari solusi agar kegiatan pelayanan gizi bagi anak sekolah tidak terhenti terlalu lama.

Ia menegaskan, keberadaan SPPG merupakan bagian penting dari upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan gizi anak di Kabupaten Berau.

“Sekolah yang menerima manfaat belum ada informasi lebih lanjut seperti apa. Tapi kita harapkan pelayanan bisa segera kembali berjalan setelah ada pengganti ahli gizi,” tambahnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pengelola SPPG Karang Ambun belum bisa memberikan keterangan resmi mengenai rencana pengisian tenaga ahli gizi baru maupun waktu pasti dimulainya kembali kegiatan dapur.

Sebelumnya, SPPG Karang Ambun telah diresmikan oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih pada 1 September lalu. Itu menandakan program nasional MBG resmi dimulai di Kabupaten Berau.

Sebanyak 1.693 siswa dari empat sekolah menjadi penerima tahap awal melalui dapur yang berada di Jalan Karang Mulyo tersebut.

Distribusi makanan sehat ini menjangkau siswa dari TK hingga SMA. Empat sekolah pertama yang menerima manfaat adalah TK Az Zahro dengan 145 siswa, SDN 020 Tanjung Redeb sebanyak 476 siswa, SMPN 3 Berau 662 siswa, dan SMA PGRI Berau 410 siswa.

Bupati Berau, Sri Juniarsih, menyampaikan, program ini merupakan langkah nyata pemerintah dalam mempercepat penurunan angka stunting serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Bumi Batiwakkal.

MBG sebagai bentuk dukungan langsung terhadap program nasional yang saat ini tengah digencarkan.

“Ini adalah langkah awal yang penting. Kita ingin memastikan anak-anak kita mendapat asupan gizi yang baik dan sehat setiap hari. Pemerintah Kabupaten Berau sangat mendukung program ini karena sesuai dengan visi kami dalam peningkatan kualitas SDM,” ujarnya usai meresmikan dapur SPPG Karang Mulyo, Senin (1/9) lalu.

Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan bahan pangan lokal dalam penyediaan menu MBG.

Menurutnya, Kabupaten Berau memiliki potensi besar sebagai penghasil pangan, sehingga tidak perlu mengandalkan pasokan dari luar daerah.

“Semua bisa dipenuhi dari Berau. Kita punya banyak komoditas pertanian, perikanan, dan peternakan. Artinya, kualitas bahan lebih terjaga dan ekonomi lokal juga ikut bergerak,” lanjutnya. (aja/sam)

Editor : Nurismi
#Mbg #SPPG #Kabupaten Berau