Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Atasi Krisis Dokter Spesialis Berau, Pemkab Kirim 8 Dokter Umum Ikut Pendidikan Afirmasi

Beraupost • Sabtu, 4 Oktober 2025 | 08:30 WIB
FOKUS SOAL KESEHATAN: Pemkab Berau berkomitmen menangani permasalahan kekurangan dokter spesialis untuk menunjang pelayanan kesehatan kepada masyarakat.  (SENO/BP)
FOKUS SOAL KESEHATAN: Pemkab Berau berkomitmen menangani permasalahan kekurangan dokter spesialis untuk menunjang pelayanan kesehatan kepada masyarakat. (SENO/BP)

BERAU POST – Keterbatasan dokter spesialis di Kabupaten Berau masih menjadi persoalan serius yang berpengaruh langsung pada layanan kesehatan masyarakat.

Kondisi ini diaku Bupati Berau, Sri Juniarsih, sebagai tantangan besar yang harus segera dicarikan solusi.

Meski begitu ditegaskan Bupati, pemerintah daerah tidak akan tinggal diam. Salah satu langkah strategis yang sudah ditempuh adalah mengirimkan delapan dokter umum.

Untuk melanjutkan pendidikan spesialis melalui jalur afirmasi, bahkan sudah berjalan sejak Desember 2024 lalu. “Ini memang masalah, tapi pasti kami selesaikan,” ucap Sri.

Keterbatasan dokter spesialis diakunya, menyebabkan RSUD dr Abdul Rivai sering kewalahan menghadapi jumlah pasien yang tinggi.

Misalnya, dokter spesialis jantung hanya mampu melayani 10 hingga 20 pasien per hari, padahal permintaan pemeriksaan mencapai ratusan.

Menurut Sri, pemerintah berkomitmen untuk menindaklanjuti kebutuhan tenaga medis dengan kajian aturan yang matang.

“Ini akan ditindaklanjuti lagi ya. Nanti dikaji dulu bagaimana regulasi yang mengatur,” jelasnya.

Pemkab juga membuka opsi mendatangkan dokter spesialis dari luar daerah, dengan syarat mereka bersedia mengabdikan diri untuk masyarakat Berau. “Bisa saja ambil dokter dari luar, karena memang kurang,” tambahnya.

Data RSUD dr Abdul Rivai mencatat, saat ini terdapat 38 dokter spesialis, dengan empat di antaranya spesialis penyakit dalam.

Sementara untuk spesialis paru, THT, mata, kesehatan jiwa, jantung, ortopedi, hingga neurologi, sebagian besar hanya memiliki satu tenaga.

Kondisi ini masih jauh dari ideal, terutama jika dibandingkan dengan jumlah dokter umum yang mencapai 34 orang.

Meski begitu, tahun ini juga ada penambahan dokter spesialis baru, termasuk di bidang bedah mulut dan spesialis anak.

Pemerintah berharap langkah-langkah yang diambil secara bertahap dapat memperkuat layanan kesehatan di Bumi Batiwakkal. (sen/adv/sam)

Editor : Nurismi
#layanan kesehatan #kirim dokter #sekolah #pemkab berau