Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Uang Palsu Makin Canggih, SPBU Rugi Ratusan Ribu Rupiah, Warga Berau Diimbau Pindah ke Pembayaran Digital

Beraupost • Senin, 22 September 2025 | 16:35 WIB
UANG PALSU: Salah satu contoh uang palsu yang ditemukan di salah satu SPBU mencapai ratusan ribu dengan pecahan Rp 50-100 ribu. (IZZA/BP)
UANG PALSU: Salah satu contoh uang palsu yang ditemukan di salah satu SPBU mencapai ratusan ribu dengan pecahan Rp 50-100 ribu. (IZZA/BP)

BERAU POST – Ratusan ribu rupiah dalam bentuk uang palsu (Upal) sempat masuk ke laporan transaksi SPBU Mitra Abadi Sambaliung. Kasus ini kembali menguatkan kewaspadaan terhadap maraknya peredaran upal di Berau.

Manager SPBU Mitra Abadi Sambaliung, Albert, menyebut, peredaran upal sudah berlangsung sejak beberapa bulan lalu, bahkan cukup sering.

Walaupun jumlahnya tidak terlalu besar, hanya mencapai ratusan ribu rupiah, kejadian tersebut tentu ditegaskanya sangat merugikan.

“Sampai ratusan ribu pernah didapat, pecahan uang ada yang Rp 50 ribu atau Rp 100 ribu. Kejadiannya beberapa bulan lalu, tapi frekuensinya lebih sering lagi,” katanya kepada awak media belum lama ini.

Diakunya, tidak semua upal bisa langsung diketahui saat transaksi berlangsung. Dalam beberapa situasi, petugas SPBU berhasil menemukan upal dan mengembalikannya kepada konsumen, bamun ada juga yang lolos dari pemeriksaan.

“Kadang ada petugas yang menemukan, langsung dikembalikan ke konsumen. Tapi ada juga yang lalai karena mungkin SPBU terlalu ramai,” terangnya.

Untuk mencegah kejadian serupa, pihaknya sudah menambah perlengkapan dengan sinar ultraviolet (UV) dan mesin pengecek uang.

Alat tersebut digunakan secara rutin untuk mendeteksi keaslian uang yang diterima petugas. Dia berharap langkah ini bisa meminimalisasi peluang uang palsu beredar melalui transaksi di SPBU.

Menanggapi kondisi tersebut Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami, menyebut, fenomena ini harus menjadi perhatian serius.

Menurutnya, indikasi maraknya peredaran upal membuat Berau seolah menjadi salah satu target peredaran.

“Berau salah satu target uang palsu. Saya sendiri pernah belanja ke supermarket, tapi uang saya tidak diperiksa oleh kasir. Ini harus kembali menjadi perhatian masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, perlu adanya pembentukan tim khusus untuk mengecek peredaran uang palsu. Bahkan dia menduga, kemungkinan sudah ada jaringan yang masuk dan menyasar Berau.

Ia menilai peredaran uang palsu kali ini berbeda dengan sebelumnya. Jika dulu hanya bersifat sementara, kini justru terlihat lebih masif.

Hal ini menandakan kualitas uang palsu semakin sulit dibedakan dengan uang asli. Karena itu, Sutami menekankan perlunya langkah nyata dari pemerintah daerah untuk ikut melakukan pencegahan.

“Biasanya uang palsu beredar temporer saja, tapi ini sudah masif. Harus ada tindak lanjut dari pemerintah daerah. Kalau masih ada yang lolos dari sinar UV, berarti kualitasnya sudah semakin bagus. Ini butuh kehati-hatian,” jelasnya.

Karenanya, dia mengimbau masyarakat mulai membiasakan diri menggunakan transaksi digital. Dengan memperbanyak pembayaran non tunai, risiko masyarakat menerima uang palsu menurutnya bisa berkurang.

“Edukasi masyarakat sangat penting. Salah satunya dengan memperbanyak pembayaran digital. Kalau ada laporan dan keluhan, secara tidak langsung berarti masyarakat sudah mengantongi uang palsu tanpa mereka sadari,” tambahnya.

Sejalan dengan hal tersebut, SBM Kaltim Utara III Fuel, Hermawan Bagus Prabowo, menegaskan, Pertamina telah berupaya mengurangi risiko peredaran uang palsu dengan memperluas layanan pembayaran digital di SPBU.

Menurutnya, SPBU menjadi salah satu titik transaksi tunai terbesar di daerah, sehingga rentan menjadi sasaran uang palsu.

“Kita optimalisasi mengurangi cash menjadi cashless dengan menyediakan layanan MyPertamina, QRIS, maupun metode pembayaran digital lainnya. Harapannya, transaksi lebih aman sekaligus mencegah peredaran uang palsu,” jelasnya.

Ia juga mengimbau seluruh pengelola SPBU di Berau agar mendukung program tersebut dengan menerima pembayaran digital. Pihaknya sudah menyiapkan layanan yang bisa diakses masyarakat dengan mudah.

“Biar lebih aman dan mengurangi peredaran uang palsu, karena transaksi terbesar salah satunya ada di SPBU,” pungkasnya. (aja/sam)

Editor : Nurismi
#spbu #uang palsu #Kabupaten Berau #pembayaran digital