BERAU POST – Gelaran Kejurprov Road Race Championship Seri VII Bupati Cup 2025 yang berlangsung meriah resmi berakhir kemarin (5/10).
Event bergengsi yang digelar di Sirkuit Non Permanen Kakaban Aquatic sejak Sabtu Minggu (4/10) tersebut menyedot perhatian ribuan penonton dan menjadi ajang unjuk kemampuan bagi para pembalap muda dari berbagai daerah di Kalimantan Timur.
Sebanyak 255 starter dari berbagai kelas turun lintasan, menampilkan aksi menegangkan sekaligus menghibur masyarakat yang memenuhi area sirkuit sejak pagi hingga sore hari.
Deru mesin motor dan sorak penonton menambah semarak jalannya balapan yang menjadi salah satu agenda otomotif terbesar di Kabupaten Berau tahun ini.
Pada penutupan ajang tersebut Bupati Berau, Sri Juniarsih, menyerahkan piala dan penghargaan kepada para juara dari masing-masing kategori.
Dalam sambutannya, Bupati memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan ini.
Ia menilai, Kejurprov Road Race Bupati Cup bukan hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga wadah pembinaan dan penjaringan atlet potensial yang kelak bisa mengharumkan nama daerah di tingkat nasional bahkan internasional.
“Ajang seperti ini sangat positif, selain dapat menyalurkan hobi dan bakat para pembalap muda, juga menjadi sarana untuk mencari bibit atlet berprestasi yang akan kita bina ke depan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sri Juniarsih, menyampaikan, Pemkab Berau tengah mempersiapkan pembangunan sirkuit permanen yang telah masuk dalam program prioritas daerah.
Pembangunan tersebut kini masih dalam tahap kajian lokasi dan perencanaan menyeluruh.
“Ada tahapan yang harus kita lalui, mulai dari kajian lokasi, penyusunan masterplan, hingga realisasi pembangunan. Harapan kami, ke depan event seperti ini bisa dilaksanakan di sirkuit permanen yang lebih representatif,” jelasnya.
Menurutnya, kehadiran sirkuit permanen nantinya akan memberi dampak besar bagi dunia otomotif di Bumi Batiwakkal.
Selain menjadi fasilitas pembinaan atlet, keberadaan sirkuit juga diharapkan dapat menekan maraknya balapan liar di jalanan umum yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.
“Dengan adanya sirkuit permanen, pembinaan atlet bisa berjalan lebih optimal, dan anak-anak muda kita dapat menyalurkan hobi balapnya di tempat yang aman dan terarah,” pungkasnya (aky/adv/sam)
Editor : Nurismi